<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahfud MD Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi Cak Imin 5,5% Tak Tepat, Ini Alasannya</title><description>Mahfud MD menilai perhitungan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pasangan Anies Baswedan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943699/mahfud-md-nilai-target-pertumbuhan-ekonomi-cak-imin-5-5-tak-tepat-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943699/mahfud-md-nilai-target-pertumbuhan-ekonomi-cak-imin-5-5-tak-tepat-ini-alasannya"/><item><title>Mahfud MD Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi Cak Imin 5,5% Tak Tepat, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943699/mahfud-md-nilai-target-pertumbuhan-ekonomi-cak-imin-5-5-tak-tepat-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/22/320/2943699/mahfud-md-nilai-target-pertumbuhan-ekonomi-cak-imin-5-5-tak-tepat-ini-alasannya</guid><pubDate>Jum'at 22 Desember 2023 21:53 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/22/320/2943699/mahfud-md-nilai-target-pertumbuhan-ekonomi-cak-imin-5-5-tak-tepat-ini-alasannya-KeTBwS8eX9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cawapres Mahfud MD bicara soal Ekonomi RI (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/22/320/2943699/mahfud-md-nilai-target-pertumbuhan-ekonomi-cak-imin-5-5-tak-tepat-ini-alasannya-KeTBwS8eX9.jpg</image><title>Cawapres Mahfud MD bicara soal Ekonomi RI (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi8xLzE3NTQxMS81L3g4cXN1Y3c=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut tiga Mahfud MD menilai perhitungan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pasangan Anies Baswedan dan Cak Imin tidak tepat.
Adapun calon presiden dan calon wakil presiden pasangan nomor 1 tersebut menargetkan pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 5,5%-6,5% per tahun selama 2025-2029.

BACA JUGA:
Sindir Rencana Gibran Naikkan Rasio Pajak, Mahfud MD: Hati-Hati, Rakyat Itu Sensitif soal Pajak&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Mahfud menilai bahwa dengan  indeks Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang 4 persen saja harusnya pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 7 persen.
ICOR adalah rasio yang menunjukkan besarnya penambahan investasi untuk menghasilkan tambahan unit output.

BACA JUGA:
Mahfud MD Bahas Integrasi Perdagangan Indonesia ke Global

&quot;Kalo anda berani dengan ICOR 4 saja pasti bisa 7 persen apalagi 4-5 lah ini anda menargetkan segini tapi pertumbuhan ekonomi cuma 5,5 persen hingga 6,5 persen secara sistematis tidak tepat,&quot; katanya.Mahfud menjelaskan bahwa target pihaknya itu mencapai 7 persen. Target tersebut didasarkan pada perhitungan penyelamatan uang negara dari hasil tindak korupsi.
&quot;Itung-itungnya itu mudah tadi saya sudah sebut. Betapa saya menyelamatkan korupsi yang diurus kantor langsung saya aja Rp670 triliun itu kalo dibagi UMKM itu luar biasa,&quot; katanya.
Oleh karenanya, pihaknya fokus terhadap persoalan penegakan hukum harus benar-benar ditegakan. Hal ini guna menyelamatkan keuangan negara dan juga menciptakan iklim investasi yang sehat.
&quot;Kemudian yang ditemukan ICW sejak 2014 yang sudah inkrah itu Rp233,7 triliun nah ini kalo kita pangkas dengan menegakan hukum yang benar ini bisa mencapai 7 persen pertumbuhan ekonomi. Tapi anda menyimpang dari rumus yang selama ini terjadi,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi8xLzE3NTQxMS81L3g4cXN1Y3c=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut tiga Mahfud MD menilai perhitungan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pasangan Anies Baswedan dan Cak Imin tidak tepat.
Adapun calon presiden dan calon wakil presiden pasangan nomor 1 tersebut menargetkan pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 5,5%-6,5% per tahun selama 2025-2029.

BACA JUGA:
Sindir Rencana Gibran Naikkan Rasio Pajak, Mahfud MD: Hati-Hati, Rakyat Itu Sensitif soal Pajak&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Mahfud menilai bahwa dengan  indeks Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang 4 persen saja harusnya pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 7 persen.
ICOR adalah rasio yang menunjukkan besarnya penambahan investasi untuk menghasilkan tambahan unit output.

BACA JUGA:
Mahfud MD Bahas Integrasi Perdagangan Indonesia ke Global

&quot;Kalo anda berani dengan ICOR 4 saja pasti bisa 7 persen apalagi 4-5 lah ini anda menargetkan segini tapi pertumbuhan ekonomi cuma 5,5 persen hingga 6,5 persen secara sistematis tidak tepat,&quot; katanya.Mahfud menjelaskan bahwa target pihaknya itu mencapai 7 persen. Target tersebut didasarkan pada perhitungan penyelamatan uang negara dari hasil tindak korupsi.
&quot;Itung-itungnya itu mudah tadi saya sudah sebut. Betapa saya menyelamatkan korupsi yang diurus kantor langsung saya aja Rp670 triliun itu kalo dibagi UMKM itu luar biasa,&quot; katanya.
Oleh karenanya, pihaknya fokus terhadap persoalan penegakan hukum harus benar-benar ditegakan. Hal ini guna menyelamatkan keuangan negara dan juga menciptakan iklim investasi yang sehat.
&quot;Kemudian yang ditemukan ICW sejak 2014 yang sudah inkrah itu Rp233,7 triliun nah ini kalo kita pangkas dengan menegakan hukum yang benar ini bisa mencapai 7 persen pertumbuhan ekonomi. Tapi anda menyimpang dari rumus yang selama ini terjadi,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
