<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perdagangan Halal RI Turun 16,35% hingga Oktober 2023</title><description>Total perdagangan halal Indonesia, baik ekspor maupun impor mencapai USD53,4 miliar atau sekitar Rp828,23 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/19/320/2941511/perdagangan-halal-ri-turun-16-35-hingga-oktober-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/19/320/2941511/perdagangan-halal-ri-turun-16-35-hingga-oktober-2023"/><item><title>Perdagangan Halal RI Turun 16,35% hingga Oktober 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/19/320/2941511/perdagangan-halal-ri-turun-16-35-hingga-oktober-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/19/320/2941511/perdagangan-halal-ri-turun-16-35-hingga-oktober-2023</guid><pubDate>Selasa 19 Desember 2023 15:49 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/19/320/2941511/perdagangan-halal-ri-turun-16-35-hingga-oktober-2023-6u0T6wm4fZ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Perdagangan halal di RI turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/19/320/2941511/perdagangan-halal-ri-turun-16-35-hingga-oktober-2023-6u0T6wm4fZ.jpeg</image><title>Perdagangan halal di RI turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMi8xLzE3NDAzOS81L3g4cHU3YjQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Nilai perdagangan halal RI turun 16,35%. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didi Sumedi mengungkapkan, pada periode Januari hingga Oktober 2023, total perdagangan halal Indonesia, baik ekspor maupun impor mencapai USD53,4 miliar atau sekitar Rp828,23 triliun (Kurs: Rp15.510 per USD).

BACA JUGA:
Jakarta Halal Festival Kembali Digelar 22-25 Desember, Targetkan 50 Ribu Pengunjung

&quot;Total perdagangan halal kita baik ekspor maupun impor mencapai USD53,4 miliar. Produk halal ekspornya itu mencapai USD42,3 miliar, tapi itu yg linenya kuning itu ada titiknya itu USD42,3 miliar, dan impornya USD11,1 miliar,&quot; ungkap Didi dalam acara Media Briefing Publikasi Kinerja Ekspor Produk Halal Indonesia di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2023).
Menurutnya, angka tersebut turun jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2022 yang mencapai USD75,4 miliar atau turun 16,35%.

BACA JUGA:
Bidik Pasar Muslimah, Mahveen Skincare Tampil di Halal Fair ICE BSD

&quot;Tapi saya sampaikan tadi bahwa secara volume di Januari-Oktober 2023 itu tidak kalah, kita volume ekspornya di banding tahun 2022. Sehingga sebetulnya kemampuan ekspor kita sepanjang ini baik-baik saja,&quot; ujarnya.
Di sisi lain neraca perdagangan terkait produk halal Indonesia periode Januari-Oktober 2023 mengalami surplus sebesar USD37,3 miliar.
&quot;Alhamdulillah sepanjang ini kita bisa membubuhkan surplus terus dari  neraca perdagangan terkait produk halal. Di tahun 2023 Januari-Oktober,  surplus kita perdagangan halal itu sebesar USD37,3 miliar, memang turun  dibanding tahun 2022 di periode yang sama,&quot; tuturnya.
Didi berharap, impor produk halal semakin menurun karena pihaknya  berencana untuk melakukan substitusi produk-produk halal yang selama ini  diimpor.
&quot;Memang contoh beberapa kosmetik misalnya, kosmetik itu kayak  merek-merek brand ternama yang agak sulit disubsitusi, tapi sebetulnya  bisa itu disubsitusi dengan kesadaran bahwa rakyat Indonesia terutama di  kaum muslim misalnya hanya akan menggunakan kosmetik yang halal,  sehingga produk yang belum ada halalnya dari luar negeri kosmetik sudah  ditinggalkan. Ini yang membantu gerakan konsumsi halal nasional,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMi8xLzE3NDAzOS81L3g4cHU3YjQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Nilai perdagangan halal RI turun 16,35%. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didi Sumedi mengungkapkan, pada periode Januari hingga Oktober 2023, total perdagangan halal Indonesia, baik ekspor maupun impor mencapai USD53,4 miliar atau sekitar Rp828,23 triliun (Kurs: Rp15.510 per USD).

BACA JUGA:
Jakarta Halal Festival Kembali Digelar 22-25 Desember, Targetkan 50 Ribu Pengunjung

&quot;Total perdagangan halal kita baik ekspor maupun impor mencapai USD53,4 miliar. Produk halal ekspornya itu mencapai USD42,3 miliar, tapi itu yg linenya kuning itu ada titiknya itu USD42,3 miliar, dan impornya USD11,1 miliar,&quot; ungkap Didi dalam acara Media Briefing Publikasi Kinerja Ekspor Produk Halal Indonesia di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2023).
Menurutnya, angka tersebut turun jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2022 yang mencapai USD75,4 miliar atau turun 16,35%.

BACA JUGA:
Bidik Pasar Muslimah, Mahveen Skincare Tampil di Halal Fair ICE BSD

&quot;Tapi saya sampaikan tadi bahwa secara volume di Januari-Oktober 2023 itu tidak kalah, kita volume ekspornya di banding tahun 2022. Sehingga sebetulnya kemampuan ekspor kita sepanjang ini baik-baik saja,&quot; ujarnya.
Di sisi lain neraca perdagangan terkait produk halal Indonesia periode Januari-Oktober 2023 mengalami surplus sebesar USD37,3 miliar.
&quot;Alhamdulillah sepanjang ini kita bisa membubuhkan surplus terus dari  neraca perdagangan terkait produk halal. Di tahun 2023 Januari-Oktober,  surplus kita perdagangan halal itu sebesar USD37,3 miliar, memang turun  dibanding tahun 2022 di periode yang sama,&quot; tuturnya.
Didi berharap, impor produk halal semakin menurun karena pihaknya  berencana untuk melakukan substitusi produk-produk halal yang selama ini  diimpor.
&quot;Memang contoh beberapa kosmetik misalnya, kosmetik itu kayak  merek-merek brand ternama yang agak sulit disubsitusi, tapi sebetulnya  bisa itu disubsitusi dengan kesadaran bahwa rakyat Indonesia terutama di  kaum muslim misalnya hanya akan menggunakan kosmetik yang halal,  sehingga produk yang belum ada halalnya dari luar negeri kosmetik sudah  ditinggalkan. Ini yang membantu gerakan konsumsi halal nasional,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
