<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga: Ekonomi RI Tumbuh 5,2% di 2024</title><description>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku optimis akan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2023 dan 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943317/menko-airlangga-ekonomi-ri-tumbuh-5-2-di-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943317/menko-airlangga-ekonomi-ri-tumbuh-5-2-di-2024"/><item><title>Menko Airlangga: Ekonomi RI Tumbuh 5,2% di 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943317/menko-airlangga-ekonomi-ri-tumbuh-5-2-di-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943317/menko-airlangga-ekonomi-ri-tumbuh-5-2-di-2024</guid><pubDate>Jum'at 22 Desember 2023 12:50 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/22/320/2943317/menko-airlangga-ekonomi-ri-ri-tumbuh-5-2-di-2024-3oLNHD0fuB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Airlangga optimis ekonomi tumbuh di atas 5% tahun 2024 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/22/320/2943317/menko-airlangga-ekonomi-ri-ri-tumbuh-5-2-di-2024-3oLNHD0fuB.jpg</image><title>Airlangga optimis ekonomi tumbuh di atas 5% tahun 2024 (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku optimis akan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2023 dan 2024. Dia meyakini pertumbuhan ekonomi 2024 mencapai 5,2%.
&quot;Dalam jangka pendek kami optimis ekonomi RI di 2023 tumbuh di atas 5% dan tahun 2024 tumbuh di 5,2% di tengah berbagai downside risk yang kita hadapi,&quot; ungkap Airlangga dalam Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia di Jakarta, Jumat (22/12/2023).

BACA JUGA:
Menko Airlangga Ibaratkan Pertumbuhan Ekonomi Seperti Mendaki Gunung

Dia mengakui bahwa masih ada sejumlah tantangan yang masih harus dihadapi. Di tahun 2023 misalnya, perkembangan ekonomi domestik tidak mudah.
&quot;Harga komoditas masih tinggi, tensi geopolitik belum mereda, dan negara maju masih menghadapi bunga tinggi untuk masa yang lebih panjang (higher for longer),&quot; tambah Airlangga.

BACA JUGA:
Menko Airlangga: Indonesia Siap Jadi Produsen Kendaraan Listrik Global

Hal ini menurutnya bisa menekan aliran modal asing. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi China masih berada di bawah prakiraan, ketahanan pangan dan energi akibat perubahan iklim, terlebih ketahanan pangan yang menjadi tantangan berbagai negara termasuk Indonesia.
&quot;Di sisi lain, fluktuasi energi sudah mulai melandai,&quot; ungkap Airlangga.
Kendati demikian, World Bank memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5% hingga tahun 2026.&quot;Kita di atas rata-rata pertumbuhan baik negara maju maupun  berkembang. Tingkat inflasi relatif terkendali, dan Indonesia adalah  salah satu yang berhasil mengembalikan inflasi ke target sasaran,&quot; jelas  Airlangga.
Rasio utang Indonesia juga di level aman di bawah 40%, yaitu di level  38%. Ini kalau dianalogikan, pertumbuhan ekonomi ke depan adalah  pendakian gunung, karena tantangannya semakin berat.
&quot;Inflasi adalah hujan, karena kalau mendaki gunung dan kemudian  hujan, jalan menjadi licin dan semakin berat. Oleh karena itu, oksigen  tipis, maka kita perlu menyatukan langkah,&quot; lanjut Airlangga.
Dia mengatakan, capaian ini merupakan hasil arahan Presiden Joko  Widodo (Jokowi), bersama kolaborasi sinergis kebijakan fiskal, moneter,  dan sektor riil.
&quot;Ini dukungan dari seluruh masyarakat, dan kebijakan fiskal menjadi  shock absorber yang responsif terhadap kebijakan perekonomian. Kebijakan  moneter juga berperan strategis menjaga stabilitas dan mendukung  pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku optimis akan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2023 dan 2024. Dia meyakini pertumbuhan ekonomi 2024 mencapai 5,2%.
&quot;Dalam jangka pendek kami optimis ekonomi RI di 2023 tumbuh di atas 5% dan tahun 2024 tumbuh di 5,2% di tengah berbagai downside risk yang kita hadapi,&quot; ungkap Airlangga dalam Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia di Jakarta, Jumat (22/12/2023).

BACA JUGA:
Menko Airlangga Ibaratkan Pertumbuhan Ekonomi Seperti Mendaki Gunung

Dia mengakui bahwa masih ada sejumlah tantangan yang masih harus dihadapi. Di tahun 2023 misalnya, perkembangan ekonomi domestik tidak mudah.
&quot;Harga komoditas masih tinggi, tensi geopolitik belum mereda, dan negara maju masih menghadapi bunga tinggi untuk masa yang lebih panjang (higher for longer),&quot; tambah Airlangga.

BACA JUGA:
Menko Airlangga: Indonesia Siap Jadi Produsen Kendaraan Listrik Global

Hal ini menurutnya bisa menekan aliran modal asing. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi China masih berada di bawah prakiraan, ketahanan pangan dan energi akibat perubahan iklim, terlebih ketahanan pangan yang menjadi tantangan berbagai negara termasuk Indonesia.
&quot;Di sisi lain, fluktuasi energi sudah mulai melandai,&quot; ungkap Airlangga.
Kendati demikian, World Bank memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5% hingga tahun 2026.&quot;Kita di atas rata-rata pertumbuhan baik negara maju maupun  berkembang. Tingkat inflasi relatif terkendali, dan Indonesia adalah  salah satu yang berhasil mengembalikan inflasi ke target sasaran,&quot; jelas  Airlangga.
Rasio utang Indonesia juga di level aman di bawah 40%, yaitu di level  38%. Ini kalau dianalogikan, pertumbuhan ekonomi ke depan adalah  pendakian gunung, karena tantangannya semakin berat.
&quot;Inflasi adalah hujan, karena kalau mendaki gunung dan kemudian  hujan, jalan menjadi licin dan semakin berat. Oleh karena itu, oksigen  tipis, maka kita perlu menyatukan langkah,&quot; lanjut Airlangga.
Dia mengatakan, capaian ini merupakan hasil arahan Presiden Joko  Widodo (Jokowi), bersama kolaborasi sinergis kebijakan fiskal, moneter,  dan sektor riil.
&quot;Ini dukungan dari seluruh masyarakat, dan kebijakan fiskal menjadi  shock absorber yang responsif terhadap kebijakan perekonomian. Kebijakan  moneter juga berperan strategis menjaga stabilitas dan mendukung  pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
