<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atikoh Dicurhati Perajin Tahu Soal Kedelai Langka</title><description>Siti Atikoh Supriyanti dicurhati perajin tahu soal ketersediaan bahan  baku dan kualitas bahan lokal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/20/320/2942181/atikoh-dicurhati-perajin-tahu-soal-kedelai-langka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/20/320/2942181/atikoh-dicurhati-perajin-tahu-soal-kedelai-langka"/><item><title>Atikoh Dicurhati Perajin Tahu Soal Kedelai Langka</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/20/320/2942181/atikoh-dicurhati-perajin-tahu-soal-kedelai-langka</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/20/320/2942181/atikoh-dicurhati-perajin-tahu-soal-kedelai-langka</guid><pubDate>Rabu 20 Desember 2023 15:58 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/20/320/2942181/atikoh-dicurhati-perajin-tahu-soal-kedelai-langka-9TSER0LisG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Atikoh dicurhati soal kedelai langka (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/20/320/2942181/atikoh-dicurhati-perajin-tahu-soal-kedelai-langka-9TSER0LisG.jpg</image><title>Atikoh dicurhati soal kedelai langka (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xNy8xLzE3NTIyOC81L3g4cW40OHY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
GRESIK - Siti Atikoh Supriyanti dicurhati perajin tahu soal ketersediaan bahan baku dan kualitas bahan lokal ketika dirinya berkunjung ke UD. Sumber Makmur, di Desa Gadingwatu, Menganti, Gresik.
Tampak perwakilan sejumlah pemilik usaha tahu ikut menyambut Atikoh. Mereka lalu mengajak Atikoh melihat produksi tahu dan berinteraksi di sana.

BACA JUGA:
Aksi Siti Atikoh Saring Kedelai hingga Potong Tahu di Gresik


&quot;Karena mereka masalah utamanya adalah ketersediaan kedelai yang selama ini bergantung pada impor. Sehingga ketika keran impornya ditutup, itu mereka agak kesulitan,&quot; ucapnya, Rabu (20/12/2023).
Lulusan UGM Fakultas Pertanian itu mengatakan, perlu komitmen kuat pemerintah dalam hal kedaulatan pangan. Soal kedelai misalnya, riset mesti diperbanyak untuk menemukan bibit kedelai berkualitas baik.

BACA JUGA:
Siti Atikoh Dicurhati Perajin Tahu soal Bahan Baku


&quot;Perlu ada upaya dari kita agar kedaulatan pangannya benar-benar tercapai, itu kita harus melakukan banyak riset terkait dengan bibit untuk kedelai yang sangat bisa produktif di Indonesia,&quot; katanya.
Diakui Atikoh, dari keluhan perajin tahu itu dirinya jadi mengetahui bahwa ada kedelai lokal yang kualitasnya cukup bagus. Mereka saat ini menggunakan kedelai dari Grobogan, sebelumnya, mereka pernah menggunakan kedelai yang berasal dari tanah Sumbawa dan Bima.
&quot;Karena sebetulnya ada di beberapa tempat tanahnya potensial, seperti  Sumbawa, Bima. Kalau selama ini mungkin lebih bergantung pada yang di  Grobogan,&quot; lanjut istri dari Calon Presiden Nomor Urut 3 Ganjar Pranowo  tersebut.
Atikoh mengatakan, penggunaan kedelai lokal untuk bahan baku tempe  dan tahu sejatinya bisa menghasilkan rasa lebih enak. Hanya saja,  ketahanannya belum sebaik kedelai impor.
&quot;Kalau dari sisi kualitas, rasa menggunakan kedelai lokal itu lebih  enak. Cuma mungkin dari sisi ketahanannya, ini bisa by riset untuk bisa  tahu (cara) mereka tetap kuat tidak basi,&quot; tuturnya
Tak hanya itu, Atikoh juga mencatat keluhan perajin tahu soal subsidi  harga bahan baku. Mereka mengatakan, selama ini subsidi hanya diberikan  kepada tengkulak.
&quot;Harapannya juga bisa diberikan langsung kepada para perajin tahu subsidi harga bahan baku,&quot; pungkas Atikoh.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xNy8xLzE3NTIyOC81L3g4cW40OHY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
GRESIK - Siti Atikoh Supriyanti dicurhati perajin tahu soal ketersediaan bahan baku dan kualitas bahan lokal ketika dirinya berkunjung ke UD. Sumber Makmur, di Desa Gadingwatu, Menganti, Gresik.
Tampak perwakilan sejumlah pemilik usaha tahu ikut menyambut Atikoh. Mereka lalu mengajak Atikoh melihat produksi tahu dan berinteraksi di sana.

BACA JUGA:
Aksi Siti Atikoh Saring Kedelai hingga Potong Tahu di Gresik


&quot;Karena mereka masalah utamanya adalah ketersediaan kedelai yang selama ini bergantung pada impor. Sehingga ketika keran impornya ditutup, itu mereka agak kesulitan,&quot; ucapnya, Rabu (20/12/2023).
Lulusan UGM Fakultas Pertanian itu mengatakan, perlu komitmen kuat pemerintah dalam hal kedaulatan pangan. Soal kedelai misalnya, riset mesti diperbanyak untuk menemukan bibit kedelai berkualitas baik.

BACA JUGA:
Siti Atikoh Dicurhati Perajin Tahu soal Bahan Baku


&quot;Perlu ada upaya dari kita agar kedaulatan pangannya benar-benar tercapai, itu kita harus melakukan banyak riset terkait dengan bibit untuk kedelai yang sangat bisa produktif di Indonesia,&quot; katanya.
Diakui Atikoh, dari keluhan perajin tahu itu dirinya jadi mengetahui bahwa ada kedelai lokal yang kualitasnya cukup bagus. Mereka saat ini menggunakan kedelai dari Grobogan, sebelumnya, mereka pernah menggunakan kedelai yang berasal dari tanah Sumbawa dan Bima.
&quot;Karena sebetulnya ada di beberapa tempat tanahnya potensial, seperti  Sumbawa, Bima. Kalau selama ini mungkin lebih bergantung pada yang di  Grobogan,&quot; lanjut istri dari Calon Presiden Nomor Urut 3 Ganjar Pranowo  tersebut.
Atikoh mengatakan, penggunaan kedelai lokal untuk bahan baku tempe  dan tahu sejatinya bisa menghasilkan rasa lebih enak. Hanya saja,  ketahanannya belum sebaik kedelai impor.
&quot;Kalau dari sisi kualitas, rasa menggunakan kedelai lokal itu lebih  enak. Cuma mungkin dari sisi ketahanannya, ini bisa by riset untuk bisa  tahu (cara) mereka tetap kuat tidak basi,&quot; tuturnya
Tak hanya itu, Atikoh juga mencatat keluhan perajin tahu soal subsidi  harga bahan baku. Mereka mengatakan, selama ini subsidi hanya diberikan  kepada tengkulak.
&quot;Harapannya juga bisa diberikan langsung kepada para perajin tahu subsidi harga bahan baku,&quot; pungkas Atikoh.</content:encoded></item></channel></rss>
