<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dapen BUMN Butuh Top Up Dana Triliunan Rupiah   </title><description>Dana pensiunan (dapen) BUMN butuh tambahan modal alias top up belasan triliun Rupiah</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/20/320/2941915/dapen-bumn-butuh-top-up-dana-triliunan-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/20/320/2941915/dapen-bumn-butuh-top-up-dana-triliunan-rupiah"/><item><title>Dapen BUMN Butuh Top Up Dana Triliunan Rupiah   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/20/320/2941915/dapen-bumn-butuh-top-up-dana-triliunan-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/20/320/2941915/dapen-bumn-butuh-top-up-dana-triliunan-rupiah</guid><pubDate>Rabu 20 Desember 2023 09:26 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/20/320/2941915/dapen-bumn-butuh-top-up-dana-triliunan-rupiah-cAOPSOZnOX.png" expression="full" type="image/jpeg">Dana Pensiun BUMN Butuh Top Up Dana. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/20/320/2941915/dapen-bumn-butuh-top-up-dana-triliunan-rupiah-cAOPSOZnOX.png</image><title>Dana Pensiun BUMN Butuh Top Up Dana. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menilai dana pensiunan (dapen) BUMN butuh tambahan modal alias top up belasan triliun Rupiah. Sumber anggaran nantinya berasal dari masing-masing perseroan selaku pemilik dapen.
Menteri BUMN Erick Thohir menerangkan, tambahan modal diperlukan untuk menyelesaikan dapen yang bermasalah saat ini. Proses top up pun membutuhkan waktu 2-3 tahun, bahkan lebih dari itu.

BACA JUGA:
5 Investasi untuk Dana Pensiun

Kendati begitu, hingga dana pensiun sejumlah perseroan negara diusut pemegang saham, BPKP, dan Kejaksaan Agung (Kejagung), aksi penambahan modal itu belum dilakukan.
&amp;ldquo;Ya itu top up itu masing-masing BUMN, (sudah ada top up?) belum itu 2-3 tahun, yang saya bilang bisa lebih, tergantung BUMN-nya,&amp;rdquo; ucap Erick kepada wartawan, ditulis Rabu (20/12/2023).

BACA JUGA:
Hasil Pemeriksaan BPKP pada 2 Dana Pensiun BUMN Selesai, Erick Thohir: Nah Kita Tunggu

Menurutnya, penambahan modal untuk dapen tergantung kondisi keuangan atau cash flow masing-masing perusahaan. Di mana, selama 3 tahun manajemen bisa melakukan top up dengan cara mencicil.
&amp;ldquo;Pemiliknya kan bukan government, pemiliknya BUMN-nya, dia wajib top up. Kalau top up setahun langsung bersih, kalau nyicil 2-3 tahun selesai,&amp;rdquo; paparnya.Erick juga menegaskan keamanan dapen diperlukan baik dari sisi kebijakan, pengelolaan, hingga investasi. Manajemen keuangan dapen BUMN pun harus diisi oleh orang-orang yang memahami mengenai keuangan, bukan para pensiunan.
&amp;ldquo;Mereka pensiunan sebagai perwakilan mengawasi boleh, tapi kalau tidak expert-nya jangan, apalagi nanti yang marketing dateng yang agak-agak beautiful, dirayu-rayu pensiunan, wah Rp5 miliar deh saya taruh, itu yang terjadi kan, nah ini yang kita jaga karena mereka jangan sampai udah nabung kecil, di hari tuanya begitu perlu, uangnya hilang gitu,&amp;rdquo; beber dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menilai dana pensiunan (dapen) BUMN butuh tambahan modal alias top up belasan triliun Rupiah. Sumber anggaran nantinya berasal dari masing-masing perseroan selaku pemilik dapen.
Menteri BUMN Erick Thohir menerangkan, tambahan modal diperlukan untuk menyelesaikan dapen yang bermasalah saat ini. Proses top up pun membutuhkan waktu 2-3 tahun, bahkan lebih dari itu.

BACA JUGA:
5 Investasi untuk Dana Pensiun

Kendati begitu, hingga dana pensiun sejumlah perseroan negara diusut pemegang saham, BPKP, dan Kejaksaan Agung (Kejagung), aksi penambahan modal itu belum dilakukan.
&amp;ldquo;Ya itu top up itu masing-masing BUMN, (sudah ada top up?) belum itu 2-3 tahun, yang saya bilang bisa lebih, tergantung BUMN-nya,&amp;rdquo; ucap Erick kepada wartawan, ditulis Rabu (20/12/2023).

BACA JUGA:
Hasil Pemeriksaan BPKP pada 2 Dana Pensiun BUMN Selesai, Erick Thohir: Nah Kita Tunggu

Menurutnya, penambahan modal untuk dapen tergantung kondisi keuangan atau cash flow masing-masing perusahaan. Di mana, selama 3 tahun manajemen bisa melakukan top up dengan cara mencicil.
&amp;ldquo;Pemiliknya kan bukan government, pemiliknya BUMN-nya, dia wajib top up. Kalau top up setahun langsung bersih, kalau nyicil 2-3 tahun selesai,&amp;rdquo; paparnya.Erick juga menegaskan keamanan dapen diperlukan baik dari sisi kebijakan, pengelolaan, hingga investasi. Manajemen keuangan dapen BUMN pun harus diisi oleh orang-orang yang memahami mengenai keuangan, bukan para pensiunan.
&amp;ldquo;Mereka pensiunan sebagai perwakilan mengawasi boleh, tapi kalau tidak expert-nya jangan, apalagi nanti yang marketing dateng yang agak-agak beautiful, dirayu-rayu pensiunan, wah Rp5 miliar deh saya taruh, itu yang terjadi kan, nah ini yang kita jaga karena mereka jangan sampai udah nabung kecil, di hari tuanya begitu perlu, uangnya hilang gitu,&amp;rdquo; beber dia.</content:encoded></item></channel></rss>
