<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Tekankan Pentingnya Literasi Masyarakat soal Keuangan Digital</title><description>OJK menyebut  pelaksanaan Bulan Fintech Nasional (BFN) berhasil  meningkatkan sinergi antara regulator dan pelaku industri fintech.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943425/ojk-tekankan-pentingnya-literasi-masyarakat-soal-keuangan-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943425/ojk-tekankan-pentingnya-literasi-masyarakat-soal-keuangan-digital"/><item><title>OJK Tekankan Pentingnya Literasi Masyarakat soal Keuangan Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943425/ojk-tekankan-pentingnya-literasi-masyarakat-soal-keuangan-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943425/ojk-tekankan-pentingnya-literasi-masyarakat-soal-keuangan-digital</guid><pubDate>Jum'at 22 Desember 2023 15:15 WIB</pubDate><dc:creator>Mieke Dearni Br Tarigan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/22/320/2943425/ojk-tekankan-pentingnya-literasi-masyarakat-soal-keuangan-digital-qClBLg5tvm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">OJK tekankan pentingnya literasi masyarakat soal fintech (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/22/320/2943425/ojk-tekankan-pentingnya-literasi-masyarakat-soal-keuangan-digital-qClBLg5tvm.jpg</image><title>OJK tekankan pentingnya literasi masyarakat soal fintech (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMC8xLzE3NTMzNy81L3g4cXFxb28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut  pelaksanaan Bulan Fintech Nasional (BFN) berhasil meningkatkan sinergi antara regulator dan pelaku industri fintech. OJK menilai sinergi dibutuhkan dalam meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat mengenai fintech.
&amp;ldquo;Ini menandakan era baru peningkatan sinergi dan kolaborasi antara regulator dan pelaku industri dalam menghadapi tantangan di sektor fintech sekaligus meningkatkan literasi publik dalam memanfaatkan layanan fintech secara produktif dan bertanggungjawab,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi, Jumat (22/12/2023).

BACA JUGA:
OJK Prediksi Ketidakpastian Global Bakal Mereda pada 2024


Untuk diketahui, Pelaksanaan Bulan Fintech Nasional (BFN) 2023 dan Indonesia Fintech Summit &amp;amp; Expo (IFSE) 2023 telah digelar pada 11 November &amp;ndash; 12 Desember 2023. Hasan berharap melalui BFN dan IFSE 2023, inklusi keuangan di Indonesia dapat terus ditingkatkan. Dengan demikian, sektor ekonomi digital Indonesia dapat terus tumbuh dan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
&amp;ldquo;Hal yang utama adalah BFN dan IFSE merupakan sebuah event yang sangat strategis karena dalam kegiatan ini, regulator dan pelaku industri fintech bersinergi, berkolaborasi, dan berdiskusi mengenai berbagai tantangan di sektor ini. Saya tentu berharap masyarakat yang masuk dalam kategori unbanked dapat dijangkau dan memanfaatkan layanan fintech sehingga inklusi keuangan dapat terus ditingkatkan,&amp;rdquo; ungkap Hasan.

BACA JUGA:
Waktu Debt Collector Datang ke Rumah Diatur OJK


Ketua Umum AFSI Ronald Yusuf Wijaya berharap BFN dan IFSE 2023 yang telah usai digelar dapat semakin meningkatkan awareness masyarakat di Indonesia, khususnya masyarakat muslim untuk dapat memanfaatkan layanan fintech syariah di Indonesia. Dengan demikian, sektor fintech syariah dapat terus tumbuh dan mampu menjawab kebutuhan keuangan konsumen muslim di Indonesia.
&amp;ldquo;Awareness konsumen muslim terhadap sektor fintech syariah di Indonesia secara umum saat ini sudah cukup baik namun terdapat potensi untuk dapat terus ditingkatkan. Saya berharap setelah IFSE 2023 dilaksanakan, semakin banyak konsumen muslim yang dapat memanfaatkan berbagai layanan keuangan yang diberikan oleh para anggota AFSI,&amp;rdquo; jelas Ronald.
Ronald juga menambahkan bahwa selama BFN dan IFSE 2023, AFSI dan  anggota bekerja sama dengan para stakeholder di beberapa daerah untuk  menghadirkan berbagai kegiatan edukasi dan literasi layanan fintech  syariah untuk meningkatkan awareness secara lebih merata, yaitu di Pulau  Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Jawa. Sinergi yang telah  terbangun melalui momentum BFN dan IFSE 2023 ini diharapkan dapat terus  dipertahankan untuk mendukung pertumbuhan industri fintech syariah di  Indonesia.
&amp;ldquo;Keberhasilan BFN dan IFSE 2023 tidak terlepas dari eratnya  kolaborasi antara AFSI, anggota dan stakeholder di berbagai daerah.  Selama BFN ini, AFSI telah menyelenggarakan berbagai kegiatan edukasi  dan literasi layanan fintech syariah yang tidak hanya terpusat di pulau  Jawa, tetapi juga di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali.  Harapannya sinergi ini dapat terus terjaga, sehingga pemerataan literasi  dan inklusi layanan fintech syariah dapat tercapai dengan baik,&amp;ldquo;  tambahnya.
Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar berharap BFN dan IFSE 2023 dapat  menjadi masukan yang strategis bagi sektor industri fintech khususnya  dalam memberikan layanan keuangan yang inklusif dan juga transparan.  Dengan demikian, konsumen dapat semakin paham akan manfaat dan juga  berbagai hal yang perlu diantisipasi dalam menggunakan layanan fintech.
&amp;ldquo;Hal terpenting adalah BFN dan IFSE 2023 yang sudah usai ini dapat  dijadikan platform bagi seluruh pelaku industri fintech untuk memastikan  konsumennya memahami segala bentuk layanan, manfaat, dan juga berbagai  hal penting lainnya terkait industri ini. Tentunya, pemahaman publik ini  akan berdampak positif terhadap tingkat inklusi keuangan di Indonesia,&amp;rdquo;  jelasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMC8xLzE3NTMzNy81L3g4cXFxb28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut  pelaksanaan Bulan Fintech Nasional (BFN) berhasil meningkatkan sinergi antara regulator dan pelaku industri fintech. OJK menilai sinergi dibutuhkan dalam meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat mengenai fintech.
&amp;ldquo;Ini menandakan era baru peningkatan sinergi dan kolaborasi antara regulator dan pelaku industri dalam menghadapi tantangan di sektor fintech sekaligus meningkatkan literasi publik dalam memanfaatkan layanan fintech secara produktif dan bertanggungjawab,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi, Jumat (22/12/2023).

BACA JUGA:
OJK Prediksi Ketidakpastian Global Bakal Mereda pada 2024


Untuk diketahui, Pelaksanaan Bulan Fintech Nasional (BFN) 2023 dan Indonesia Fintech Summit &amp;amp; Expo (IFSE) 2023 telah digelar pada 11 November &amp;ndash; 12 Desember 2023. Hasan berharap melalui BFN dan IFSE 2023, inklusi keuangan di Indonesia dapat terus ditingkatkan. Dengan demikian, sektor ekonomi digital Indonesia dapat terus tumbuh dan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
&amp;ldquo;Hal yang utama adalah BFN dan IFSE merupakan sebuah event yang sangat strategis karena dalam kegiatan ini, regulator dan pelaku industri fintech bersinergi, berkolaborasi, dan berdiskusi mengenai berbagai tantangan di sektor ini. Saya tentu berharap masyarakat yang masuk dalam kategori unbanked dapat dijangkau dan memanfaatkan layanan fintech sehingga inklusi keuangan dapat terus ditingkatkan,&amp;rdquo; ungkap Hasan.

BACA JUGA:
Waktu Debt Collector Datang ke Rumah Diatur OJK


Ketua Umum AFSI Ronald Yusuf Wijaya berharap BFN dan IFSE 2023 yang telah usai digelar dapat semakin meningkatkan awareness masyarakat di Indonesia, khususnya masyarakat muslim untuk dapat memanfaatkan layanan fintech syariah di Indonesia. Dengan demikian, sektor fintech syariah dapat terus tumbuh dan mampu menjawab kebutuhan keuangan konsumen muslim di Indonesia.
&amp;ldquo;Awareness konsumen muslim terhadap sektor fintech syariah di Indonesia secara umum saat ini sudah cukup baik namun terdapat potensi untuk dapat terus ditingkatkan. Saya berharap setelah IFSE 2023 dilaksanakan, semakin banyak konsumen muslim yang dapat memanfaatkan berbagai layanan keuangan yang diberikan oleh para anggota AFSI,&amp;rdquo; jelas Ronald.
Ronald juga menambahkan bahwa selama BFN dan IFSE 2023, AFSI dan  anggota bekerja sama dengan para stakeholder di beberapa daerah untuk  menghadirkan berbagai kegiatan edukasi dan literasi layanan fintech  syariah untuk meningkatkan awareness secara lebih merata, yaitu di Pulau  Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Jawa. Sinergi yang telah  terbangun melalui momentum BFN dan IFSE 2023 ini diharapkan dapat terus  dipertahankan untuk mendukung pertumbuhan industri fintech syariah di  Indonesia.
&amp;ldquo;Keberhasilan BFN dan IFSE 2023 tidak terlepas dari eratnya  kolaborasi antara AFSI, anggota dan stakeholder di berbagai daerah.  Selama BFN ini, AFSI telah menyelenggarakan berbagai kegiatan edukasi  dan literasi layanan fintech syariah yang tidak hanya terpusat di pulau  Jawa, tetapi juga di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali.  Harapannya sinergi ini dapat terus terjaga, sehingga pemerataan literasi  dan inklusi layanan fintech syariah dapat tercapai dengan baik,&amp;ldquo;  tambahnya.
Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar berharap BFN dan IFSE 2023 dapat  menjadi masukan yang strategis bagi sektor industri fintech khususnya  dalam memberikan layanan keuangan yang inklusif dan juga transparan.  Dengan demikian, konsumen dapat semakin paham akan manfaat dan juga  berbagai hal yang perlu diantisipasi dalam menggunakan layanan fintech.
&amp;ldquo;Hal terpenting adalah BFN dan IFSE 2023 yang sudah usai ini dapat  dijadikan platform bagi seluruh pelaku industri fintech untuk memastikan  konsumennya memahami segala bentuk layanan, manfaat, dan juga berbagai  hal penting lainnya terkait industri ini. Tentunya, pemahaman publik ini  akan berdampak positif terhadap tingkat inklusi keuangan di Indonesia,&amp;rdquo;  jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
