<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang RI Tambah Rp600 Triliun di 2024   </title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan bahwa pemerintah menarik utang baru senilai Rp600 triliun pada 2024</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/18/320/2940958/utang-ri-tambah-rp600-triliun-di-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/18/320/2940958/utang-ri-tambah-rp600-triliun-di-2024"/><item><title>Utang RI Tambah Rp600 Triliun di 2024   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/18/320/2940958/utang-ri-tambah-rp600-triliun-di-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/18/320/2940958/utang-ri-tambah-rp600-triliun-di-2024</guid><pubDate>Senin 18 Desember 2023 17:43 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amirah Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/18/320/2940958/utang-ri-tambah-rp600-triliun-di-2024-APYZbLfrWq.png" expression="full" type="image/jpeg">Utang RI Bakal Tambah Rp600 Triliun. (Foto: Okezone.com/Freepik)_</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/18/320/2940958/utang-ri-tambah-rp600-triliun-di-2024-APYZbLfrWq.png</image><title>Utang RI Bakal Tambah Rp600 Triliun. (Foto: Okezone.com/Freepik)_</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan bahwa pemerintah menarik utang baru senilai Rp600 triliun pada 2024.
Utang baru tersebut untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 yang ditargetkan naik menjadi sebesar 2,9% atau senilai Rp522,8 triliun, dibandingkan target defisit 2023 sebesar 2,27%.

BACA JUGA:
Apakah Boleh Umrah kalau Masih Punya Utang?

&quot;Secara nominal utang kita bertambah. Tahun depan dengan defisit sekitar 2,9% rata-rata kemungkinan kalau nggak ada penurunan defisit, utang kita bertambah Rp600 triliun,&quot; ujar Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Deni Ridwan, dikutip dari Antara, Senin (18/12/2023).
Deni melanjutkan naiknya angka penarikan utang pada 2024 akan menambah pembiayaan untuk utang pokok dan bunga, namun, menurutnya, rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih terbilang aman.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Terbitkan Utang Rp345 Triliun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Kalau kita bandingkan dengan negara peer, kita dengan debt to GDP makin kecil sekarang sekitar 37 persen. Kalau awal pandemi 40 persen, ini relatif masih rendah let's say ASEAN country Malaysia, Filipina, Thailand mencapai 70 persen,&quot; ujar Deni.Melansir Buku Nota Keuangan 2024, Presiden Joko Widodo bersiap menarik utang baru atau pembiayaan utang senilai Rp648,1 triliun sebagaimana RAPBN 2024, atau naik 14,9 persen year on year (yoy) dibandingkan outlook tahun ini yang senilai Rp406,4 triliun.
Namun demikian, target pembiayaan utang itu menurun apabila dibandingkan target tahun ini dalam APBN 2023 yang senilai Rp696,3 triliun.
Adapun, pembiayaan utang senilai Rp648,1 triliun itu untuk menutup defisit anggaran tahun depan yang ditargetkan senilai Rp522,8 triliun atau 2,29% dari Produk Domestik Bruto (PDB).</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan bahwa pemerintah menarik utang baru senilai Rp600 triliun pada 2024.
Utang baru tersebut untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 yang ditargetkan naik menjadi sebesar 2,9% atau senilai Rp522,8 triliun, dibandingkan target defisit 2023 sebesar 2,27%.

BACA JUGA:
Apakah Boleh Umrah kalau Masih Punya Utang?

&quot;Secara nominal utang kita bertambah. Tahun depan dengan defisit sekitar 2,9% rata-rata kemungkinan kalau nggak ada penurunan defisit, utang kita bertambah Rp600 triliun,&quot; ujar Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Deni Ridwan, dikutip dari Antara, Senin (18/12/2023).
Deni melanjutkan naiknya angka penarikan utang pada 2024 akan menambah pembiayaan untuk utang pokok dan bunga, namun, menurutnya, rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih terbilang aman.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Terbitkan Utang Rp345 Triliun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Kalau kita bandingkan dengan negara peer, kita dengan debt to GDP makin kecil sekarang sekitar 37 persen. Kalau awal pandemi 40 persen, ini relatif masih rendah let's say ASEAN country Malaysia, Filipina, Thailand mencapai 70 persen,&quot; ujar Deni.Melansir Buku Nota Keuangan 2024, Presiden Joko Widodo bersiap menarik utang baru atau pembiayaan utang senilai Rp648,1 triliun sebagaimana RAPBN 2024, atau naik 14,9 persen year on year (yoy) dibandingkan outlook tahun ini yang senilai Rp406,4 triliun.
Namun demikian, target pembiayaan utang itu menurun apabila dibandingkan target tahun ini dalam APBN 2023 yang senilai Rp696,3 triliun.
Adapun, pembiayaan utang senilai Rp648,1 triliun itu untuk menutup defisit anggaran tahun depan yang ditargetkan senilai Rp522,8 triliun atau 2,29% dari Produk Domestik Bruto (PDB).</content:encoded></item></channel></rss>
