<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI: Rupiah Menguat, Kalahkan Peso Filipina hingga Baht Thailand</title><description>BI berpotensi penguatan nilai tukar Rupiah berlanjut sejalan dengan konsistensi kebijakan moneter.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942840/gubernur-bi-rupiah-menguat-kalahkan-peso-filipina-hingga-baht-thailand</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942840/gubernur-bi-rupiah-menguat-kalahkan-peso-filipina-hingga-baht-thailand"/><item><title>Gubernur BI: Rupiah Menguat, Kalahkan Peso Filipina hingga Baht Thailand</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942840/gubernur-bi-rupiah-menguat-kalahkan-peso-filipina-hingga-baht-thailand</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942840/gubernur-bi-rupiah-menguat-kalahkan-peso-filipina-hingga-baht-thailand</guid><pubDate>Kamis 21 Desember 2023 15:57 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/21/320/2942840/gubernur-bi-rupiah-menguat-kalahkan-peso-filipina-hingga-baht-thailand-wWt6bo7Lfh.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">BI soal Rupiah menguat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/21/320/2942840/gubernur-bi-rupiah-menguat-kalahkan-peso-filipina-hingga-baht-thailand-wWt6bo7Lfh.jpeg</image><title>BI soal Rupiah menguat (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMS84LzE3NTM1MS81L3g4cXJkajI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) berpotensi penguatan nilai tukar Rupiah berlanjut sejalan dengan konsistensi kebijakan moneter dan mulai meredanya ketidakpastian pasar keuangan global.
Nilai tukar Rupiah menguat secara rata-rata sebesar 0,44% pada 20 Desember 2023 dibandingkan dengan perkembangan pada November 2023.

BACA JUGA:
Bos Bank IBK Indonesia (AGRS) Mengundurkan Diri, Ada Apa?&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Dengan perkembangan tersebut, nilai tukar Rupiah menguat 0,37% dibandingkan dengan level akhir Desember 2022, lebih baik dibandingkan dengan Peso Filipina, Rupee India, dan Baht Thailand yang masing-masing tercatat melemah sebesar 0,05%, 0,53%, dan 0,85%,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers RDG BI di Jakarta, Kamis (21/12/2023).
Di samping kebijakan stabilisasi BI, berlanjutnya apresiasi nilai tukar Rupiah didorong oleh masuknya aliran portofolio asing, menariknya imbal hasil aset keuangan domestik, serta tetap positifnya prospek ekonomi.

BACA JUGA:
BI Tahan Suku Bunga Acuan 6% di Penghujung Tahun 2023

&quot;Ke depan, Bank Indonesia tetap akan mewaspadai sejumlah risiko yang mungkin muncul dan memastikan terjaganya stabilitas nilai tukar Rupiah,&quot; sambung Perry.Dia menyebut, strategi operasi moneter pro-market melalui instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI dioptimalkan guna meningkatkan manajemen likuiditas institusi keuangan domestik dan menarik masuknya aliran masuk modal asing dari luar negeri.
&quot;Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha untuk mendukung implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMS84LzE3NTM1MS81L3g4cXJkajI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) berpotensi penguatan nilai tukar Rupiah berlanjut sejalan dengan konsistensi kebijakan moneter dan mulai meredanya ketidakpastian pasar keuangan global.
Nilai tukar Rupiah menguat secara rata-rata sebesar 0,44% pada 20 Desember 2023 dibandingkan dengan perkembangan pada November 2023.

BACA JUGA:
Bos Bank IBK Indonesia (AGRS) Mengundurkan Diri, Ada Apa?&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Dengan perkembangan tersebut, nilai tukar Rupiah menguat 0,37% dibandingkan dengan level akhir Desember 2022, lebih baik dibandingkan dengan Peso Filipina, Rupee India, dan Baht Thailand yang masing-masing tercatat melemah sebesar 0,05%, 0,53%, dan 0,85%,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers RDG BI di Jakarta, Kamis (21/12/2023).
Di samping kebijakan stabilisasi BI, berlanjutnya apresiasi nilai tukar Rupiah didorong oleh masuknya aliran portofolio asing, menariknya imbal hasil aset keuangan domestik, serta tetap positifnya prospek ekonomi.

BACA JUGA:
BI Tahan Suku Bunga Acuan 6% di Penghujung Tahun 2023

&quot;Ke depan, Bank Indonesia tetap akan mewaspadai sejumlah risiko yang mungkin muncul dan memastikan terjaganya stabilitas nilai tukar Rupiah,&quot; sambung Perry.Dia menyebut, strategi operasi moneter pro-market melalui instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI dioptimalkan guna meningkatkan manajemen likuiditas institusi keuangan domestik dan menarik masuknya aliran masuk modal asing dari luar negeri.
&quot;Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha untuk mendukung implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
