<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketidakpastian Global Bakal Mereda pada 2024? BI Bilang Gini</title><description>Bank Indonesia (BI) menyebut ketidakpastian global akan mereda pada tahun 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943442/ketidakpastian-global-bakal-mereda-pada-2024-bi-bilang-gini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943442/ketidakpastian-global-bakal-mereda-pada-2024-bi-bilang-gini"/><item><title>Ketidakpastian Global Bakal Mereda pada 2024? BI Bilang Gini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943442/ketidakpastian-global-bakal-mereda-pada-2024-bi-bilang-gini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943442/ketidakpastian-global-bakal-mereda-pada-2024-bi-bilang-gini</guid><pubDate>Jum'at 22 Desember 2023 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/22/320/2943442/ketidakpastian-global-bakal-mereda-pada-2024-bi-bilang-gini-Di95QyOglN.JPG" expression="full" type="image/jpeg">BI sebut ketidakpastian global mereda pada 2024. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/22/320/2943442/ketidakpastian-global-bakal-mereda-pada-2024-bi-bilang-gini-Di95QyOglN.JPG</image><title>BI sebut ketidakpastian global mereda pada 2024. (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi8xLzE3NTM5MS81L3g4cXNqcHc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) menyebut ketidakpastian global akan mereda pada tahun 2024.

Hal itu lantaran inflasi di Amerika Serikat (AS) sudah menurun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Optimistis Perekonomian Global Lebih Cerah pada 2024

Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung mengatakan, bahwa ketidakpastian global sudah mereda karena inflasi di Amerika dari berbagai kelompok barang sudah turun.

Sehingga ini membuat suku bunga The Fed tetap berada di angka 5,5%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soal Ekonomi 2024, Sri Mulyani: Kata-Kata Optimis Jangan Hanya Jadi Jargon

&amp;ldquo;Kami anggap itu sebagai terminal rate, jadi tidak ada kenaikan. Beda dengan sebelumnya, kita selalu menunggu, menunggu dan sebagainya. Sekarang kita sudah pada based line di 5,5%,&amp;rdquo; ujar Juda Agung saat Outlook Perekonomian Indonesia, Jakarta, Jumat (22/12/2023).

Deputi Gubernur BI itu menambahkan, pada tahun 2024 nanti diperkirakan masih bertahan di 5,5%. Lalu, suku bunga The Fed pun diperkirakan mulai menurun sampai dengan kuartal II dan kuartal III mengikuti inflasi yang menurun.



&amp;ldquo;Sampai dengan kuartal II, kuartal III kami perkirakan suku bunga The Fed akan mulai turun dan terus akan mengalami penurunan seiring dengan penurunan inflasi di Amerika,&amp;rdquo; jelas Juda.



Juda kembali mengatakan, bahwa di tahun ini ekonomi global akan tumbuh 3,0% dan ada sedikit pelemahan di tahun depan. Hal ini dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi yang dialami China.



Tambahnya, pada kondisi domestik, konsumsi dan investasi sebenarnya masih kuat. Namun, memang kalau dilihat ekspor dengan harga komoditas ekspor yang turun ini akan mengalami pelemahan.



Meski begitu, dia optimis bahwa tahun ini dan tahun depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di kisaran angka 5%. Sehingga masih di dalam range yang ditetapkan, yakni sebesar 4,7% sampai 5,5%.



Kemudian, Juda mengungkapkan, bahwa inflasi sudah di bawah 2%, tepatnya 1,8%. Akan tetapi, kalau dilihat dari Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 2,8%.



&amp;ldquo;Yang menjadi PR kita adalah bagaimana tetap mengendalikan harga-harga pangan,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi8xLzE3NTM5MS81L3g4cXNqcHc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) menyebut ketidakpastian global akan mereda pada tahun 2024.

Hal itu lantaran inflasi di Amerika Serikat (AS) sudah menurun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Optimistis Perekonomian Global Lebih Cerah pada 2024

Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung mengatakan, bahwa ketidakpastian global sudah mereda karena inflasi di Amerika dari berbagai kelompok barang sudah turun.

Sehingga ini membuat suku bunga The Fed tetap berada di angka 5,5%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soal Ekonomi 2024, Sri Mulyani: Kata-Kata Optimis Jangan Hanya Jadi Jargon

&amp;ldquo;Kami anggap itu sebagai terminal rate, jadi tidak ada kenaikan. Beda dengan sebelumnya, kita selalu menunggu, menunggu dan sebagainya. Sekarang kita sudah pada based line di 5,5%,&amp;rdquo; ujar Juda Agung saat Outlook Perekonomian Indonesia, Jakarta, Jumat (22/12/2023).

Deputi Gubernur BI itu menambahkan, pada tahun 2024 nanti diperkirakan masih bertahan di 5,5%. Lalu, suku bunga The Fed pun diperkirakan mulai menurun sampai dengan kuartal II dan kuartal III mengikuti inflasi yang menurun.



&amp;ldquo;Sampai dengan kuartal II, kuartal III kami perkirakan suku bunga The Fed akan mulai turun dan terus akan mengalami penurunan seiring dengan penurunan inflasi di Amerika,&amp;rdquo; jelas Juda.



Juda kembali mengatakan, bahwa di tahun ini ekonomi global akan tumbuh 3,0% dan ada sedikit pelemahan di tahun depan. Hal ini dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi yang dialami China.



Tambahnya, pada kondisi domestik, konsumsi dan investasi sebenarnya masih kuat. Namun, memang kalau dilihat ekspor dengan harga komoditas ekspor yang turun ini akan mengalami pelemahan.



Meski begitu, dia optimis bahwa tahun ini dan tahun depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di kisaran angka 5%. Sehingga masih di dalam range yang ditetapkan, yakni sebesar 4,7% sampai 5,5%.



Kemudian, Juda mengungkapkan, bahwa inflasi sudah di bawah 2%, tepatnya 1,8%. Akan tetapi, kalau dilihat dari Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 2,8%.



&amp;ldquo;Yang menjadi PR kita adalah bagaimana tetap mengendalikan harga-harga pangan,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
