<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Diprediksi Turunkan Suku Bunga</title><description>Bank Indonesia (BI) diproyeksikan menurunkan suku bunganya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/17/320/2940341/bi-diprediksi-turunkan-suku-bunga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/17/320/2940341/bi-diprediksi-turunkan-suku-bunga"/><item><title>BI Diprediksi Turunkan Suku Bunga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/17/320/2940341/bi-diprediksi-turunkan-suku-bunga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/17/320/2940341/bi-diprediksi-turunkan-suku-bunga</guid><pubDate>Minggu 17 Desember 2023 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/17/320/2940341/bi-diprediksi-turunkan-suku-bunga-GZYY6sAhks.JPG" expression="full" type="image/jpeg">BI diprediksi turunkan suku bunga. (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/17/320/2940341/bi-diprediksi-turunkan-suku-bunga-GZYY6sAhks.JPG</image><title>BI diprediksi turunkan suku bunga. (Foto: BI)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzY3NC81L3g4ajVkNTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diproyeksikan menurunkan suku bunganya setelah kebijakan Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 5,25%-5,50%.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan kebijakan The Fed tersebut berdampak positif dan bisa membuat BI memangkas setidaknya 50 bps.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Suku Bunga BI Diproyeksi Turun Sejalan dengan Keputusan The Fed

&quot;BI mestinya akan pangkas rate setelah FFR turun. Kita proyeksikan at least 50 bps cut untuk BI rate,&quot; ungkap Andry kepada MNC Portal belum lama ini.

Menurut Andry, secara keseluruhan kebijakan The Fed berdampak positif bagi pertumbuhan Indonesia karena rendahnya biaya bagi perusahaan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Inflasi AS November 3,1%, The Fed Diramal Tahan Suku Bunga

Dari sisi imbal hasil obligasi, Andry juga meramalkan bakal semakin rendah. Hal ini berdampak positif bagi penerbit obligasi dan investor-pengembalian yang lebih tinggi.

Kemudian mata uang dolar AS juga akan melemah yang membuat tekanan inflasi inti lebih rendah.



&quot;USD melemah, rupiah menguat, biaya bahan baku impor lebih rendah, tekanan inflasi inti lebih rendah,&quot; ujar Andry.



Selain itu, kinerja yang lebih baik untuk sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga. Kondisi ini juga berpotensi membuat pendapatan perusahaan naik dan berdampak ke kinerja saham.

</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzY3NC81L3g4ajVkNTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diproyeksikan menurunkan suku bunganya setelah kebijakan Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 5,25%-5,50%.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan kebijakan The Fed tersebut berdampak positif dan bisa membuat BI memangkas setidaknya 50 bps.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Suku Bunga BI Diproyeksi Turun Sejalan dengan Keputusan The Fed

&quot;BI mestinya akan pangkas rate setelah FFR turun. Kita proyeksikan at least 50 bps cut untuk BI rate,&quot; ungkap Andry kepada MNC Portal belum lama ini.

Menurut Andry, secara keseluruhan kebijakan The Fed berdampak positif bagi pertumbuhan Indonesia karena rendahnya biaya bagi perusahaan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Inflasi AS November 3,1%, The Fed Diramal Tahan Suku Bunga

Dari sisi imbal hasil obligasi, Andry juga meramalkan bakal semakin rendah. Hal ini berdampak positif bagi penerbit obligasi dan investor-pengembalian yang lebih tinggi.

Kemudian mata uang dolar AS juga akan melemah yang membuat tekanan inflasi inti lebih rendah.



&quot;USD melemah, rupiah menguat, biaya bahan baku impor lebih rendah, tekanan inflasi inti lebih rendah,&quot; ujar Andry.



Selain itu, kinerja yang lebih baik untuk sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga. Kondisi ini juga berpotensi membuat pendapatan perusahaan naik dan berdampak ke kinerja saham.

</content:encoded></item></channel></rss>
