<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Berpotensi Tembus Level 7.200 di Minggu Ini   </title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi tembus level 7.200</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/18/278/2940817/ihsg-berpotensi-tembus-level-7-200-di-minggu-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/18/278/2940817/ihsg-berpotensi-tembus-level-7-200-di-minggu-ini"/><item><title>IHSG Berpotensi Tembus Level 7.200 di Minggu Ini   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/18/278/2940817/ihsg-berpotensi-tembus-level-7-200-di-minggu-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/18/278/2940817/ihsg-berpotensi-tembus-level-7-200-di-minggu-ini</guid><pubDate>Senin 18 Desember 2023 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/18/278/2940817/ihsg-berpotensi-tembus-level-7-200-di-minggu-ini-AF87UUFb8h.jfif" expression="full" type="image/jpeg">IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/18/278/2940817/ihsg-berpotensi-tembus-level-7-200-di-minggu-ini-AF87UUFb8h.jfif</image><title>IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi tembus level 7.200. Di mana indeks saham bakal menembus level 7.190 di perdagangan minggu lalu atau menguat 0,4%.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Dimas Krisna Ramadhani menjelaskan, secara teknikal saat ini IHSG berada di area resist dan berpotensi untuk menembus level resist tersebut didukung oleh inflow asing yang besar dalam 2 hari perdagangan terakhir.
&quot;Apabila aksi pembelian asing berlanjut di minggu ini maka IHSG berpotensi untuk menembus level resistance 7.200 dan berpeluang untuk mencetak titik tertinggi baru. Sekaligus memanfaatkan momentum window dressing yang biasa terjadi di akhir tahun,&quot; kata Dimas dalam analisisnya, Senin (18/12/2023).

BACA JUGA:
IHSG Turun 0,46% ke Level 7.158 di Jeda Sesi I

Menurut Dimas, level 7.100 adalah area yang selama ini sulit ditembus sepanjang 2023.
Sementara itu, terkait sentimen aksi beli investor asing ke IHSG, dijelaskannya bahwa pada 2 hari perdagangan terakhir asing melakukan aksi pembelian ke IHSG mencapai Rp3,7 triliun yang merupakan level pembelian terbesar di sepanjang 2023 untuk 2 hari perdagangan.
Penguatan IHSG pada minggu lalu tertopang top gainers IDX Sector Energy dan IDX Sector Financials.
Terkait sektor energi, jelasnya, mayoritas komoditas menguat sepanjang minggu lalu, seperti batu bara dan minyak mentah. Hal ini membuat harga saham emiten energi pun naik dan membuat sektor energi menjadi penopang untuk IHSG di minggu lalu.

BACA JUGA:
IHSG Berpotensi Melemah di Level 7.100 pada Awal Pekan

Sementara itu terkait sektor perbankan, saham big banks naik seiring dengan aksi beli investor asing. Penguatan paling signifikan terjadi pada BBCA yang naik sebesar 5% di sepanjang minggu lalu.
Namun demikian, IHSG belum bergerak maksimal karena tersandera 2 sektor yang menjadi top losers yakni IDX Sector Transportation &amp;amp; Logistic dan IDX Sector Technology.
Menurut Dimas, sektor transportasi mengalami penurunan sebesar 4,5% sepanjang minggu lalu. Leader dalam sektor ini adalah emiten GIAA yang terkena dampak trend naiknya harga avtur, membuat beban pada emiten penerbangan ini meningkat. Harga saham GIAA melemah 2,4% sepanjang minggu lalu.Sementara itu terkait sektor teknologi, terangnya, ternyata mengalami pelemahan 1,9% sepanjang minggu lalu seiring dengan masih tingginya suku bunga saat ini. Sektor teknologi adalah sektor yang sangat sensitif terhadap kebijakan suku bunga.
Berdasarkan sentimen diatas, IPOT merekomendasikan tiga saham untuk trading pekan ini hingga 22 Desember 2023 yakni Buy BBCA (Support: 9.100, Resistance: 9.500), Buy on Breakout PGEO (Support: 1.280, Resistance: 1.500) dan Buy MARK (Support: 600, Resistance: 750).</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi tembus level 7.200. Di mana indeks saham bakal menembus level 7.190 di perdagangan minggu lalu atau menguat 0,4%.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Dimas Krisna Ramadhani menjelaskan, secara teknikal saat ini IHSG berada di area resist dan berpotensi untuk menembus level resist tersebut didukung oleh inflow asing yang besar dalam 2 hari perdagangan terakhir.
&quot;Apabila aksi pembelian asing berlanjut di minggu ini maka IHSG berpotensi untuk menembus level resistance 7.200 dan berpeluang untuk mencetak titik tertinggi baru. Sekaligus memanfaatkan momentum window dressing yang biasa terjadi di akhir tahun,&quot; kata Dimas dalam analisisnya, Senin (18/12/2023).

BACA JUGA:
IHSG Turun 0,46% ke Level 7.158 di Jeda Sesi I

Menurut Dimas, level 7.100 adalah area yang selama ini sulit ditembus sepanjang 2023.
Sementara itu, terkait sentimen aksi beli investor asing ke IHSG, dijelaskannya bahwa pada 2 hari perdagangan terakhir asing melakukan aksi pembelian ke IHSG mencapai Rp3,7 triliun yang merupakan level pembelian terbesar di sepanjang 2023 untuk 2 hari perdagangan.
Penguatan IHSG pada minggu lalu tertopang top gainers IDX Sector Energy dan IDX Sector Financials.
Terkait sektor energi, jelasnya, mayoritas komoditas menguat sepanjang minggu lalu, seperti batu bara dan minyak mentah. Hal ini membuat harga saham emiten energi pun naik dan membuat sektor energi menjadi penopang untuk IHSG di minggu lalu.

BACA JUGA:
IHSG Berpotensi Melemah di Level 7.100 pada Awal Pekan

Sementara itu terkait sektor perbankan, saham big banks naik seiring dengan aksi beli investor asing. Penguatan paling signifikan terjadi pada BBCA yang naik sebesar 5% di sepanjang minggu lalu.
Namun demikian, IHSG belum bergerak maksimal karena tersandera 2 sektor yang menjadi top losers yakni IDX Sector Transportation &amp;amp; Logistic dan IDX Sector Technology.
Menurut Dimas, sektor transportasi mengalami penurunan sebesar 4,5% sepanjang minggu lalu. Leader dalam sektor ini adalah emiten GIAA yang terkena dampak trend naiknya harga avtur, membuat beban pada emiten penerbangan ini meningkat. Harga saham GIAA melemah 2,4% sepanjang minggu lalu.Sementara itu terkait sektor teknologi, terangnya, ternyata mengalami pelemahan 1,9% sepanjang minggu lalu seiring dengan masih tingginya suku bunga saat ini. Sektor teknologi adalah sektor yang sangat sensitif terhadap kebijakan suku bunga.
Berdasarkan sentimen diatas, IPOT merekomendasikan tiga saham untuk trading pekan ini hingga 22 Desember 2023 yakni Buy BBCA (Support: 9.100, Resistance: 9.500), Buy on Breakout PGEO (Support: 1.280, Resistance: 1.500) dan Buy MARK (Support: 600, Resistance: 750).</content:encoded></item></channel></rss>
