<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Pemadanan NIK Jadi NPWP Diundur</title><description>Pemerintah mengundur batas waktu pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/18/320/2940376/alasan-pemadanan-nik-jadi-npwp-diundur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/18/320/2940376/alasan-pemadanan-nik-jadi-npwp-diundur"/><item><title>Alasan Pemadanan NIK Jadi NPWP Diundur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/18/320/2940376/alasan-pemadanan-nik-jadi-npwp-diundur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/18/320/2940376/alasan-pemadanan-nik-jadi-npwp-diundur</guid><pubDate>Senin 18 Desember 2023 07:03 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/17/320/2940376/alasan-pemadanan-nik-jadi-npwp-diundur-qOGq7m2OkJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemadanan NIK Jadi NPWP Diundur. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/17/320/2940376/alasan-pemadanan-nik-jadi-npwp-diundur-qOGq7m2OkJ.jpg</image><title>Pemadanan NIK Jadi NPWP Diundur. (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yNy8xLzE3NDMwNS81L3g4cHp4dG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pemerintah mengundur batas waktu pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pemadanan tersebut diundur hingga pertengahan tahun 2024.

Pemerintah melakukan pengunduran waktu tersebut disebabkan beberapa hal. Dilansir dari akun Instagram @attaxindonesia alasan mengapa pemadanan NIK menjadi NPWP diundur karena
&amp;nbsp;BACA JUGA:

59,5 Juta NIK Sudah Dipadankan Jadi NPWP&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) masih melakukan pengujian mengenai rencana tersebut. Selain itu, DJP juga masih menunggu adanya regulasi yang mengatur implementasi pemadanan NIK menjadi NPWP.

Saat ini, DJP akan melakukan revisi terhadap Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 112 Tahun 2022. Hal ini akan dilakukan sebelum berlakunya pemadanan NIK sebagai NPWP secara penuh di pertengahan tahun 2024. Berkaitan dengan hal tersebut, menjadikan wajib pajak diharapkan mempunyai waktu yang cukup panjang untuk melakukan validasi melalui laman resmi DJP online.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Begini Cara Validasi NIK Jadi NPWP dari HP

Sebelumnya, pemerintah telah berencana melakukan pemadanan NIK sebagai NPWP mulai 1 Januari 2024. Namun, sampai saat ini belum ada kepastian kapan akan dilaksanakannya rencana tersebut.

Berdasarkan catatan Okezone, berikut adalah tata cara untuk melakukan pemadanan NIK dan NPWP. Pemadanan ini dapat dilakukan secara online melalui website Direktorat Jenderal Pajak (DJP), www.pajak.go.id.

Masyarakat dapat membuka situs web tersebut, lau klik LOGIN yang terdapat di pojok kanan atas. Kemudian, masukkan 15 digit NPWP, gunakan kata sandi yang sesuai, dan masukkan kode keamanan.



Langkah selanjutnya, masyarakat harus membuka menu PROFIL dan masukkan NIK yang sesuai dengan KTP. Masyarakat diharapkan jangan lupa cek validitas NIK, lalu klik Ubah Profil.



Terakhir, klik logout, kemudian cobalah login kembali menggunakan password yang sama dengan sebelumnya.






&amp;nbsp;
Baca Selengkapnya: Batas Pemadanan NIK Jadi NPWP Diundur hingga Pertengahan 2024





</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yNy8xLzE3NDMwNS81L3g4cHp4dG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pemerintah mengundur batas waktu pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pemadanan tersebut diundur hingga pertengahan tahun 2024.

Pemerintah melakukan pengunduran waktu tersebut disebabkan beberapa hal. Dilansir dari akun Instagram @attaxindonesia alasan mengapa pemadanan NIK menjadi NPWP diundur karena
&amp;nbsp;BACA JUGA:

59,5 Juta NIK Sudah Dipadankan Jadi NPWP&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) masih melakukan pengujian mengenai rencana tersebut. Selain itu, DJP juga masih menunggu adanya regulasi yang mengatur implementasi pemadanan NIK menjadi NPWP.

Saat ini, DJP akan melakukan revisi terhadap Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 112 Tahun 2022. Hal ini akan dilakukan sebelum berlakunya pemadanan NIK sebagai NPWP secara penuh di pertengahan tahun 2024. Berkaitan dengan hal tersebut, menjadikan wajib pajak diharapkan mempunyai waktu yang cukup panjang untuk melakukan validasi melalui laman resmi DJP online.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Begini Cara Validasi NIK Jadi NPWP dari HP

Sebelumnya, pemerintah telah berencana melakukan pemadanan NIK sebagai NPWP mulai 1 Januari 2024. Namun, sampai saat ini belum ada kepastian kapan akan dilaksanakannya rencana tersebut.

Berdasarkan catatan Okezone, berikut adalah tata cara untuk melakukan pemadanan NIK dan NPWP. Pemadanan ini dapat dilakukan secara online melalui website Direktorat Jenderal Pajak (DJP), www.pajak.go.id.

Masyarakat dapat membuka situs web tersebut, lau klik LOGIN yang terdapat di pojok kanan atas. Kemudian, masukkan 15 digit NPWP, gunakan kata sandi yang sesuai, dan masukkan kode keamanan.



Langkah selanjutnya, masyarakat harus membuka menu PROFIL dan masukkan NIK yang sesuai dengan KTP. Masyarakat diharapkan jangan lupa cek validitas NIK, lalu klik Ubah Profil.



Terakhir, klik logout, kemudian cobalah login kembali menggunakan password yang sama dengan sebelumnya.






&amp;nbsp;
Baca Selengkapnya: Batas Pemadanan NIK Jadi NPWP Diundur hingga Pertengahan 2024





</content:encoded></item></channel></rss>
