<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Generasi Sandwich di Indonesia Lebih Tinggi dari Singapura</title><description>Generasi sandwich (Sandwich Generation) di Indonesia diproyeksi lebih banyak dibandingkan Singapura.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/622/2942697/alasan-generasi-sandwich-di-indonesia-lebih-tinggi-dari-singapura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/622/2942697/alasan-generasi-sandwich-di-indonesia-lebih-tinggi-dari-singapura"/><item><title>Alasan Generasi Sandwich di Indonesia Lebih Tinggi dari Singapura</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/622/2942697/alasan-generasi-sandwich-di-indonesia-lebih-tinggi-dari-singapura</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/21/622/2942697/alasan-generasi-sandwich-di-indonesia-lebih-tinggi-dari-singapura</guid><pubDate>Kamis 21 Desember 2023 13:17 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/21/622/2942697/alasan-generasi-sandwich-di-indonesia-lebih-tinggi-dari-singapura-I8y3aG7d2X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alasan banyaknya generasi sandwich di Indonesia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/21/622/2942697/alasan-generasi-sandwich-di-indonesia-lebih-tinggi-dari-singapura-I8y3aG7d2X.jpg</image><title>Alasan banyaknya generasi sandwich di Indonesia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yNy8xLzE2NzU4Mi81L3g4bTJxd2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Generasi sandwich (Sandwich Generation) di Indonesia diproyeksi lebih banyak dibandingkan Singapura. Hal ini berkaitan dengan maraknya fenomena generasi sandwich di kalangan Gen Z dan Milenial.
Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho menyebutkan bahwa kemungkinan angka generasi sandwich di Indonesia bisa lebih tinggi daripada negara lain, salah satunya Singapura.

BACA JUGA:
Generasi Sandwich Rawan Krisis Keuangan saat Pensiun? Perhatikan Hal Ini


Andy menjelaskan bahwa berdasarkan data yang pernah ditemuinya di media massa, angka generasi sandwich di Singapura mencapai 50-60%. Data ini yang menjadi perbandingan dengan generasi sandwich di Indonesia, mengingat Singapura adalah negara maju.
&amp;ldquo;Walaupun saya, sih, belum pernah nemu data sekunder yang dimuat di media massa sebenarnya berapa persen di Indonesia, belum pernah nemu, gitu ya. Pernah nemu data di Singapura dan itu saja data tahun 2019 kalau enggak salah apa 2018, itu saja angkanya bisa sampai istilahnya 50-60%. Itu kan berarti di Singapura yang sudah cukup maju saja, angkanya demikian tinggi. Apalagi di Indonesia, dugaan saya bisa lebih tinggi lagi,&amp;rdquo; kata Andy, Rabu (20/12/2023).

BACA JUGA:
Upaya Memutus Rantai Generasi Sandwich dengan Literasi Keuangan dalam Keluarga


Andy juga menjelaskan kemungkinan atau alasan tingginya angka generasi sandwich di Indonesia adalah karena budaya yang turun-temurun. Budaya ini juga memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang. Maka dari itu, diperlukan adanya solusi untuk menghentikan perkembangan fenomena ini.
&amp;ldquo;Karena budaya kita mendukung untuk itu. Orang tua yang sudah pensiun  itu akan menjadi tanggungan dari anak-anaknya, itu kan budaya dan  kultur, gitu ya. Memang istilahnya si anaknya juga ingin berbakti kepada  orang tuanya, jadi memang secara ajaran agama, ajaran kultur kita,  mengajarkan seperti itu. Dan kemudian, kadang ada orang tua juga yang  memang menggantungkan hidupnya secara finansial kepada anak-anaknya  juga,&amp;rdquo; ujar Andy.
Meskipun begitu, Andy juga menyebutkan bahwa dirinya masih belum bisa  memastikan besaran angka yang pasti mengenai generasi sandwich di  Indonesia.
&amp;ldquo;Namun, angkanya berapa saya belum pernah nemu sih, angka pastinya berapa di Indonesia,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yNy8xLzE2NzU4Mi81L3g4bTJxd2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Generasi sandwich (Sandwich Generation) di Indonesia diproyeksi lebih banyak dibandingkan Singapura. Hal ini berkaitan dengan maraknya fenomena generasi sandwich di kalangan Gen Z dan Milenial.
Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho menyebutkan bahwa kemungkinan angka generasi sandwich di Indonesia bisa lebih tinggi daripada negara lain, salah satunya Singapura.

BACA JUGA:
Generasi Sandwich Rawan Krisis Keuangan saat Pensiun? Perhatikan Hal Ini


Andy menjelaskan bahwa berdasarkan data yang pernah ditemuinya di media massa, angka generasi sandwich di Singapura mencapai 50-60%. Data ini yang menjadi perbandingan dengan generasi sandwich di Indonesia, mengingat Singapura adalah negara maju.
&amp;ldquo;Walaupun saya, sih, belum pernah nemu data sekunder yang dimuat di media massa sebenarnya berapa persen di Indonesia, belum pernah nemu, gitu ya. Pernah nemu data di Singapura dan itu saja data tahun 2019 kalau enggak salah apa 2018, itu saja angkanya bisa sampai istilahnya 50-60%. Itu kan berarti di Singapura yang sudah cukup maju saja, angkanya demikian tinggi. Apalagi di Indonesia, dugaan saya bisa lebih tinggi lagi,&amp;rdquo; kata Andy, Rabu (20/12/2023).

BACA JUGA:
Upaya Memutus Rantai Generasi Sandwich dengan Literasi Keuangan dalam Keluarga


Andy juga menjelaskan kemungkinan atau alasan tingginya angka generasi sandwich di Indonesia adalah karena budaya yang turun-temurun. Budaya ini juga memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang. Maka dari itu, diperlukan adanya solusi untuk menghentikan perkembangan fenomena ini.
&amp;ldquo;Karena budaya kita mendukung untuk itu. Orang tua yang sudah pensiun  itu akan menjadi tanggungan dari anak-anaknya, itu kan budaya dan  kultur, gitu ya. Memang istilahnya si anaknya juga ingin berbakti kepada  orang tuanya, jadi memang secara ajaran agama, ajaran kultur kita,  mengajarkan seperti itu. Dan kemudian, kadang ada orang tua juga yang  memang menggantungkan hidupnya secara finansial kepada anak-anaknya  juga,&amp;rdquo; ujar Andy.
Meskipun begitu, Andy juga menyebutkan bahwa dirinya masih belum bisa  memastikan besaran angka yang pasti mengenai generasi sandwich di  Indonesia.
&amp;ldquo;Namun, angkanya berapa saya belum pernah nemu sih, angka pastinya berapa di Indonesia,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
