<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dana Pensiun BUMN Tak Dikelola Ahli Keuangan dan Investasi, Erick Thohir Buka Suara</title><description>Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan dana pensiun (dapen) BUMN bukan hanya soal imbal hasil (return).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942283/dana-pensiun-bumn-tak-dikelola-ahli-keuangan-dan-investasi-erick-thohir-buka-suara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942283/dana-pensiun-bumn-tak-dikelola-ahli-keuangan-dan-investasi-erick-thohir-buka-suara"/><item><title>Dana Pensiun BUMN Tak Dikelola Ahli Keuangan dan Investasi, Erick Thohir Buka Suara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942283/dana-pensiun-bumn-tak-dikelola-ahli-keuangan-dan-investasi-erick-thohir-buka-suara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942283/dana-pensiun-bumn-tak-dikelola-ahli-keuangan-dan-investasi-erick-thohir-buka-suara</guid><pubDate>Kamis 21 Desember 2023 07:32 WIB</pubDate><dc:creator>Fadila Nur Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/20/320/2942283/dana-pensiun-bumn-tak-dikelola-ahli-keuangan-dan-investasi-erick-thohir-buka-suara-z9ObtqkxEh.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir buka-bukaan soal dana pensiun BUMN. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/20/320/2942283/dana-pensiun-bumn-tak-dikelola-ahli-keuangan-dan-investasi-erick-thohir-buka-suara-z9ObtqkxEh.JPG</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir buka-bukaan soal dana pensiun BUMN. (Foto: MPI)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMy8xLzE3NTEwMy81L3g4cWk4azQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan dana pensiun (dapen) BUMN bukan hanya soal imbal hasil (return), tapi harus didasarkan pada tata kelola investasi dan keamanan yang sesuai dengan prinsip good corporate governance (GCG).

Sebab para pensiunan pasti mengharapkan keamanan atas dana yang diinvestasikan di BUMN.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hasil Pemeriksaan BPKP pada 2 Dana Pensiun BUMN Selesai, Erick Thohir: Nah Kita Tunggu

Karena anggaran tersebut akan digunakan di masa tua mereka nantinya.

&amp;ldquo;Tapi sinergi policy management, investasinya, apa segala macem, harus GCG, karena pensiunan ini mengharapkan keamanan, bukan hanya return yang besar untuk hanya goreng-goreng saham,&amp;rdquo; ucap Erick kepada wartawan ditulis, Rabu, 12 Desember 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dana Pensiun Lembaga Keuangan BRI Kelola Aset Rp21 Triliun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dalam manajemen keuangan dapen juga harus diisi oleh orang-orang yang ahli dalam keuangan dan investasi. Saat ini dapen BUMN justru dikelola oleh para pensiunan yang tidak ahli di bidang tersebut.

&amp;ldquo;Dan saya nge-push manajemen keuangan dapen harus orang yang ngerti mengenai keuangan, bukan pensiunan. Mereka pensiunan sebagai perwakilan mengawasi boleh, tapi kalau tidak expert-nya jangan,&amp;rdquo; paparnya.



Kementerian BUMN juga menilai dapen perusahaan pelat merah butuh tambahan modal alias top up belasan triliun rupiah. Sumber anggaran nantinya berasal dari masing-masing perseroan selaku pemilik dapen.



Erick menambahkan, tambahan modal diperlukan untuk menyelesaikan dapen yang bermasalah saat ini. Proses top up pun membutuhkan waktu 2-3 tahun, bahkan lebih dari itu.



&amp;ldquo;Ya itu top up itu masing-masing BUMN, (sudah ada top up?) belum itu 2-3 tahun, yang saya bilang bisa lebih, tergantung BUMN-nya,&amp;rdquo; ujarnya.



Erick mengatakan penambahan modal untuk dapen tergantung kondisi keuangan atau cash flow masing-masing perusahaan. Di mana, selama 3 tahun manajemen bisa melakukan top up dengan cara mencicil.



&amp;ldquo;Pemiliknya bukan government, pemiliknya BUMN-nya, dia wajib top up. Kalau top up setahun langsung bersih, kalau nyicil 2-3 tahun selesai,&amp;rdquo; pungkas Erick.





Baca Selengkapnya: Duh, Dana Pensiun BUMN Tidak Dikelola Ahli Keuangan dan Investasi


</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMy8xLzE3NTEwMy81L3g4cWk4azQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan dana pensiun (dapen) BUMN bukan hanya soal imbal hasil (return), tapi harus didasarkan pada tata kelola investasi dan keamanan yang sesuai dengan prinsip good corporate governance (GCG).

Sebab para pensiunan pasti mengharapkan keamanan atas dana yang diinvestasikan di BUMN.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hasil Pemeriksaan BPKP pada 2 Dana Pensiun BUMN Selesai, Erick Thohir: Nah Kita Tunggu

Karena anggaran tersebut akan digunakan di masa tua mereka nantinya.

&amp;ldquo;Tapi sinergi policy management, investasinya, apa segala macem, harus GCG, karena pensiunan ini mengharapkan keamanan, bukan hanya return yang besar untuk hanya goreng-goreng saham,&amp;rdquo; ucap Erick kepada wartawan ditulis, Rabu, 12 Desember 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dana Pensiun Lembaga Keuangan BRI Kelola Aset Rp21 Triliun&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dalam manajemen keuangan dapen juga harus diisi oleh orang-orang yang ahli dalam keuangan dan investasi. Saat ini dapen BUMN justru dikelola oleh para pensiunan yang tidak ahli di bidang tersebut.

&amp;ldquo;Dan saya nge-push manajemen keuangan dapen harus orang yang ngerti mengenai keuangan, bukan pensiunan. Mereka pensiunan sebagai perwakilan mengawasi boleh, tapi kalau tidak expert-nya jangan,&amp;rdquo; paparnya.



Kementerian BUMN juga menilai dapen perusahaan pelat merah butuh tambahan modal alias top up belasan triliun rupiah. Sumber anggaran nantinya berasal dari masing-masing perseroan selaku pemilik dapen.



Erick menambahkan, tambahan modal diperlukan untuk menyelesaikan dapen yang bermasalah saat ini. Proses top up pun membutuhkan waktu 2-3 tahun, bahkan lebih dari itu.



&amp;ldquo;Ya itu top up itu masing-masing BUMN, (sudah ada top up?) belum itu 2-3 tahun, yang saya bilang bisa lebih, tergantung BUMN-nya,&amp;rdquo; ujarnya.



Erick mengatakan penambahan modal untuk dapen tergantung kondisi keuangan atau cash flow masing-masing perusahaan. Di mana, selama 3 tahun manajemen bisa melakukan top up dengan cara mencicil.



&amp;ldquo;Pemiliknya bukan government, pemiliknya BUMN-nya, dia wajib top up. Kalau top up setahun langsung bersih, kalau nyicil 2-3 tahun selesai,&amp;rdquo; pungkas Erick.





Baca Selengkapnya: Duh, Dana Pensiun BUMN Tidak Dikelola Ahli Keuangan dan Investasi


</content:encoded></item></channel></rss>
