<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tantangan Neraca Dagang, Permintaan Global Melambat</title><description>Kementerian Keuangan mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus USD2,41 miliar pada bulan November 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/18/320/2940946/tantangan-neraca-dagang-permintaan-global-melambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/18/320/2940946/tantangan-neraca-dagang-permintaan-global-melambat"/><item><title>Tantangan Neraca Dagang, Permintaan Global Melambat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/18/320/2940946/tantangan-neraca-dagang-permintaan-global-melambat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/18/320/2940946/tantangan-neraca-dagang-permintaan-global-melambat</guid><pubDate>Senin 18 Desember 2023 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/18/320/2940946/tantangan-neraca-dagang-permintaan-global-melambat-DpWLu5rOI6.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tantangan neraca perdagangan 2024 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/18/320/2940946/tantangan-neraca-dagang-permintaan-global-melambat-DpWLu5rOI6.jpeg</image><title>Tantangan neraca perdagangan 2024 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yMS8xLzE2ODI2NS81L3g4bW9hcnY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Keuangan mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus USD2,41 miliar pada bulan November 2023. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan kinerja neraca perdagangan Indonesia yang masih surplus mencerminkan ketahanan eksternal Indonesia yang masih terjaga di tengah peningkatan risiko global.
&amp;ldquo;Meski demikian, pemerintah akan terus mewaspadai risiko global yang masih eskalatif ini dengan mengoptimalkan peran APBN untuk menyerap gejolak yang terjadi sehingga meminimalisasi dampaknya ke ekonomi nasional,&amp;rdquo; ujar Febrio dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Senin (18/12/2023).

BACA JUGA:
Neraca Perdagangan Surplus Selama 43 Bulan Beruntun


Febrio mengungkapkan kondisi surplus neraca perdagangan pada November 2023 menambah catatan surplus neraca perdagangan Indonesia menjadi 43 bulan berturut-turut. Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia selama Januari hingga November 2023 mengalami surplus USD33,63 miliar.
Di sisi lain, ekspor Indonesia pada bulan November 2023 tercatat USD22,00 miliar, menurun sebesar 0,67% dibandingkan bulan lalu (mtm) dan terkontraksi 8,56% dibandingkan bulan November 2022 (yoy). Sementara itu, secara kumulatif Januari hingga November, ekspor tercatat sebesar USD236,41 miliar. Meskipun demikian, jika dilihat secara volume, ekspor Indonesia pada bulan November masih tumbuh sebesar 6,5% (yoy) atau 7,2% (ytd) secara kumulatif.

BACA JUGA:
Neraca Perdagangan Surplus USD4,62 Miliar, Lanjutkan Tren Positif 43 Bulan Beruntun


Adapun impor Indonesia di bulan November 2023 tercatat sebesar USD19,59 miliar, naik 4,89% dibandingkan bulan lalu (mtm) atau 3,29% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Febrio menjelaskan peningkatan impor didorong oleh impor barang modal dan konsumsi yang tumbuh masing-masing sebesar 13,66% (yoy) dan 19,82% (yoy).
Sumbangan terhadap impor barang konsumsi terbesar berasal dari produk makanan dan minuman untuk rumah tangga yaitu sebesar 31,38%, kemudian disusul produk barang konsumsi setengah tahan lama sebesar 17,24%. Sementara, impor bahan baku atau penolong terkontraksi sebesar 1,05% (yoy).
&amp;ldquo;Secara kumulatif, impor Indonesia pada periode Januari sampai dengan November 2023 mencapai USD202,78 miliar,&amp;rdquo; kata Febrio.
Febrio menyebut perlambatan permintaan global yang mempengaruhi  aktivitas perdagangan tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga  dihadapi oleh negara mitra dagang Indonesia, seperti China dan Amerika  Serikat, yang mencatatkan kontraksi pada aktivitas ekspor dan impornya.  Pada level regional, kontraksi ekspor dan impor juga terjadi di Malaysia  dan Singapura.
&amp;ldquo;Beberapa kebijakan pemerintah seperti keberlanjutan hilirisasi SDA  (sumber daya alam), peningkatan daya saing produk ekspor nasional, dan  diversifikasi negara mitra dagang utama, diharapkan juga mampu tetap  menjaga kinerja positif ekspor Indonesia di tengah aktivitas global yang  masih menantang,&amp;rdquo; tandas Febrio.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yMS8xLzE2ODI2NS81L3g4bW9hcnY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Keuangan mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus USD2,41 miliar pada bulan November 2023. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan kinerja neraca perdagangan Indonesia yang masih surplus mencerminkan ketahanan eksternal Indonesia yang masih terjaga di tengah peningkatan risiko global.
&amp;ldquo;Meski demikian, pemerintah akan terus mewaspadai risiko global yang masih eskalatif ini dengan mengoptimalkan peran APBN untuk menyerap gejolak yang terjadi sehingga meminimalisasi dampaknya ke ekonomi nasional,&amp;rdquo; ujar Febrio dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Senin (18/12/2023).

BACA JUGA:
Neraca Perdagangan Surplus Selama 43 Bulan Beruntun


Febrio mengungkapkan kondisi surplus neraca perdagangan pada November 2023 menambah catatan surplus neraca perdagangan Indonesia menjadi 43 bulan berturut-turut. Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia selama Januari hingga November 2023 mengalami surplus USD33,63 miliar.
Di sisi lain, ekspor Indonesia pada bulan November 2023 tercatat USD22,00 miliar, menurun sebesar 0,67% dibandingkan bulan lalu (mtm) dan terkontraksi 8,56% dibandingkan bulan November 2022 (yoy). Sementara itu, secara kumulatif Januari hingga November, ekspor tercatat sebesar USD236,41 miliar. Meskipun demikian, jika dilihat secara volume, ekspor Indonesia pada bulan November masih tumbuh sebesar 6,5% (yoy) atau 7,2% (ytd) secara kumulatif.

BACA JUGA:
Neraca Perdagangan Surplus USD4,62 Miliar, Lanjutkan Tren Positif 43 Bulan Beruntun


Adapun impor Indonesia di bulan November 2023 tercatat sebesar USD19,59 miliar, naik 4,89% dibandingkan bulan lalu (mtm) atau 3,29% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Febrio menjelaskan peningkatan impor didorong oleh impor barang modal dan konsumsi yang tumbuh masing-masing sebesar 13,66% (yoy) dan 19,82% (yoy).
Sumbangan terhadap impor barang konsumsi terbesar berasal dari produk makanan dan minuman untuk rumah tangga yaitu sebesar 31,38%, kemudian disusul produk barang konsumsi setengah tahan lama sebesar 17,24%. Sementara, impor bahan baku atau penolong terkontraksi sebesar 1,05% (yoy).
&amp;ldquo;Secara kumulatif, impor Indonesia pada periode Januari sampai dengan November 2023 mencapai USD202,78 miliar,&amp;rdquo; kata Febrio.
Febrio menyebut perlambatan permintaan global yang mempengaruhi  aktivitas perdagangan tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga  dihadapi oleh negara mitra dagang Indonesia, seperti China dan Amerika  Serikat, yang mencatatkan kontraksi pada aktivitas ekspor dan impornya.  Pada level regional, kontraksi ekspor dan impor juga terjadi di Malaysia  dan Singapura.
&amp;ldquo;Beberapa kebijakan pemerintah seperti keberlanjutan hilirisasi SDA  (sumber daya alam), peningkatan daya saing produk ekspor nasional, dan  diversifikasi negara mitra dagang utama, diharapkan juga mampu tetap  menjaga kinerja positif ekspor Indonesia di tengah aktivitas global yang  masih menantang,&amp;rdquo; tandas Febrio.</content:encoded></item></channel></rss>
