<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Debt Collector Ternyata Boleh Tagih Utang ke Rumah Nasabah di Jam Segini</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan peraturan mengenai perlindungan konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan.
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/23/320/2943419/debt-collector-ternyata-boleh-tagih-utang-ke-rumah-nasabah-di-jam-segini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/23/320/2943419/debt-collector-ternyata-boleh-tagih-utang-ke-rumah-nasabah-di-jam-segini"/><item><title>Debt Collector Ternyata Boleh Tagih Utang ke Rumah Nasabah di Jam Segini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/23/320/2943419/debt-collector-ternyata-boleh-tagih-utang-ke-rumah-nasabah-di-jam-segini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/23/320/2943419/debt-collector-ternyata-boleh-tagih-utang-ke-rumah-nasabah-di-jam-segini</guid><pubDate>Sabtu 23 Desember 2023 07:03 WIB</pubDate><dc:creator>Candra Gunawan Nurhakim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/22/320/2943419/debt-collector-ternyata-boleh-tagih-utang-ke-rumah-nasabah-di-jam-segini-I64DDOCaSz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Debt Collector Boleh Tagih Utang ke Rumah Nasabah. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/22/320/2943419/debt-collector-ternyata-boleh-tagih-utang-ke-rumah-nasabah-di-jam-segini-I64DDOCaSz.jpg</image><title>Debt Collector Boleh Tagih Utang ke Rumah Nasabah. (Foto: Freepik)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNS8xLzE3Mzc0Mi81L3g4cG5ubnE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan peraturan mengenai perlindungan konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan, yang tercantum dalam Pasal 7 POJK Nomor 6/POJK.07/2022.

Berdasarkan peraturan tersebut, penagihan yang dilakukan oleh pihak ketiga yakni DC (Debt Collection) kepada nasabah hanya dapat dilakukan pada pukul 08.00 &amp;ndash; 20.00 sesuai wilayah waktu alamat penerima dana.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Apakah EC Dalam Pinjol? Simak di Sini&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selain itu pihak OJK pun telah mengeluarkan peraturan yang tertuang dalam pasal Nomor 35/POJK.05/2018 tentang penyelenggaraan usaha perusahaan pembiayaan, keberadaan DC atau penagih utang adalah legal.
Di mana perusahaan diperbolehkan untuk bekerjasama dengan pihak ketiga atau DC untuk membantu dalam proses penagihan utang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sampai Kapan Kredivo Menagih Utang?

Lalu, DC hanya diperbolehkan menagih ke alamat yang dicantumkan oleh klien atau domisili debitur. Dengan begitu, DC tidak diperkenankan untuk datang atau mengancam kantor atau tempat dari klien bekerja. Kecuali, jika klien mendaftarkan alamat kantor sebagai alamat penagih.

Ketika DC melakukan penagihan utang pada nasabah, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni DC dilarang menggunakan tindakan kekerasan, ancaman, atau tindakan yang bersifat mempermalukan nasabah. Jika hal ini dilakukan maka bisa dijatuhi pidana atas pencemaran nama baik.



Bahkan, DC hanya perlu menagih hutang macet berdasarkan kriteria yang telah diberikan oleh Bank Indonesia. Yang dimaksud dengan utang macet adalah saat keterlambatan cicilan sudah lebih dari 6 bulan.





Baca Selengkapnya : Debt Collector Boleh Datangi Rumah Nasabah di Jam Segini




</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNS8xLzE3Mzc0Mi81L3g4cG5ubnE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan peraturan mengenai perlindungan konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan, yang tercantum dalam Pasal 7 POJK Nomor 6/POJK.07/2022.

Berdasarkan peraturan tersebut, penagihan yang dilakukan oleh pihak ketiga yakni DC (Debt Collection) kepada nasabah hanya dapat dilakukan pada pukul 08.00 &amp;ndash; 20.00 sesuai wilayah waktu alamat penerima dana.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Apakah EC Dalam Pinjol? Simak di Sini&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selain itu pihak OJK pun telah mengeluarkan peraturan yang tertuang dalam pasal Nomor 35/POJK.05/2018 tentang penyelenggaraan usaha perusahaan pembiayaan, keberadaan DC atau penagih utang adalah legal.
Di mana perusahaan diperbolehkan untuk bekerjasama dengan pihak ketiga atau DC untuk membantu dalam proses penagihan utang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sampai Kapan Kredivo Menagih Utang?

Lalu, DC hanya diperbolehkan menagih ke alamat yang dicantumkan oleh klien atau domisili debitur. Dengan begitu, DC tidak diperkenankan untuk datang atau mengancam kantor atau tempat dari klien bekerja. Kecuali, jika klien mendaftarkan alamat kantor sebagai alamat penagih.

Ketika DC melakukan penagihan utang pada nasabah, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni DC dilarang menggunakan tindakan kekerasan, ancaman, atau tindakan yang bersifat mempermalukan nasabah. Jika hal ini dilakukan maka bisa dijatuhi pidana atas pencemaran nama baik.



Bahkan, DC hanya perlu menagih hutang macet berdasarkan kriteria yang telah diberikan oleh Bank Indonesia. Yang dimaksud dengan utang macet adalah saat keterlambatan cicilan sudah lebih dari 6 bulan.





Baca Selengkapnya : Debt Collector Boleh Datangi Rumah Nasabah di Jam Segini




</content:encoded></item></channel></rss>
