<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Catat Lelang SRBI Tembus Rp229,95 Triliun per 19 Desember 2023</title><description>BI memperkuat inovasi untuk meningkatkan efektivitas kebijakan moneter dalam memastikan terkendalinya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942859/bi-catat-lelang-srbi-tembus-rp229-95-triliun-per-19-desember-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942859/bi-catat-lelang-srbi-tembus-rp229-95-triliun-per-19-desember-2023"/><item><title>BI Catat Lelang SRBI Tembus Rp229,95 Triliun per 19 Desember 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942859/bi-catat-lelang-srbi-tembus-rp229-95-triliun-per-19-desember-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942859/bi-catat-lelang-srbi-tembus-rp229-95-triliun-per-19-desember-2023</guid><pubDate>Kamis 21 Desember 2023 16:19 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/21/320/2942859/bi-catat-lelang-srbi-tembus-rp229-95-triliun-per-19-desember-2023-tiMiDRitzW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bicara soal Lelang SRBI (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/21/320/2942859/bi-catat-lelang-srbi-tembus-rp229-95-triliun-per-19-desember-2023-tiMiDRitzW.jpg</image><title>Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bicara soal Lelang SRBI (Foto: BI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMC80LzE3NTM0Mi81L3g4cXFzdDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkuat inovasi untuk meningkatkan efektivitas kebijakan moneter dalam memastikan terkendalinya inflasi dan tetap stabilnya nilai tukar Rupiah.
BI mengoptimalkan instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia  (SRBI), SVBI, dan SUVBI yang pro-market.

BACA JUGA:
BI Tahan Suku Bunga Acuan 6% di Penghujung Tahun 2023

Hal ini dilakukan dalam rangka memperkuat upaya pendalaman pasar uang dan mendukung upaya menarik portfolio inflows, dengan memanfaatkan aset SBN dan surat berharga valas yang dimiliki oleh BI sebagai underlying.
&quot;Lelang SRBI dan SVBI hingga 19 Desember 2023 masing-masing telah mencapai Rp229,95 triliun dan USD421,50 juta,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Hasil RDG BI di Jakarta, Kamis (21/12/2023).

BACA JUGA:
Wall Street Ditutup Melesat, Perpanjang Reli Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

Dia menyebut, instrumen SRBI telah secara aktif diperdagangkan di pasar sekunder tecermin dari kepemilikan nonresiden yang mencapai Rp52,87 triliun. Sementara itu, posisi nonresiden di SVBI tercatat sebesar USD6 juta.&quot;Selain itu, Bank Indonesia juga menerbitkan SUVBI sebagai instrumen moneter valas yang hingga 19 Desember 2023 telah mencapai USD129 juta,&quot; sambung Perry.
Berbagai inovasi instrumen ini diharapkan dapat mendukung strategi operasi moneter yang pro-market dan dapat menarik aliran modal masuk untuk memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari dampak rambatan global.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMC80LzE3NTM0Mi81L3g4cXFzdDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkuat inovasi untuk meningkatkan efektivitas kebijakan moneter dalam memastikan terkendalinya inflasi dan tetap stabilnya nilai tukar Rupiah.
BI mengoptimalkan instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia  (SRBI), SVBI, dan SUVBI yang pro-market.

BACA JUGA:
BI Tahan Suku Bunga Acuan 6% di Penghujung Tahun 2023

Hal ini dilakukan dalam rangka memperkuat upaya pendalaman pasar uang dan mendukung upaya menarik portfolio inflows, dengan memanfaatkan aset SBN dan surat berharga valas yang dimiliki oleh BI sebagai underlying.
&quot;Lelang SRBI dan SVBI hingga 19 Desember 2023 masing-masing telah mencapai Rp229,95 triliun dan USD421,50 juta,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Hasil RDG BI di Jakarta, Kamis (21/12/2023).

BACA JUGA:
Wall Street Ditutup Melesat, Perpanjang Reli Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

Dia menyebut, instrumen SRBI telah secara aktif diperdagangkan di pasar sekunder tecermin dari kepemilikan nonresiden yang mencapai Rp52,87 triliun. Sementara itu, posisi nonresiden di SVBI tercatat sebesar USD6 juta.&quot;Selain itu, Bank Indonesia juga menerbitkan SUVBI sebagai instrumen moneter valas yang hingga 19 Desember 2023 telah mencapai USD129 juta,&quot; sambung Perry.
Berbagai inovasi instrumen ini diharapkan dapat mendukung strategi operasi moneter yang pro-market dan dapat menarik aliran modal masuk untuk memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari dampak rambatan global.</content:encoded></item></channel></rss>
