<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gibran Ingin Naikkan Rasio Pajak Jadi 23%, Mahfud MD: Tidak Masuk Akal</title><description>Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD mengomentari rencana kenaikan rasio pajak hingga 23%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943688/gibran-ingin-naikkan-rasio-pajak-jadi-23-mahfud-md-tidak-masuk-akal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943688/gibran-ingin-naikkan-rasio-pajak-jadi-23-mahfud-md-tidak-masuk-akal"/><item><title>Gibran Ingin Naikkan Rasio Pajak Jadi 23%, Mahfud MD: Tidak Masuk Akal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943688/gibran-ingin-naikkan-rasio-pajak-jadi-23-mahfud-md-tidak-masuk-akal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943688/gibran-ingin-naikkan-rasio-pajak-jadi-23-mahfud-md-tidak-masuk-akal</guid><pubDate>Jum'at 22 Desember 2023 21:36 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/22/320/2943688/gibran-ingin-naikkan-rasio-pajak-jadi-23-mahfud-md-tidak-masuk-akal-SdUKMAUkSF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD dalam Debat Cawapres. (Foto: YouTube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/22/320/2943688/gibran-ingin-naikkan-rasio-pajak-jadi-23-mahfud-md-tidak-masuk-akal-SdUKMAUkSF.jpg</image><title>Mahfud MD dalam Debat Cawapres. (Foto: YouTube)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi8xLzE3NTQxMi81L3g4cXN1ajU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD mengomentari rencana kenaikan rasio pajak hingga 23% yang tercantum dalam visi misi Capres dan Cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, angka ini tidak masuk akal.

&quot;Dalam visi dan misi anda, disebut kalau rasio pajak (tax ratio) dinaikkan menjadi 23%, dalam simulasi kami, angka itu hampir tidak masuk akal,&quot; ungkap Mahfud dalam Debat Cawapres di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Temui Capres Ganjar Pranowo, Keluarga Pecinta Walisongo Titipkan Pesan Ini

Karena, dia menyebutkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 10%, padahal selama ini pertumbuhan ekonomi 5-6%.

&quot;Itu kalau Anda bisa menaikkan rasio pajak sampai segitu, naiknya ekonomi bisa 10%. Lalu bagaimana Anda mau menaikkan pajak? Orang insentif pajak saja orang nggak ngambil,&quot; tambah Mahfud.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Keluarga Korban Penculikan: Prabowo Momok yang Menakutkan, Capres Pelanggar HAM!

Dia pun meminta Gibran untuk membedakan antara penerimaan pajak dan tax ratio.

&quot;Anda bicara soal 23%, 23% dari apa ini? Kalau anda bicara bahwa beda antara penerimaan pajak dan tax ratio, kalau persen kaitannya dengan PDB, apa 23% dari APBN atau apa?&quot; cecar Mahfud.



Kalau 23% dari APBN, Mahfud menyebut bahwa itu salah, karena sekarang saja sudah 82% dari APBN. Dengan tax ratio sekarang yang hanya 10,5%, sumbangan terhadap APBN itu 20%.



&quot;23% itu dari apa? Dari PDB? Dari APBN? atau apa? untuk menaikkan pajak. Hati-hati loh, rakyat itu sensitif kalau pajak dinaikkan. Karena kita sudah berkali-kali menawarkan tax amnesty tidak jelas hasilnya, kemudian insentif pajak sudah ditawarkan juga tidak mau, karena diperas-peras juga jadi alat nego di kantor pajak,&quot; pungkas Mahfud.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi8xLzE3NTQxMi81L3g4cXN1ajU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD mengomentari rencana kenaikan rasio pajak hingga 23% yang tercantum dalam visi misi Capres dan Cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, angka ini tidak masuk akal.

&quot;Dalam visi dan misi anda, disebut kalau rasio pajak (tax ratio) dinaikkan menjadi 23%, dalam simulasi kami, angka itu hampir tidak masuk akal,&quot; ungkap Mahfud dalam Debat Cawapres di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Temui Capres Ganjar Pranowo, Keluarga Pecinta Walisongo Titipkan Pesan Ini

Karena, dia menyebutkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 10%, padahal selama ini pertumbuhan ekonomi 5-6%.

&quot;Itu kalau Anda bisa menaikkan rasio pajak sampai segitu, naiknya ekonomi bisa 10%. Lalu bagaimana Anda mau menaikkan pajak? Orang insentif pajak saja orang nggak ngambil,&quot; tambah Mahfud.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Keluarga Korban Penculikan: Prabowo Momok yang Menakutkan, Capres Pelanggar HAM!

Dia pun meminta Gibran untuk membedakan antara penerimaan pajak dan tax ratio.

&quot;Anda bicara soal 23%, 23% dari apa ini? Kalau anda bicara bahwa beda antara penerimaan pajak dan tax ratio, kalau persen kaitannya dengan PDB, apa 23% dari APBN atau apa?&quot; cecar Mahfud.



Kalau 23% dari APBN, Mahfud menyebut bahwa itu salah, karena sekarang saja sudah 82% dari APBN. Dengan tax ratio sekarang yang hanya 10,5%, sumbangan terhadap APBN itu 20%.



&quot;23% itu dari apa? Dari PDB? Dari APBN? atau apa? untuk menaikkan pajak. Hati-hati loh, rakyat itu sensitif kalau pajak dinaikkan. Karena kita sudah berkali-kali menawarkan tax amnesty tidak jelas hasilnya, kemudian insentif pajak sudah ditawarkan juga tidak mau, karena diperas-peras juga jadi alat nego di kantor pajak,&quot; pungkas Mahfud.</content:encoded></item></channel></rss>
