<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ford Motor Suntik Modal ke Smelter Milik Vale (INCO) Rp88,71 Miliar</title><description>Ford Motor Company, resmi menyuntik modal perusahaan smelter nikel, PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI).&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/25/320/2944874/ford-motor-suntik-modal-ke-smelter-milik-vale-inco-rp88-71-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/25/320/2944874/ford-motor-suntik-modal-ke-smelter-milik-vale-inco-rp88-71-miliar"/><item><title>Ford Motor Suntik Modal ke Smelter Milik Vale (INCO) Rp88,71 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/25/320/2944874/ford-motor-suntik-modal-ke-smelter-milik-vale-inco-rp88-71-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/25/320/2944874/ford-motor-suntik-modal-ke-smelter-milik-vale-inco-rp88-71-miliar</guid><pubDate>Senin 25 Desember 2023 21:45 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/25/320/2944874/ford-motor-suntik-modal-ke-smelter-milik-vale-inco-rp88-71-miliar-UAc7ocuGhi.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ford Motor Suntik Modal ke Smelter Milik Vale. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/25/320/2944874/ford-motor-suntik-modal-ke-smelter-milik-vale-inco-rp88-71-miliar-UAc7ocuGhi.JPG</image><title>Ford Motor Suntik Modal ke Smelter Milik Vale. (Foto: Freepik)</title></images><description>

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;



JAKARTA - Raksasa produsen mobil Amerika Serikat, Ford Motor Company, resmi menyuntik modal perusahaan smelter nikel, PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI). Penyetoran modal Ford mencapai Rp88,71 miliar, terbagi atas 88.716 saham baru, masing-masing dengan nilai nominal Rp1 juta.

KNI merupakan perusahaan patungan atau joint-venture antara PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan mitra strategisnya Zhejiang Huayou Cobalt. Smelter KNI berada di Blok Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Divestasi 14% Saham Vale Indonesia (INCO) Ditargetkan Rampung 2024

&amp;ldquo;(Ini) akan diambil seluruhnya oleh Ford, sebagai akibat dari penerbitan dan pengambilan bagian saham baru tersebut,&amp;rdquo; kata Sekretaris Perusahaan INCO, Filia Alanda, Senin (25/12/2023).

Setoran modal ini telah disahkan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Kolaka Nickel Indonesia No. 227 tertanggal 21 Desember 2023, yang juga telah dilaporkan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tertanggal 22 Desember 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Divestasi Saham, Vale Indonesia (INCO) Teken Perjanjian Pendahuluan

Menyusul transaksi ini, maka Ford Motor kini menguasai 88.716 saham atau total mencapai 8,5% dari modal ditempatkan dan disetor KNI.

Sementara Vale Indonesia masih mengenggam 191.000 saham dengan nilai nominal seluruhnya mencapai Rp191 miliar atau total 18,30% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor.



Adapun Huayou melalui Huaqi (Singapore) Pte Ltd menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 764.000 saham dengan nilai nominal seluruhnya mencapai Rp764 miliar atau 73,20%.



Sebagaimana diketahui, smelter KNI ditargetkan akan menghasilkan 120.000 ton nikel per tahun, yang didukung oleh pembangkit listri non-batu bara. Proyek ini akan rampung pada 2025, dan ditargetkan menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang selanjutnya dapat diproses untuk kebutuhan produksi baterai kendaraan listrik.



</description><content:encoded>

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;



JAKARTA - Raksasa produsen mobil Amerika Serikat, Ford Motor Company, resmi menyuntik modal perusahaan smelter nikel, PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI). Penyetoran modal Ford mencapai Rp88,71 miliar, terbagi atas 88.716 saham baru, masing-masing dengan nilai nominal Rp1 juta.

KNI merupakan perusahaan patungan atau joint-venture antara PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan mitra strategisnya Zhejiang Huayou Cobalt. Smelter KNI berada di Blok Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Divestasi 14% Saham Vale Indonesia (INCO) Ditargetkan Rampung 2024

&amp;ldquo;(Ini) akan diambil seluruhnya oleh Ford, sebagai akibat dari penerbitan dan pengambilan bagian saham baru tersebut,&amp;rdquo; kata Sekretaris Perusahaan INCO, Filia Alanda, Senin (25/12/2023).

Setoran modal ini telah disahkan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Kolaka Nickel Indonesia No. 227 tertanggal 21 Desember 2023, yang juga telah dilaporkan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tertanggal 22 Desember 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Divestasi Saham, Vale Indonesia (INCO) Teken Perjanjian Pendahuluan

Menyusul transaksi ini, maka Ford Motor kini menguasai 88.716 saham atau total mencapai 8,5% dari modal ditempatkan dan disetor KNI.

Sementara Vale Indonesia masih mengenggam 191.000 saham dengan nilai nominal seluruhnya mencapai Rp191 miliar atau total 18,30% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor.



Adapun Huayou melalui Huaqi (Singapore) Pte Ltd menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 764.000 saham dengan nilai nominal seluruhnya mencapai Rp764 miliar atau 73,20%.



Sebagaimana diketahui, smelter KNI ditargetkan akan menghasilkan 120.000 ton nikel per tahun, yang didukung oleh pembangkit listri non-batu bara. Proyek ini akan rampung pada 2025, dan ditargetkan menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang selanjutnya dapat diproses untuk kebutuhan produksi baterai kendaraan listrik.



</content:encoded></item></channel></rss>
