<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Boikot Produk Pro Israel Berdampak Besar pada Ekonomi Indonesia</title><description>Aksi boikot produk yang berafiliasi dengan Israel membawa efek domino ke berbagai bidang usaha.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/19/320/2941499/boikot-produk-pro-israel-berdampak-besar-pada-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/19/320/2941499/boikot-produk-pro-israel-berdampak-besar-pada-ekonomi-indonesia"/><item><title>Boikot Produk Pro Israel Berdampak Besar pada Ekonomi Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/19/320/2941499/boikot-produk-pro-israel-berdampak-besar-pada-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/19/320/2941499/boikot-produk-pro-israel-berdampak-besar-pada-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Selasa 19 Desember 2023 15:28 WIB</pubDate><dc:creator>Meliana Tesa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/19/320/2941499/boikot-produk-pro-israel-berdampak-besar-pada-ekonomi-indonesia-0CJJLRH1vD.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Aksi boikot produk berdampak ke ekonomi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/19/320/2941499/boikot-produk-pro-israel-berdampak-besar-pada-ekonomi-indonesia-0CJJLRH1vD.jpeg</image><title>Aksi boikot produk berdampak ke ekonomi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNy80LzE3MzgyNC81L3g4cHBkM3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Aksi boikot produk yang berafiliasi dengan Israel membawa efek domino ke berbagai bidang usaha dan ekonomi. Aksi yang dianggap akan melemahkan Israel ini ternyata malah memberikan dampak langsung kepada perekonomian Indonesia.
Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam mengatakan bahwa aksi penolakan produk pro Israel merupakan langkah politik dan bukan langkah ekonomi, sehingga memerlukan arahan yang jelas dari pemerintah.

BACA JUGA:
Setelah Gaza, Israel Bersiap Invasi Lebanon


&amp;ldquo;Dalam hal ini, kita butuh kehadiran negara. Negara harus mengatakan mana yang diboikot, mengapa mereka diboikot. Kita harus punya gambaran jelas dan tidak menghakimi seenaknya. Apalagi ada perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Amerika yang sebenarnya produk lokal dan diciptakan oleh orang lokal,&amp;rdquo; jelas Piter, Selasa (19/12/2023).
Dia menegaskan bahwa penting bagi masyarakat untuk memahami secara jelas kebenaran dan sumber fakta dari daftar produk yang diboikot dan mengingatkan banyak gerai-gerai multinasional di Indonesia yang dimiliki oleh orang Indonesia asli dan menjalankan seluruh kegiatan operasionalnya di dalam negeri, termasuk menggunakan pemasok bahan baku (supplier) lokal.

BACA JUGA:
Hamas Rilis Video Tunjukkan 3 Sandera Lansia Israel, Militer Israel Meradang


&amp;ldquo;Dalam pengertian ekonomi, boikot itu lebih banyak mudharatnya untuk Indonesia dibanding Israel. Dampak kepada Indonesia itu langsung dirasakan terutama bagi mereka yang bekerja di perusahaan yang diboikot dan para supplier,&amp;rdquo; tambah Piter.
Piter menjelaskan bahwa aksi boikot yang tidak terarah dapat memicu risiko PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), oleh karena itu pemerintah perlu hadir untuk melakukan tindakan mitigasi dan melindungi para pekerja Indonesia.
Terlepas dari efek domino penolakan produk yang dituduh terafiliasi  dengan Israel, beberapa pihak beranggapan bahwa UMKM dapat menyerap  mereka yang terdampak PHK dan potensi PHK yang mungkin akan terjadi di  depan dapat diatasi dengan penyerapan tenaga kerja ke sektor UMKM.  Namun, jika dilihat secara keseluruhan, UMKM juga merupakan pihak yang  terdampak karena merupakan bagian dari supply chain yang terbentuk dalam  ekosistem bisnis perusahaan multinasional.
Sebab itu, Piter meminta pemerintah hadir dan memberikan solusi.  Caranya dengan memberikan kejelasan informasi mengenai perusahaan apa  saja yang terbukti dan tidak terbukti terafiliasi dengan Israel.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNy80LzE3MzgyNC81L3g4cHBkM3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Aksi boikot produk yang berafiliasi dengan Israel membawa efek domino ke berbagai bidang usaha dan ekonomi. Aksi yang dianggap akan melemahkan Israel ini ternyata malah memberikan dampak langsung kepada perekonomian Indonesia.
Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam mengatakan bahwa aksi penolakan produk pro Israel merupakan langkah politik dan bukan langkah ekonomi, sehingga memerlukan arahan yang jelas dari pemerintah.

BACA JUGA:
Setelah Gaza, Israel Bersiap Invasi Lebanon


&amp;ldquo;Dalam hal ini, kita butuh kehadiran negara. Negara harus mengatakan mana yang diboikot, mengapa mereka diboikot. Kita harus punya gambaran jelas dan tidak menghakimi seenaknya. Apalagi ada perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Amerika yang sebenarnya produk lokal dan diciptakan oleh orang lokal,&amp;rdquo; jelas Piter, Selasa (19/12/2023).
Dia menegaskan bahwa penting bagi masyarakat untuk memahami secara jelas kebenaran dan sumber fakta dari daftar produk yang diboikot dan mengingatkan banyak gerai-gerai multinasional di Indonesia yang dimiliki oleh orang Indonesia asli dan menjalankan seluruh kegiatan operasionalnya di dalam negeri, termasuk menggunakan pemasok bahan baku (supplier) lokal.

BACA JUGA:
Hamas Rilis Video Tunjukkan 3 Sandera Lansia Israel, Militer Israel Meradang


&amp;ldquo;Dalam pengertian ekonomi, boikot itu lebih banyak mudharatnya untuk Indonesia dibanding Israel. Dampak kepada Indonesia itu langsung dirasakan terutama bagi mereka yang bekerja di perusahaan yang diboikot dan para supplier,&amp;rdquo; tambah Piter.
Piter menjelaskan bahwa aksi boikot yang tidak terarah dapat memicu risiko PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), oleh karena itu pemerintah perlu hadir untuk melakukan tindakan mitigasi dan melindungi para pekerja Indonesia.
Terlepas dari efek domino penolakan produk yang dituduh terafiliasi  dengan Israel, beberapa pihak beranggapan bahwa UMKM dapat menyerap  mereka yang terdampak PHK dan potensi PHK yang mungkin akan terjadi di  depan dapat diatasi dengan penyerapan tenaga kerja ke sektor UMKM.  Namun, jika dilihat secara keseluruhan, UMKM juga merupakan pihak yang  terdampak karena merupakan bagian dari supply chain yang terbentuk dalam  ekosistem bisnis perusahaan multinasional.
Sebab itu, Piter meminta pemerintah hadir dan memberikan solusi.  Caranya dengan memberikan kejelasan informasi mengenai perusahaan apa  saja yang terbukti dan tidak terbukti terafiliasi dengan Israel.</content:encoded></item></channel></rss>
