<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curhatan Teten: UMKM Jadi Penyumbang Lapangan Kerja, tapi Pembiayaan Masih Rendah</title><description>Teten Masduki mengeluhkan pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih rendah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2943061/curhatan-teten-umkm-jadi-penyumbang-lapangan-kerja-tapi-pembiayaan-masih-rendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2943061/curhatan-teten-umkm-jadi-penyumbang-lapangan-kerja-tapi-pembiayaan-masih-rendah"/><item><title>Curhatan Teten: UMKM Jadi Penyumbang Lapangan Kerja, tapi Pembiayaan Masih Rendah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2943061/curhatan-teten-umkm-jadi-penyumbang-lapangan-kerja-tapi-pembiayaan-masih-rendah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/320/2943061/curhatan-teten-umkm-jadi-penyumbang-lapangan-kerja-tapi-pembiayaan-masih-rendah</guid><pubDate>Kamis 21 Desember 2023 21:12 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/21/320/2943061/curhatan-teten-umkm-jadi-penyumbang-lapangan-kerja-tapi-pembiayaan-masih-rendah-gtlnBGGd5p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MenkopUKM Teten Masduki bicara soal UMKM RI (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/21/320/2943061/curhatan-teten-umkm-jadi-penyumbang-lapangan-kerja-tapi-pembiayaan-masih-rendah-gtlnBGGd5p.jpg</image><title>MenkopUKM Teten Masduki bicara soal UMKM RI (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMC80LzE3NTM0Mi81L3g4cXFzdDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengeluhkan pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih rendah.
Teten menyebutkan saat ini penyaluran kredit perbankan ke UMKM saat ini masih 21%, jauh dari penyaluran kredit UMKM di negara-negara lain seperti Korea Selatan yang sudah menyentuh 80%, Jepang, India lebih dari 60%.

BACA JUGA:
Menkop Teten: Ada Indikasi Pelanggaran TikTok-Tokopedia

Padahal kata Teten, sektor UMKM di Indonesia telah menyumbang tenaga kerja paling banyak di Indonesia. Namun pembiayaan dari perbankan ke UMKM lebih rendah dibandingkan ke korporasi.
&quot;Kredit perbankan baru 21%. Jadi UMKM di suruh nyediain lapangan kerja, tapi harus ngurus sendiri pembiayaannya. Minjem ke mertua, ke rentenir. Nah ini harus dibenahi. Apalagi mau menuju ke Indonesia maju,&quot; kata Teten dalam acara Refleksi 2023 dan Outlook 2024 di Smesco, Jakarta, Kamis (21/12/2023).

BACA JUGA:
Menteri Teten: 97% Lapangan Kerja Berasal dari UMKM

Teten mengatakan pihaknya kini terus mendorong untuk memberi kemudahan pada pelaku UMKM melalui credit scoring.Meskipun saat ini UMKM sudah dapat mengikuti program kredit rakyat (KUR) Ssebanyak Rp100 juta.
&quot;Tapi marketnya tetep masih diminta agunan, ini yang kita ingin kembangkan terus kita bahas, perlu ada perubahan penyaluran kredit perbankan untuk umkm tidak lagi pake agunan. Umkm ini gak punya aset, sehingga kami usulkan menggunakan kredit scoring, jadi prosepctif bisnis harus diliat,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMC80LzE3NTM0Mi81L3g4cXFzdDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengeluhkan pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih rendah.
Teten menyebutkan saat ini penyaluran kredit perbankan ke UMKM saat ini masih 21%, jauh dari penyaluran kredit UMKM di negara-negara lain seperti Korea Selatan yang sudah menyentuh 80%, Jepang, India lebih dari 60%.

BACA JUGA:
Menkop Teten: Ada Indikasi Pelanggaran TikTok-Tokopedia

Padahal kata Teten, sektor UMKM di Indonesia telah menyumbang tenaga kerja paling banyak di Indonesia. Namun pembiayaan dari perbankan ke UMKM lebih rendah dibandingkan ke korporasi.
&quot;Kredit perbankan baru 21%. Jadi UMKM di suruh nyediain lapangan kerja, tapi harus ngurus sendiri pembiayaannya. Minjem ke mertua, ke rentenir. Nah ini harus dibenahi. Apalagi mau menuju ke Indonesia maju,&quot; kata Teten dalam acara Refleksi 2023 dan Outlook 2024 di Smesco, Jakarta, Kamis (21/12/2023).

BACA JUGA:
Menteri Teten: 97% Lapangan Kerja Berasal dari UMKM

Teten mengatakan pihaknya kini terus mendorong untuk memberi kemudahan pada pelaku UMKM melalui credit scoring.Meskipun saat ini UMKM sudah dapat mengikuti program kredit rakyat (KUR) Ssebanyak Rp100 juta.
&quot;Tapi marketnya tetep masih diminta agunan, ini yang kita ingin kembangkan terus kita bahas, perlu ada perubahan penyaluran kredit perbankan untuk umkm tidak lagi pake agunan. Umkm ini gak punya aset, sehingga kami usulkan menggunakan kredit scoring, jadi prosepctif bisnis harus diliat,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
