<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Trik Mengatur Keuangan bagi Mahasiswa yang Kerja Part Time</title><description>Mahasiswa yang kerja part time atau paruh waktu ternyata bisa menyisihkan uangnya untuk berlibur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/622/2942673/trik-mengatur-keuangan-bagi-mahasiswa-yang-kerja-part-time</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/622/2942673/trik-mengatur-keuangan-bagi-mahasiswa-yang-kerja-part-time"/><item><title>Trik Mengatur Keuangan bagi Mahasiswa yang Kerja Part Time</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/622/2942673/trik-mengatur-keuangan-bagi-mahasiswa-yang-kerja-part-time</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/622/2942673/trik-mengatur-keuangan-bagi-mahasiswa-yang-kerja-part-time</guid><pubDate>Kamis 21 Desember 2023 12:28 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/21/622/2942673/trik-mengatur-keuangan-bagi-mahasiswa-yang-kerja-part-time-NxL25Fm6GW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Trik mengatur keuangan untuk mahasiswa yang bekerja part time (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/21/622/2942673/trik-mengatur-keuangan-bagi-mahasiswa-yang-kerja-part-time-NxL25Fm6GW.jpg</image><title>Trik mengatur keuangan untuk mahasiswa yang bekerja part time (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yNy8xLzE2NjU5OS81L3g4bGFwbGo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Mahasiswa yang kerja part time atau paruh waktu ternyata bisa mengatur keuangan untuk berlibur. Hal ini diungkapkan langsung oleh Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho.
Andy mengatakan bahwa ada solusi untuk mewujudkan keinginan berlibur bagi mahasiswa. Jika bagi sebagian mahasiswa bisa mengandalkan uang yang diberikan orang tua, mahasiswa lain yang harus memenuhi kebutuhan dengan bekerja paruh waktu juga bisa menyisihkan uangnya untuk berlibur.

BACA JUGA:
Penelitian Kaitkan Kemampuan Mengatur Finansial dengan Daya Pikir Seseorang


Andy menyebutkan dengan bekerja paruh waktu, mahasiswa justru bisa menghasilkan uang. Dengan uang yang didapatkannya melalui kerja paruh waktu, mahasiswa bisa membuat skala prioritas. Di mana, prioritas tersebut terbagi menjadi tiga skala. Pertama, tujuannya untuk menyelesaikan kuliah.
&amp;ldquo;Prioritasnya apa? Ada yang pertama tujuannya dia bekerja kan supaya dia bisa kelarin kuliah, bagaimana membiayai kuliahnya. Nah, berarti ada prioritas pertama untuk kebutuhan kuliah dulu nih, bantu bayar SPP lah, untuk fotokopi lah, untuk bayar ini itu yang berkaitan dengan kuliahnya dia,&amp;rdquo; kata Andy, Kamis (21/12/2023).

BACA JUGA:
5 Tips Mengatur Keuangan Secara Mandiri


Prioritas kedua adalah kebutuhan lain, seperti untuk makan, transportasi ke kampus, dan lain-lain. Menurut Andy hal ini penting menjadi prioritas kedua sebelum mengutamakan kebutuhan lain, seperti berlibur.
Dalam prioritas kedua ini, Andy menjelaskan bahwa jika mahasiswa ingin menyisihkan penghasilannya, mereka bisa meminimalisir pengeluarannya. Jika untuk membayar SPP kuliah tidak bisa dikurangi, maka meminimalisir kebutuhan pada prioritas kedua adalah solusinya.
&amp;ldquo;Penghasilan saya habis buat bayar kosan sama apa kebutuhan kuliah,  ya sudah, deh makannya mungkin yang awalnya sekali makan Rp20 ribu,  dikurangi menunya jadi Rp15 ribu. Misalnya ke kampus kalau bawa  kendaraan jadi mahal untuk bensinnya atau parkirnya, ya sudah, deh,  bela-belain jalan kaki atau nebeng temannya, itu penting. Urgent tapi  masih bisa dikurangi lagi,&amp;rdquo; ujar Andy.
Yang terakhir adalah skala prioritas ketiga, me time. Andy  menyebutkan, pada skala prioritas inilah mahasiswa bisa menggunakan uang  dari hasil kerja paruh waktunya untuk berlibur.
&amp;ldquo;Setelah saya bayar uang kuliah, setelah saya bayar uang kos, buat  makan sehari-hari, buat transportasi sehari-hari, eh ternyata masih ada  lebihnya. Nah, lebihnya inilah yang mungkin bisa digunakan untuk me time  nya dia,&amp;rdquo; jelasnya.
Namun, Andy juga menyarankan untuk mempertimbangkan tujuan berlibur  sesuai dengan budget yang dimiliki. Dia mengatakan, kondisi keuangan  adalah patokan bisa atau tidaknya seorang mahasiswa untuk berlibur dan  ke mana mereka bisa berlibur.
&amp;ldquo;Utamakan yang penting-penting dulu, baru kita bisa gunakan untuk berlibur ini. Jangan dibalik,&amp;rdquo; tegasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yNy8xLzE2NjU5OS81L3g4bGFwbGo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Mahasiswa yang kerja part time atau paruh waktu ternyata bisa mengatur keuangan untuk berlibur. Hal ini diungkapkan langsung oleh Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho.
Andy mengatakan bahwa ada solusi untuk mewujudkan keinginan berlibur bagi mahasiswa. Jika bagi sebagian mahasiswa bisa mengandalkan uang yang diberikan orang tua, mahasiswa lain yang harus memenuhi kebutuhan dengan bekerja paruh waktu juga bisa menyisihkan uangnya untuk berlibur.

BACA JUGA:
Penelitian Kaitkan Kemampuan Mengatur Finansial dengan Daya Pikir Seseorang


Andy menyebutkan dengan bekerja paruh waktu, mahasiswa justru bisa menghasilkan uang. Dengan uang yang didapatkannya melalui kerja paruh waktu, mahasiswa bisa membuat skala prioritas. Di mana, prioritas tersebut terbagi menjadi tiga skala. Pertama, tujuannya untuk menyelesaikan kuliah.
&amp;ldquo;Prioritasnya apa? Ada yang pertama tujuannya dia bekerja kan supaya dia bisa kelarin kuliah, bagaimana membiayai kuliahnya. Nah, berarti ada prioritas pertama untuk kebutuhan kuliah dulu nih, bantu bayar SPP lah, untuk fotokopi lah, untuk bayar ini itu yang berkaitan dengan kuliahnya dia,&amp;rdquo; kata Andy, Kamis (21/12/2023).

BACA JUGA:
5 Tips Mengatur Keuangan Secara Mandiri


Prioritas kedua adalah kebutuhan lain, seperti untuk makan, transportasi ke kampus, dan lain-lain. Menurut Andy hal ini penting menjadi prioritas kedua sebelum mengutamakan kebutuhan lain, seperti berlibur.
Dalam prioritas kedua ini, Andy menjelaskan bahwa jika mahasiswa ingin menyisihkan penghasilannya, mereka bisa meminimalisir pengeluarannya. Jika untuk membayar SPP kuliah tidak bisa dikurangi, maka meminimalisir kebutuhan pada prioritas kedua adalah solusinya.
&amp;ldquo;Penghasilan saya habis buat bayar kosan sama apa kebutuhan kuliah,  ya sudah, deh makannya mungkin yang awalnya sekali makan Rp20 ribu,  dikurangi menunya jadi Rp15 ribu. Misalnya ke kampus kalau bawa  kendaraan jadi mahal untuk bensinnya atau parkirnya, ya sudah, deh,  bela-belain jalan kaki atau nebeng temannya, itu penting. Urgent tapi  masih bisa dikurangi lagi,&amp;rdquo; ujar Andy.
Yang terakhir adalah skala prioritas ketiga, me time. Andy  menyebutkan, pada skala prioritas inilah mahasiswa bisa menggunakan uang  dari hasil kerja paruh waktunya untuk berlibur.
&amp;ldquo;Setelah saya bayar uang kuliah, setelah saya bayar uang kos, buat  makan sehari-hari, buat transportasi sehari-hari, eh ternyata masih ada  lebihnya. Nah, lebihnya inilah yang mungkin bisa digunakan untuk me time  nya dia,&amp;rdquo; jelasnya.
Namun, Andy juga menyarankan untuk mempertimbangkan tujuan berlibur  sesuai dengan budget yang dimiliki. Dia mengatakan, kondisi keuangan  adalah patokan bisa atau tidaknya seorang mahasiswa untuk berlibur dan  ke mana mereka bisa berlibur.
&amp;ldquo;Utamakan yang penting-penting dulu, baru kita bisa gunakan untuk berlibur ini. Jangan dibalik,&amp;rdquo; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
