<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Likuiditas Terjaga, BI Minta Perbankan Tingkatkan Penyaluran Kredit</title><description>Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa likuiditas perbankan memadai sehingga memperkuat lending capacity perbankan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942872/likuiditas-terjaga-bi-minta-perbankan-tingkatkan-penyaluran-kredit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942872/likuiditas-terjaga-bi-minta-perbankan-tingkatkan-penyaluran-kredit"/><item><title>Likuiditas Terjaga, BI Minta Perbankan Tingkatkan Penyaluran Kredit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942872/likuiditas-terjaga-bi-minta-perbankan-tingkatkan-penyaluran-kredit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942872/likuiditas-terjaga-bi-minta-perbankan-tingkatkan-penyaluran-kredit</guid><pubDate>Kamis 21 Desember 2023 16:32 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/21/320/2942872/likuiditas-terjaga-bi-minta-perbankan-tingkatkan-penyaluran-kredit-I8RxmOGKFt.JPG" expression="full" type="image/jpeg">BI Minta Perbankan Tingkat Penyaluran Kredit. (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/21/320/2942872/likuiditas-terjaga-bi-minta-perbankan-tingkatkan-penyaluran-kredit-I8RxmOGKFt.JPG</image><title>BI Minta Perbankan Tingkat Penyaluran Kredit. (Foto: BI)</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzY3NC81L3g4ajVkNTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa likuiditas perbankan memadai sehingga memperkuat lending capacity perbankan.

Pada November 2023, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tetap terjaga tinggi, yaitu 26,04%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ternyata Ini 2 Sosok Pahlawan yang Ada Di Uang Pertama Bank Indonesia

Likuiditas perbankan yang tetap memadai tersebut didukung oleh kebijakan makroprudensial akomodatif, antara lain implementasi Kebijakan Insentif Likuditas Makroprudensial (KLM).

&quot;Total tambahan likuiditas dari insentif KLM mencapai Rp163,3 triliun per Desember 2023 atau meningkat sebesar Rp55 triliun sejak penerapan KLM pada 1 Oktober 2023,&quot; ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Hasil RDG BI di Jakarta, Kamis (21/12/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Groundbreaking Kantor Bank Indonesia di IKN, Jokowi: Tingkatkan Kepercayaan Investor

Perkembangan likuiditas tersebut berdampak positif terhadap suku bunga perbankan, dengan suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada November 2023 tetap terjaga, masing-masing di 4,46% dan 9,29%.

Likuiditas yang memadai juga didukung oleh keberadaan SRBI yang diperdagangkan di pasar sekunder sehingga meningkatkan fleksibilitas perbankan dalam mengelola likuiditas dan turut mendukung terjaganya lending capacity perbankan.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Groundbreaking Kantor Bank Indonesia di IKN, Jokowi: Tingkatkan Kepercayaan Investor

&quot;Bank Indonesia akan terus meningkatkan efektivitas implementasi KLM untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan yang lebih tinggi pada sektor-sektor yang memiliki daya ungkit besar dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,&quot; sambung Perry.



Dia juga mencatat bahwa peningkatan intermediasi perbankan terus berlanjut. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar 3,04% (yoy) pada November 2023, sedangkan kredit perbankan tumbuh 9,74% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yaitu 8,99% (yoy).



&quot;Peningkatan kredit/pembiayaan didorong oleh peningkatan permintaan kredit sejalan dengan tetap terjaganya kinerja korporasi dan rumah tangga. Secara sektoral, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh sektor Perdagangan, Industri, dan Jasa Dunia Usaha,&quot; tambah Perry.



Pembiayaan syariah pada November 2023 juga tumbuh sebesar 14,12% (yoy), sementara pertumbuhan kredit UMKM mencapai 8,46% (yoy). Pertumbuhan kredit UMKM tersebut terutama didukung oleh sektor Perdagangan, Pertanian, dan Jasa Sosial.



&quot;Ke depan, Bank Indonesia akan terus mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan dan memperkuat sinergi dengan pemerintah, otoritas keuangan, Kementerian/Lembaga (K/L), perbankan, dan pelaku usaha,&quot; jelas Perry.</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzY3NC81L3g4ajVkNTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa likuiditas perbankan memadai sehingga memperkuat lending capacity perbankan.

Pada November 2023, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tetap terjaga tinggi, yaitu 26,04%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ternyata Ini 2 Sosok Pahlawan yang Ada Di Uang Pertama Bank Indonesia

Likuiditas perbankan yang tetap memadai tersebut didukung oleh kebijakan makroprudensial akomodatif, antara lain implementasi Kebijakan Insentif Likuditas Makroprudensial (KLM).

&quot;Total tambahan likuiditas dari insentif KLM mencapai Rp163,3 triliun per Desember 2023 atau meningkat sebesar Rp55 triliun sejak penerapan KLM pada 1 Oktober 2023,&quot; ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Hasil RDG BI di Jakarta, Kamis (21/12/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Groundbreaking Kantor Bank Indonesia di IKN, Jokowi: Tingkatkan Kepercayaan Investor

Perkembangan likuiditas tersebut berdampak positif terhadap suku bunga perbankan, dengan suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada November 2023 tetap terjaga, masing-masing di 4,46% dan 9,29%.

Likuiditas yang memadai juga didukung oleh keberadaan SRBI yang diperdagangkan di pasar sekunder sehingga meningkatkan fleksibilitas perbankan dalam mengelola likuiditas dan turut mendukung terjaganya lending capacity perbankan.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Groundbreaking Kantor Bank Indonesia di IKN, Jokowi: Tingkatkan Kepercayaan Investor

&quot;Bank Indonesia akan terus meningkatkan efektivitas implementasi KLM untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan yang lebih tinggi pada sektor-sektor yang memiliki daya ungkit besar dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,&quot; sambung Perry.



Dia juga mencatat bahwa peningkatan intermediasi perbankan terus berlanjut. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar 3,04% (yoy) pada November 2023, sedangkan kredit perbankan tumbuh 9,74% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yaitu 8,99% (yoy).



&quot;Peningkatan kredit/pembiayaan didorong oleh peningkatan permintaan kredit sejalan dengan tetap terjaganya kinerja korporasi dan rumah tangga. Secara sektoral, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh sektor Perdagangan, Industri, dan Jasa Dunia Usaha,&quot; tambah Perry.



Pembiayaan syariah pada November 2023 juga tumbuh sebesar 14,12% (yoy), sementara pertumbuhan kredit UMKM mencapai 8,46% (yoy). Pertumbuhan kredit UMKM tersebut terutama didukung oleh sektor Perdagangan, Pertanian, dan Jasa Sosial.



&quot;Ke depan, Bank Indonesia akan terus mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan dan memperkuat sinergi dengan pemerintah, otoritas keuangan, Kementerian/Lembaga (K/L), perbankan, dan pelaku usaha,&quot; jelas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
