<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri ESDM Bawa Kabar Terbaru soal Divestasi Saham Vale</title><description>Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masih menunggu proses di BUMN dan perusahaan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943518/menteri-esdm-bawa-kabar-terbaru-soal-divestasi-saham-vale</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943518/menteri-esdm-bawa-kabar-terbaru-soal-divestasi-saham-vale"/><item><title>Menteri ESDM Bawa Kabar Terbaru soal Divestasi Saham Vale</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943518/menteri-esdm-bawa-kabar-terbaru-soal-divestasi-saham-vale</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943518/menteri-esdm-bawa-kabar-terbaru-soal-divestasi-saham-vale</guid><pubDate>Jum'at 22 Desember 2023 17:13 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/22/320/2943518/menteri-esdm-bawa-kabar-terbaru-soal-divestasi-saham-vale-N6DYyYwkCu.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM Arifin Tasrif soal saham Vale. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/22/320/2943518/menteri-esdm-bawa-kabar-terbaru-soal-divestasi-saham-vale-N6DYyYwkCu.JPG</image><title>Menteri ESDM Arifin Tasrif soal saham Vale. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masih menunggu proses di BUMN dan perusahaan.

&quot;Masih menunggu (proses) di BUMN sama Vale,&quot; kata ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (22/12/2023).

BACA JUGA:
OJK Tekankan Pentingnya Literasi Masyarakat soal Keuangan Digital

Arifin juga menilai, bahwa kedua pihak harus melakukan negosiasi mengenai valuasi harga divestasi yang ditawarkan Vale.

&quot;Mereka harus (nego). Ini kan bisnis to bisnis, mungkin tawar menawarnya panjang kan ya,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Menteri ESDM Tetapkan Formula Baru Harga Dasar Jenis BBM Tertentu

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir juga telah mewanti-wanti INCO mengenai rencana pelepasan saham alias divestasi 14% sahamnya kepada Holding BUMN Pertambangan MIND ID.

Erick menegaskan, valuasi harga divestasi yang ditawarkan Vale harus adil, walaupun nantinya MIND ID hanya memegang akumulasi 34% dari saham PT Vale Indonesia, bukan 51% seperti yang diharapkan.
Sebagaimana diketahui, saat ini Indonesia total sudah memegang sekitar 41% di PT Vale Indonesia, antara lain 20% telah dimiliki MIND ID dan 21,18% dimiliki publik melalui Bursa Efek Indonesia. Rencananya, Vale akan melepas 14% lagi kepada MIND ID, sehingga kepemilikan saham MIND ID di Vale menjadi 34%.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jurus ESDM Atasi Intermitensi Pembangkit Listrik Energi Bersih

&quot;34%-nya harus dapat. Tapi, valuasi harganya kita musti fair, karena ini barang kita kok. Kita bukan nggak friendly sama investasi asing,&quot; tegasnya di Jakarta, Selasa (19/12/2023) lalu.



&quot;Kita harus 34%, kita sudah ngalah nggak 51%, karena setelah diskusi ketika dulu divestasi 20%-nya Pemerintah Indonesia tidak mengambil. Itu kebijakan bukan berarti pemerintah salah, enggak. Tapi sudah masuk komposisi 51%,&quot; tuturnya.



Kendati tidak menyebutkan nilai yang ditawarkan Vale, Erick menilai harga tersebut masih mahal. Oleh karena itu, pihaknya masih terus bernegosiasi.



&quot;Masih negosiasi. Pokoknya selama-lamanya sampai kita dapat yang kita mau,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masih menunggu proses di BUMN dan perusahaan.

&quot;Masih menunggu (proses) di BUMN sama Vale,&quot; kata ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (22/12/2023).

BACA JUGA:
OJK Tekankan Pentingnya Literasi Masyarakat soal Keuangan Digital

Arifin juga menilai, bahwa kedua pihak harus melakukan negosiasi mengenai valuasi harga divestasi yang ditawarkan Vale.

&quot;Mereka harus (nego). Ini kan bisnis to bisnis, mungkin tawar menawarnya panjang kan ya,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Menteri ESDM Tetapkan Formula Baru Harga Dasar Jenis BBM Tertentu

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir juga telah mewanti-wanti INCO mengenai rencana pelepasan saham alias divestasi 14% sahamnya kepada Holding BUMN Pertambangan MIND ID.

Erick menegaskan, valuasi harga divestasi yang ditawarkan Vale harus adil, walaupun nantinya MIND ID hanya memegang akumulasi 34% dari saham PT Vale Indonesia, bukan 51% seperti yang diharapkan.
Sebagaimana diketahui, saat ini Indonesia total sudah memegang sekitar 41% di PT Vale Indonesia, antara lain 20% telah dimiliki MIND ID dan 21,18% dimiliki publik melalui Bursa Efek Indonesia. Rencananya, Vale akan melepas 14% lagi kepada MIND ID, sehingga kepemilikan saham MIND ID di Vale menjadi 34%.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jurus ESDM Atasi Intermitensi Pembangkit Listrik Energi Bersih

&quot;34%-nya harus dapat. Tapi, valuasi harganya kita musti fair, karena ini barang kita kok. Kita bukan nggak friendly sama investasi asing,&quot; tegasnya di Jakarta, Selasa (19/12/2023) lalu.



&quot;Kita harus 34%, kita sudah ngalah nggak 51%, karena setelah diskusi ketika dulu divestasi 20%-nya Pemerintah Indonesia tidak mengambil. Itu kebijakan bukan berarti pemerintah salah, enggak. Tapi sudah masuk komposisi 51%,&quot; tuturnya.



Kendati tidak menyebutkan nilai yang ditawarkan Vale, Erick menilai harga tersebut masih mahal. Oleh karena itu, pihaknya masih terus bernegosiasi.



&quot;Masih negosiasi. Pokoknya selama-lamanya sampai kita dapat yang kita mau,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
