<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sederet PR untuk Ekspor Indonesia di Tahun 2024</title><description>Ekspor Indonesia menghadapi tantangan pada 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/18/320/2940933/sederet-pr-untuk-ekspor-indonesia-di-tahun-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/18/320/2940933/sederet-pr-untuk-ekspor-indonesia-di-tahun-2024"/><item><title>Sederet PR untuk Ekspor Indonesia di Tahun 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/18/320/2940933/sederet-pr-untuk-ekspor-indonesia-di-tahun-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/18/320/2940933/sederet-pr-untuk-ekspor-indonesia-di-tahun-2024</guid><pubDate>Senin 18 Desember 2023 17:15 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/18/320/2940933/sederet-pr-untuk-ekspor-indonesia-di-tahun-2024-Yengd0mG5n.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tantangan Ekspor Indonesia tahun 2024 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/18/320/2940933/sederet-pr-untuk-ekspor-indonesia-di-tahun-2024-Yengd0mG5n.jpeg</image><title>Tantangan Ekspor Indonesia tahun 2024 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yMS8xLzE2ODI2NS81L3g4bW9hcnY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Ekspor Indonesia menghadapi tantangan pada 2024. Kepala Sekolah Ekspor, Handito Joewono mengatakan bahwa ini adalah momen was-was karena surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar USD2,41 miliar menunjukkan mulai ada tendensi menurun meski sudah mencatat rekor 43 bulan beruntun.
Kendati demikian, dia menyebut bahwa tidak perlu khawatir dengan situasi ini karena saingan dagang RI, seperti Vietnam, mengalami performa menurun.

BACA JUGA:
Ekspor RI Capai USD22 Miliar di November 2023


&quot;Kinerja Indonesia patut disyukuri tetapi harus tetap was-was,&quot; ujar Handito dalam IDX Channel Market Review Lkve di Jakarta, Senin (18/12/2023).
Dia menyebut bahwa daya saing produk ekspor RI harus ditingkatkan dan mulai mengincar pasar-pasar non tradisional, juga memasuki industri nilai tambah.

BACA JUGA:
Dilarang Ekspor, Penjualan Bauksit Antam (ANTM) Masih On Track


&quot;Tahun 2024 mendatang adalah tahun yang menurut saya menyimpan banyak ketidakpastian. Jadi kita harus mulai masuk ke industri-industri bernilai tambah dan lebih berani dalam ekspor produk,&quot; ungkap Handito.
Handito mengatakan bahwa harus ada sinkronisasi antara pemerintah selaku pembuat kebijakan dengan pelaku usaha.
&quot;Kalau kita ingin mendorong terus kinerja ekspor ya harus terus  menerus, kita ini masih pemain kecil di ekspor istilahnya. Jadi untuk  memperbesar ekspor, ya kita jangan terlalu mengedepankan impor,&quot; sambung  Handito.
Tahun 2024, menurutnya akan tidak mudah bagi perekonomian dan ekspor Indonesia, dan juga bagi semua negara di dunia.
&quot;Jadi ini tentunya membutuhkan kerja keras, perlu mencari produk-produk ekspor andalan baru bagi Indonesia,&quot; tandas Handito.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yMS8xLzE2ODI2NS81L3g4bW9hcnY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Ekspor Indonesia menghadapi tantangan pada 2024. Kepala Sekolah Ekspor, Handito Joewono mengatakan bahwa ini adalah momen was-was karena surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar USD2,41 miliar menunjukkan mulai ada tendensi menurun meski sudah mencatat rekor 43 bulan beruntun.
Kendati demikian, dia menyebut bahwa tidak perlu khawatir dengan situasi ini karena saingan dagang RI, seperti Vietnam, mengalami performa menurun.

BACA JUGA:
Ekspor RI Capai USD22 Miliar di November 2023


&quot;Kinerja Indonesia patut disyukuri tetapi harus tetap was-was,&quot; ujar Handito dalam IDX Channel Market Review Lkve di Jakarta, Senin (18/12/2023).
Dia menyebut bahwa daya saing produk ekspor RI harus ditingkatkan dan mulai mengincar pasar-pasar non tradisional, juga memasuki industri nilai tambah.

BACA JUGA:
Dilarang Ekspor, Penjualan Bauksit Antam (ANTM) Masih On Track


&quot;Tahun 2024 mendatang adalah tahun yang menurut saya menyimpan banyak ketidakpastian. Jadi kita harus mulai masuk ke industri-industri bernilai tambah dan lebih berani dalam ekspor produk,&quot; ungkap Handito.
Handito mengatakan bahwa harus ada sinkronisasi antara pemerintah selaku pembuat kebijakan dengan pelaku usaha.
&quot;Kalau kita ingin mendorong terus kinerja ekspor ya harus terus  menerus, kita ini masih pemain kecil di ekspor istilahnya. Jadi untuk  memperbesar ekspor, ya kita jangan terlalu mengedepankan impor,&quot; sambung  Handito.
Tahun 2024, menurutnya akan tidak mudah bagi perekonomian dan ekspor Indonesia, dan juga bagi semua negara di dunia.
&quot;Jadi ini tentunya membutuhkan kerja keras, perlu mencari produk-produk ekspor andalan baru bagi Indonesia,&quot; tandas Handito.</content:encoded></item></channel></rss>
