<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Emak-Emak Curhat soal Lapangan Kerja, Ganjar Pranowo: Pungli dan Sogokan Harus Dibereskan!</title><description>Seorang ibu rumah tangga bernama Icha menangis saat curhat kepada calon presiden 2024 Ganjar Pranowo.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/15/320/2939415/emak-emak-curhat-soal-lapangan-kerja-ganjar-pranowo-pungli-dan-sogokan-harus-dibereskan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/15/320/2939415/emak-emak-curhat-soal-lapangan-kerja-ganjar-pranowo-pungli-dan-sogokan-harus-dibereskan"/><item><title>Emak-Emak Curhat soal Lapangan Kerja, Ganjar Pranowo: Pungli dan Sogokan Harus Dibereskan!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/15/320/2939415/emak-emak-curhat-soal-lapangan-kerja-ganjar-pranowo-pungli-dan-sogokan-harus-dibereskan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/15/320/2939415/emak-emak-curhat-soal-lapangan-kerja-ganjar-pranowo-pungli-dan-sogokan-harus-dibereskan</guid><pubDate>Jum'at 15 Desember 2023 14:27 WIB</pubDate><dc:creator> Royandi Hutasoit</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/15/320/2939415/emak-emak-curhat-soal-lapangan-kerja-ganjar-pranowo-pungli-dan-sogokan-harus-dibereskan-OAqZI7Cyrm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo dicurhati emak-emak soal sulitnya lapangan kerja (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/15/320/2939415/emak-emak-curhat-soal-lapangan-kerja-ganjar-pranowo-pungli-dan-sogokan-harus-dibereskan-OAqZI7Cyrm.jpg</image><title>Ganjar Pranowo dicurhati emak-emak soal sulitnya lapangan kerja (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xNC8xLzE3NTE2Ni81L3g4cWtocHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KARAWANG - Seorang ibu rumah tangga bernama Icha menangis saat curhat kepada calon presiden 2024 Ganjar Pranowo. Icha menceritakan, soal sulitnya mencari pekerjaan. Sembari menyeka air matanya, Icha mengeluh harus membayar Rp5 juta supaya bisa diterima kerja.
Momen tersebut terjadi ketika Ganjar sedang berolahraga pagi sembari menyapa warga di Kampung Bugel Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe, Karawang, Jumat (15/12/2023). Di sepanjang jalan, Ganjar bertemu dengan banyak warga setempat.

BACA JUGA:
Ganjar Sulap Desa di Boyolali Jadi Ramah Lingkungan, Manfaatkan Biogas Jadi Listrik Rumah Tangga


Saat dia bertemu dengan sekelompok ibu-ibu, tiba-tiba seorang perempuan bernama Icha mencurahkan isi hatinya soal sulitnya mendapatkan pekerjaan. Kepada Ganjar, Icha bercerita sulitnya mendapatkan pekerjaan di Karawang.
&quot;Untuk kerja di sini sulit, Pak,&quot; kata Icha sambil berusaha menahan tangis.
Dengan mata berkaca-kaca mengungkapkan dirinya terpaksa harus membaya Rp5 juta kepada &amp;lsquo;orang dalam&amp;rsquo; jika dirinya ingin mendapatkan pekerjaan.

BACA JUGA:
Manik Marganamahendra: Kerja Nyata Ganjar Terlihat di Boyolali, Ubah Desa Jadi Mandiri Energi


&quot;Harus pakai sogokan Rp5 juta kepada yayasan. Kami cari kerja dipersulit sampai hari ini,&quot;ungkapnya.
Pengalaman pahit itu dialami suaminya saat hendak melamar kerja menjadi petugas keamanan di sebuah perusahaan. Hingga akhirnya, dia dan suaminya harus menelan kekecewaan karena tidak mampu membayar permintaan oknum tersebut.
&quot;Uang Rp5 juta dari mana, buat makan saja susah,&quot; imbuhnya.
Usai mencurahkan hatinya, Icha berharap calon presiden nomor urut 03  ini mampu menyelesaikan persoalan pungutan liar yang menjerat masyarakat  kecil.
&quot;Harapannya Pak Ganjar bisa menyelesaikan, karena kami butuh kerja,&quot; tuturnya.
Keluhan yang sama juga disampaikan Eli, warga Kampung Bugel yang  lain. Di hadapan Ganjar, Eli menceritakan dua anaknya yang lulus dari  sekolah menengah kejuruan (SMK) kesulitan mencari kerja. Dia diminta  penyalur tenaga kerja untuk membayar sogokan sebesar Rp5 juta hingga Rp8  juta jika ingin anaknya diterima kerja.
&quot;Kalau mau kerja harus bayar dulu dari Rp 5 juta sampai Rp 8 juta. Tolong ya, Pak. Anak saya agar bisa kerja,&quot; ucapnya.
Menanggapi curhatan tersebut, Ganjar Pranowo mengaku sering  mendapatkan keluhan soal sulitnya mendapatkan pekerjaan. Ia juga  mendengar masih banyak terjadi praktik pungli oleh oknum yang  memanfaatkan situasi di tengah sulitnya mencari pekerjaan.
&quot;Dari kemarin banyak dan sering terdengar soal lapangan kerja dan  kalau mau kerja ada pungli Rp5 juta sampai Rp8 juta,&quot; terangnya.
Diduga, pelaku pungli dilakukan oleh pihak ketiga yakni penyalur  tenaga kerja. Menurutnya, praktik pungl semacam itu harus segera  dibereskan supaya tidak menyengsarakan masyarakat.
&quot;Ini yang harus kita bereskan. Dan kemudahan kerja bisa menghubungkan  sekolah dengan indistri. Selain itu juga memberikan kesempatan mereka  untuk membuka usaha dengan pelatihan dan akses permodalan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xNC8xLzE3NTE2Ni81L3g4cWtocHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KARAWANG - Seorang ibu rumah tangga bernama Icha menangis saat curhat kepada calon presiden 2024 Ganjar Pranowo. Icha menceritakan, soal sulitnya mencari pekerjaan. Sembari menyeka air matanya, Icha mengeluh harus membayar Rp5 juta supaya bisa diterima kerja.
Momen tersebut terjadi ketika Ganjar sedang berolahraga pagi sembari menyapa warga di Kampung Bugel Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe, Karawang, Jumat (15/12/2023). Di sepanjang jalan, Ganjar bertemu dengan banyak warga setempat.

BACA JUGA:
Ganjar Sulap Desa di Boyolali Jadi Ramah Lingkungan, Manfaatkan Biogas Jadi Listrik Rumah Tangga


Saat dia bertemu dengan sekelompok ibu-ibu, tiba-tiba seorang perempuan bernama Icha mencurahkan isi hatinya soal sulitnya mendapatkan pekerjaan. Kepada Ganjar, Icha bercerita sulitnya mendapatkan pekerjaan di Karawang.
&quot;Untuk kerja di sini sulit, Pak,&quot; kata Icha sambil berusaha menahan tangis.
Dengan mata berkaca-kaca mengungkapkan dirinya terpaksa harus membaya Rp5 juta kepada &amp;lsquo;orang dalam&amp;rsquo; jika dirinya ingin mendapatkan pekerjaan.

BACA JUGA:
Manik Marganamahendra: Kerja Nyata Ganjar Terlihat di Boyolali, Ubah Desa Jadi Mandiri Energi


&quot;Harus pakai sogokan Rp5 juta kepada yayasan. Kami cari kerja dipersulit sampai hari ini,&quot;ungkapnya.
Pengalaman pahit itu dialami suaminya saat hendak melamar kerja menjadi petugas keamanan di sebuah perusahaan. Hingga akhirnya, dia dan suaminya harus menelan kekecewaan karena tidak mampu membayar permintaan oknum tersebut.
&quot;Uang Rp5 juta dari mana, buat makan saja susah,&quot; imbuhnya.
Usai mencurahkan hatinya, Icha berharap calon presiden nomor urut 03  ini mampu menyelesaikan persoalan pungutan liar yang menjerat masyarakat  kecil.
&quot;Harapannya Pak Ganjar bisa menyelesaikan, karena kami butuh kerja,&quot; tuturnya.
Keluhan yang sama juga disampaikan Eli, warga Kampung Bugel yang  lain. Di hadapan Ganjar, Eli menceritakan dua anaknya yang lulus dari  sekolah menengah kejuruan (SMK) kesulitan mencari kerja. Dia diminta  penyalur tenaga kerja untuk membayar sogokan sebesar Rp5 juta hingga Rp8  juta jika ingin anaknya diterima kerja.
&quot;Kalau mau kerja harus bayar dulu dari Rp 5 juta sampai Rp 8 juta. Tolong ya, Pak. Anak saya agar bisa kerja,&quot; ucapnya.
Menanggapi curhatan tersebut, Ganjar Pranowo mengaku sering  mendapatkan keluhan soal sulitnya mendapatkan pekerjaan. Ia juga  mendengar masih banyak terjadi praktik pungli oleh oknum yang  memanfaatkan situasi di tengah sulitnya mencari pekerjaan.
&quot;Dari kemarin banyak dan sering terdengar soal lapangan kerja dan  kalau mau kerja ada pungli Rp5 juta sampai Rp8 juta,&quot; terangnya.
Diduga, pelaku pungli dilakukan oleh pihak ketiga yakni penyalur  tenaga kerja. Menurutnya, praktik pungl semacam itu harus segera  dibereskan supaya tidak menyengsarakan masyarakat.
&quot;Ini yang harus kita bereskan. Dan kemudahan kerja bisa menghubungkan  sekolah dengan indistri. Selain itu juga memberikan kesempatan mereka  untuk membuka usaha dengan pelatihan dan akses permodalan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
