<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Sangat Tergantung Energi Fosil, Ini Buktinya   </title><description>Kementerian ESDM mengakui bahwa Indonesia masih bergantung pada energi fosil seperti batu bara, minyak dan gas</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/20/320/2941896/ri-sangat-tergantung-energi-fosil-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/20/320/2941896/ri-sangat-tergantung-energi-fosil-ini-buktinya"/><item><title>RI Sangat Tergantung Energi Fosil, Ini Buktinya   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/20/320/2941896/ri-sangat-tergantung-energi-fosil-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/20/320/2941896/ri-sangat-tergantung-energi-fosil-ini-buktinya</guid><pubDate>Rabu 20 Desember 2023 08:39 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/20/320/2941896/ri-sangat-tergantung-energi-fosil-ini-buktinya-dVUfkw94Lk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Sangat Tergantung dengan Energi Fosil. (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/20/320/2941896/ri-sangat-tergantung-energi-fosil-ini-buktinya-dVUfkw94Lk.jpg</image><title>RI Sangat Tergantung dengan Energi Fosil. (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian ESDM mengakui bahwa Indonesia masih bergantung pada energi fosil seperti batu bara, minyak dan gas.
&quot;Saat ini ketergantungan indonesia terhadap energi fosil masih sangat tinggi di mana pada bauran energi primer per Agustus 2023, porsi batu bara 38,8%,&amp;rdquo; jelasnya Staf Khusus Menteri ESDM bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu Bara Irwandy Arif, pada acara Indonesia Mineral and Energy Conference di Jakarta, Selasa (19/12/2023).

BACA JUGA:
KTT ASEAN-Korea, Jokowi Harap Ketergantungan Energi Fosil Bisa Dikurangi

Selain batu bara, RI juga masih bergantung pada sumber energi fosil lainnya seperti minyak bumi di mana pada periode yang sama tercatat 31,6%, sedangkan gas bumi 17,4%.
Di sisi lain, pemanfaatan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) hanya sebesar 12,2%.

BACA JUGA:
Jurus ESDM Atasi Intermitensi Pembangkit Listrik Energi Bersih

&amp;ldquo;Sektor migas masih merupakan SDA yang memiliki kontribusi besar terhadap negara meningkatkan ketahanan energi nasional maupun sebagai sumber penerimaan negara,&amp;rdquo; paparnya.Lebih lanjut, Irwandy menjelaskan bahwa terhitung hingga Agustus 2023 Indonesia baru memproduksi minyak sebesar 597 ribu barel per hari (bph) padahal produksi minyak diharapkan bisa mencapai 600 ribu bph di akhir 2023. Harapan tersebut terlihat jauh dari target awal 2023 yang seharusnya produksi minyak mencapai 660 ribu bph.
&amp;ldquo;Di 2024 lifting (produksi minyak bumi) ditargetkan 625 ribu boepd,&amp;rdquo; imbuhnya.
Dia menamnahkan, meski produksi minyak tidak mencapai target, produksi gas dalam negeri sudah meampaui target tahun ini.
&amp;ldquo;Lifting gas bumi sekitar 1.129.000 boepd dan telah melampaui target 1.100.000 boepd,&amp;rdquo; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian ESDM mengakui bahwa Indonesia masih bergantung pada energi fosil seperti batu bara, minyak dan gas.
&quot;Saat ini ketergantungan indonesia terhadap energi fosil masih sangat tinggi di mana pada bauran energi primer per Agustus 2023, porsi batu bara 38,8%,&amp;rdquo; jelasnya Staf Khusus Menteri ESDM bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu Bara Irwandy Arif, pada acara Indonesia Mineral and Energy Conference di Jakarta, Selasa (19/12/2023).

BACA JUGA:
KTT ASEAN-Korea, Jokowi Harap Ketergantungan Energi Fosil Bisa Dikurangi

Selain batu bara, RI juga masih bergantung pada sumber energi fosil lainnya seperti minyak bumi di mana pada periode yang sama tercatat 31,6%, sedangkan gas bumi 17,4%.
Di sisi lain, pemanfaatan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) hanya sebesar 12,2%.

BACA JUGA:
Jurus ESDM Atasi Intermitensi Pembangkit Listrik Energi Bersih

&amp;ldquo;Sektor migas masih merupakan SDA yang memiliki kontribusi besar terhadap negara meningkatkan ketahanan energi nasional maupun sebagai sumber penerimaan negara,&amp;rdquo; paparnya.Lebih lanjut, Irwandy menjelaskan bahwa terhitung hingga Agustus 2023 Indonesia baru memproduksi minyak sebesar 597 ribu barel per hari (bph) padahal produksi minyak diharapkan bisa mencapai 600 ribu bph di akhir 2023. Harapan tersebut terlihat jauh dari target awal 2023 yang seharusnya produksi minyak mencapai 660 ribu bph.
&amp;ldquo;Di 2024 lifting (produksi minyak bumi) ditargetkan 625 ribu boepd,&amp;rdquo; imbuhnya.
Dia menamnahkan, meski produksi minyak tidak mencapai target, produksi gas dalam negeri sudah meampaui target tahun ini.
&amp;ldquo;Lifting gas bumi sekitar 1.129.000 boepd dan telah melampaui target 1.100.000 boepd,&amp;rdquo; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
