<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sindir Rencana Gibran Naikkan Rasio Pajak, Mahfud MD: Hati-Hati, Rakyat Itu Sensitif soal Pajak   </title><description>Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD mengkritik rencana Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943691/sindir-rencana-gibran-naikkan-rasio-pajak-mahfud-md-hati-hati-rakyat-itu-sensitif-soal-pajak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943691/sindir-rencana-gibran-naikkan-rasio-pajak-mahfud-md-hati-hati-rakyat-itu-sensitif-soal-pajak"/><item><title>Sindir Rencana Gibran Naikkan Rasio Pajak, Mahfud MD: Hati-Hati, Rakyat Itu Sensitif soal Pajak   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943691/sindir-rencana-gibran-naikkan-rasio-pajak-mahfud-md-hati-hati-rakyat-itu-sensitif-soal-pajak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943691/sindir-rencana-gibran-naikkan-rasio-pajak-mahfud-md-hati-hati-rakyat-itu-sensitif-soal-pajak</guid><pubDate>Jum'at 22 Desember 2023 21:42 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/22/320/2943691/sindir-rencana-gibran-naikkan-rasio-pajak-mahfud-md-hati-hati-rakyat-itu-sensitif-soal-pajak-l2Lo7TF8s0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD dalam Debat Cawapres. (Foto: YouTube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/22/320/2943691/sindir-rencana-gibran-naikkan-rasio-pajak-mahfud-md-hati-hati-rakyat-itu-sensitif-soal-pajak-l2Lo7TF8s0.jpg</image><title>Mahfud MD dalam Debat Cawapres. (Foto: YouTube)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi8xLzE3NTQxNS81L3g4cXN2ZG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;



JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD mengkritik rencana Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka yang ingin menaikkan rasio pajak (tax ratio) hingga 23%. Menurut Mahfud, rakyat sangat sensitif apabila berbicara mengenai kenaikan pajak.

Maka dari itu, dia mengingatkan Gibran untuk berhati-hati.

&quot;Hati-hati loh, rakyat itu sensitif kalau pajak dinaikkan. Karena kita sudah berkali-kali menawarkan tax amnesty tidak jelas hasilnya, kemudian insentif pajak sudah ditawarkan juga tidak mau, karena diperas-peras juga jadi alat nego di kantor pajak,&quot; ujar Mahfud dalam Debat Cawapres di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023).&amp;nbsp;

Selain itu, dia juga menilai bahwa rencana kenaikan tax ratio hingga 23% ini tidak masuk akal. Pasalnya, dengan angka tersebut, angka pertumbuhan ekonomi bisa menembus 10%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mahfud MD Beri Gibran Penjelasan soal Pembuatan Regulasi

Mahfud pun meminta Gibran untuk membedakan antara penerimaan pajak dan tax ratio.

&quot;Anda bicara soal 23%, 23% dari apa ini? Kalau anda bicara bahwa beda antara penerimaan pajak dan tax ratio, kalau persen kaitannya dengan PDB, apa 23% dari APBN atau apa?&quot; cecar Mahfud.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Relawan Ganjar Mahfud Rangkul Ibu-Ibu dengan Gelar Pengajian di Mataram

Kalau angkanya 23% dari APBN, Mahfud menyebut bahwa itu salah, karena sekarang saja sudah 82% dari APBN.

&quot;Dengan tax ratio sekarang yang hanya 10,5%, sumbangan terhadap APBN itu 20%,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi8xLzE3NTQxNS81L3g4cXN2ZG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;



JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD mengkritik rencana Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka yang ingin menaikkan rasio pajak (tax ratio) hingga 23%. Menurut Mahfud, rakyat sangat sensitif apabila berbicara mengenai kenaikan pajak.

Maka dari itu, dia mengingatkan Gibran untuk berhati-hati.

&quot;Hati-hati loh, rakyat itu sensitif kalau pajak dinaikkan. Karena kita sudah berkali-kali menawarkan tax amnesty tidak jelas hasilnya, kemudian insentif pajak sudah ditawarkan juga tidak mau, karena diperas-peras juga jadi alat nego di kantor pajak,&quot; ujar Mahfud dalam Debat Cawapres di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023).&amp;nbsp;

Selain itu, dia juga menilai bahwa rencana kenaikan tax ratio hingga 23% ini tidak masuk akal. Pasalnya, dengan angka tersebut, angka pertumbuhan ekonomi bisa menembus 10%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mahfud MD Beri Gibran Penjelasan soal Pembuatan Regulasi

Mahfud pun meminta Gibran untuk membedakan antara penerimaan pajak dan tax ratio.

&quot;Anda bicara soal 23%, 23% dari apa ini? Kalau anda bicara bahwa beda antara penerimaan pajak dan tax ratio, kalau persen kaitannya dengan PDB, apa 23% dari APBN atau apa?&quot; cecar Mahfud.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Relawan Ganjar Mahfud Rangkul Ibu-Ibu dengan Gelar Pengajian di Mataram

Kalau angkanya 23% dari APBN, Mahfud menyebut bahwa itu salah, karena sekarang saja sudah 82% dari APBN.

&quot;Dengan tax ratio sekarang yang hanya 10,5%, sumbangan terhadap APBN itu 20%,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
