<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beras China Mahal, RI Batal Impor 1 Juta Ton?</title><description>Pemerintah melalui Perum Bulog berencana mengimpor 1 juta ton beras dari China pada 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942774/beras-china-mahal-ri-batal-impor-1-juta-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942774/beras-china-mahal-ri-batal-impor-1-juta-ton"/><item><title>Beras China Mahal, RI Batal Impor 1 Juta Ton?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942774/beras-china-mahal-ri-batal-impor-1-juta-ton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942774/beras-china-mahal-ri-batal-impor-1-juta-ton</guid><pubDate>Kamis 21 Desember 2023 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/21/320/2942774/beras-china-mahal-ri-batal-impor-1-juta-ton-ry6vj3EuZc.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Bulog sebut harga beras China mahal. (Foto: Bulog)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/21/320/2942774/beras-china-mahal-ri-batal-impor-1-juta-ton-ry6vj3EuZc.JPG</image><title>Bulog sebut harga beras China mahal. (Foto: Bulog)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wNi8xLzE3MzI5MC81L3g4cGUwZTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Pemerintah melalui Perum Bulog berencana mengimpor 1 juta ton beras dari China pada 2024.

Rencana itu diawali dengan kontrak kerja sama antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden China Xi Jinping beberapa waktu lalu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Catat! Begini Cara Menyimpan Beras Agar Awet dan Bebas Kutu

Direktur Utama Bulog, Bayu Krisnamurthi menyebut, impor 1 juta ton beras belum dapat dilakukan pada awal tahun depan.

Lantaran harga beras yang dipatok China jauh lebih mahal dibandingkan beberapa negara mitra, misalnya Thailand dan Vietnam.

Karena harga pangan dasar yang tinggi tersebut, proses impor dari negara komunis tidak semuda dan secepat layaknya penjajakan yang dilakukan Bulog dengan negara mitra lainnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menteri Teten: 97% Lapangan Kerja Berasal dari UMKM

&amp;ldquo;Terus terang saja, beras dari China yang kami alami sekarang harganya masih lebih mahal,&amp;rdquo; ungkap Bayu saat berbincang dengan wartawan di tempat kerjanya, Jakarta Selatan, Kamis (21/12/2023).

Tak hanya itu, kemitraan Indonesia dan China terkait impor beras pun dipandang sesuatu yang baru dan tidak biasa.

&amp;ldquo;Dan karena kita tidak terbiasa melakukan impor dari China, ada tapi kecil, maka prosesnya mungkin tidak secepat atau semuda kalau kita ambil dari Thailand dan Vietnam,&amp;rdquo; papar dia.



Kendati begitu, pemerintah masih menjadikan China sebagai opsi untuk memasok beras di Tanah Air. Hanya saja, waktu realisasinya belum dapat dipastikan.



&amp;ldquo;Tapi tetap opsinya, tetap kita buka karena ini tingkat ketidakpastiannya tinggi di mana-mana, jadi opsi, karena dengan kita punya pilihan alternatif yang lain,&amp;rdquo; ujar Bayu.



Saat ini BUMN di sektor pangan itu belum mendapat penugasan pemerintah untuk kembali mendatangkan 1 juta ton beras dari negara komunis tersebut, setelah perusahaan berhasil mengimpor 2 juta ton beras sepanjang tahun ini.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wNi8xLzE3MzI5MC81L3g4cGUwZTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Pemerintah melalui Perum Bulog berencana mengimpor 1 juta ton beras dari China pada 2024.

Rencana itu diawali dengan kontrak kerja sama antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden China Xi Jinping beberapa waktu lalu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Catat! Begini Cara Menyimpan Beras Agar Awet dan Bebas Kutu

Direktur Utama Bulog, Bayu Krisnamurthi menyebut, impor 1 juta ton beras belum dapat dilakukan pada awal tahun depan.

Lantaran harga beras yang dipatok China jauh lebih mahal dibandingkan beberapa negara mitra, misalnya Thailand dan Vietnam.

Karena harga pangan dasar yang tinggi tersebut, proses impor dari negara komunis tidak semuda dan secepat layaknya penjajakan yang dilakukan Bulog dengan negara mitra lainnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menteri Teten: 97% Lapangan Kerja Berasal dari UMKM

&amp;ldquo;Terus terang saja, beras dari China yang kami alami sekarang harganya masih lebih mahal,&amp;rdquo; ungkap Bayu saat berbincang dengan wartawan di tempat kerjanya, Jakarta Selatan, Kamis (21/12/2023).

Tak hanya itu, kemitraan Indonesia dan China terkait impor beras pun dipandang sesuatu yang baru dan tidak biasa.

&amp;ldquo;Dan karena kita tidak terbiasa melakukan impor dari China, ada tapi kecil, maka prosesnya mungkin tidak secepat atau semuda kalau kita ambil dari Thailand dan Vietnam,&amp;rdquo; papar dia.



Kendati begitu, pemerintah masih menjadikan China sebagai opsi untuk memasok beras di Tanah Air. Hanya saja, waktu realisasinya belum dapat dipastikan.



&amp;ldquo;Tapi tetap opsinya, tetap kita buka karena ini tingkat ketidakpastiannya tinggi di mana-mana, jadi opsi, karena dengan kita punya pilihan alternatif yang lain,&amp;rdquo; ujar Bayu.



Saat ini BUMN di sektor pangan itu belum mendapat penugasan pemerintah untuk kembali mendatangkan 1 juta ton beras dari negara komunis tersebut, setelah perusahaan berhasil mengimpor 2 juta ton beras sepanjang tahun ini.</content:encoded></item></channel></rss>
