<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Catat Nilai Transaksi Digital Banking Tembus Rp5.163 Triliun</title><description>BI mencatat kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung oleh sistem pembayaran yang aman.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942894/bi-catat-nilai-transaksi-digital-banking-tembus-rp5-163-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942894/bi-catat-nilai-transaksi-digital-banking-tembus-rp5-163-triliun"/><item><title>BI Catat Nilai Transaksi Digital Banking Tembus Rp5.163 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942894/bi-catat-nilai-transaksi-digital-banking-tembus-rp5-163-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2942894/bi-catat-nilai-transaksi-digital-banking-tembus-rp5-163-triliun</guid><pubDate>Kamis 21 Desember 2023 16:55 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/21/320/2942894/bi-catat-nilai-transaksi-digital-banking-tembus-rp5-163-triliun-CNz7WkN50F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI Catat Transaksi Digital (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/21/320/2942894/bi-catat-nilai-transaksi-digital-banking-tembus-rp5-163-triliun-CNz7WkN50F.jpg</image><title>BI Catat Transaksi Digital (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMC80LzE3NTM0Mi81L3g4cXFzdDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung sistem pembayaran yang aman, lancar dan andal.
&quot;Pada November 2023, nilai transaksi digital banking tercatat Rp5.163,76 triliun atau tumbuh sebesar 13,21% (yoy),&quot; ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Hasil RDG BI di Jakarta, Kamis (21/12/2023).

BACA JUGA:
BI Tahan Suku Bunga Acuan 6% di Penghujung Tahun 2023

Sementara itu nilai transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 16,95% (yoy) sehingga mencapai Rp41,30 triliun.
&quot;Nominal transaksi QRIS tercatat tumbuh 157,43% (yoy) sehingga mencapai Rp24,90 triliun, dengan jumlah pengguna 45,03 juta dan jumlah merchant 30,12 juta yang sebagian besar merupakan UMKM,&quot; jelas Perry.

BACA JUGA:
BI Diperkirakan Tahan Suku Bunga di Level 6%

Nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp662,39 triliun atau turun sebesar 0,39% (yoy).Sementara dari pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada November 2023 meningkat 5,69% (yoy) sehingga menjadi Rp988,40 triliun.
&quot;Bank Indonesia terus memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah NKRI melalui program pengedaran uang Rupiah ke daerah Terluar, Terdepan, Terpencil (3T) serta kegiatan Kas Keliling, Kas Titipan dan Ekspedisi Rupiah Berdaulat, termasuk pemenuhan untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru (Nataru),&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMC80LzE3NTM0Mi81L3g4cXFzdDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung sistem pembayaran yang aman, lancar dan andal.
&quot;Pada November 2023, nilai transaksi digital banking tercatat Rp5.163,76 triliun atau tumbuh sebesar 13,21% (yoy),&quot; ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Hasil RDG BI di Jakarta, Kamis (21/12/2023).

BACA JUGA:
BI Tahan Suku Bunga Acuan 6% di Penghujung Tahun 2023

Sementara itu nilai transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 16,95% (yoy) sehingga mencapai Rp41,30 triliun.
&quot;Nominal transaksi QRIS tercatat tumbuh 157,43% (yoy) sehingga mencapai Rp24,90 triliun, dengan jumlah pengguna 45,03 juta dan jumlah merchant 30,12 juta yang sebagian besar merupakan UMKM,&quot; jelas Perry.

BACA JUGA:
BI Diperkirakan Tahan Suku Bunga di Level 6%

Nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp662,39 triliun atau turun sebesar 0,39% (yoy).Sementara dari pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada November 2023 meningkat 5,69% (yoy) sehingga menjadi Rp988,40 triliun.
&quot;Bank Indonesia terus memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah NKRI melalui program pengedaran uang Rupiah ke daerah Terluar, Terdepan, Terpencil (3T) serta kegiatan Kas Keliling, Kas Titipan dan Ekspedisi Rupiah Berdaulat, termasuk pemenuhan untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru (Nataru),&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
