<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Usul Moratorium Semua Operasional Smelter Perusahaan China</title><description>Pemerintah menghentikan sementara (moratorium) semua operasional smelter perusahaan asal China di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/26/320/2944740/dpr-usul-moratorium-semua-operasional-smelter-perusahaan-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/26/320/2944740/dpr-usul-moratorium-semua-operasional-smelter-perusahaan-china"/><item><title>DPR Usul Moratorium Semua Operasional Smelter Perusahaan China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/26/320/2944740/dpr-usul-moratorium-semua-operasional-smelter-perusahaan-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/26/320/2944740/dpr-usul-moratorium-semua-operasional-smelter-perusahaan-china</guid><pubDate>Selasa 26 Desember 2023 05:04 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amirah Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/25/320/2944740/dpr-usul-moratorium-semua-operasional-smelter-perusahaan-china-h4JhSAmUN3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">DPR minta seluruh smelter china diaudit (Foto: reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/25/320/2944740/dpr-usul-moratorium-semua-operasional-smelter-perusahaan-china-h4JhSAmUN3.jpg</image><title>DPR minta seluruh smelter china diaudit (Foto: reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yNC8xLzE3NTQ1NS81L3g4cXVnZHk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah menghentikan sementara (moratorium) semua operasional smelter perusahaan asal China di Indonesia. Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mendesak pemerintah untuk mengaudit semua smelter tersebut secara ketat karena sering terjadi kecelakaan kerja.
Mulyanto meminta pemerintah mengaudit semua smelter China di Indonesia. Hal ini menyusul terjadinya ledakan hebat di smelter PT. Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), pada Minggu, 24 Desember 2023.

BACA JUGA:
Ledakan Smelter Milik ITSS, Buruh Singgung UU Omnibus Law

Audit harus dilakukan secara profesional, objektif dan menyeluruh terhadap aspek keamanan dan keselamatan kerja. Jangan sampai karena ada pertimbangan politik, Pemerintah mengabaikan aspek keamanan dan keselamatan kerja di perusahaan-perusahaan itu.

BACA JUGA:
Investigasi Ledakan Smelter ITSS, Kemenperin Bakal Turunkan Tim Penanganan Kecelakaan Kerja

Mulyanto mengaku sangat prihatin atas terjadinya kecelakaan kerja terjadi lagi di smelter perusahaan China. Kecelakaan kali ini menyebabkan paling sedikit 35 orang korban, dimana sebanyak 13 orang meninggal dunia.&quot;Ini ledakan terbesar dalam sejarah pengoperasian smelter milik perusahaan China di Indonesia. Pemerintah agar sungguh-sungguh untuk menindaklanjuti kasus ini. Kita perlu tahu apa penyebab dari ledakan smelter tersebut, apakah karena faktor lemahnya keandalan pabrik, murni faktor kelalaian manusia, atau ada sebab-sebab lain. Pemerintah bertanggung-jawab untuk mengusut tuntas kasus ini,&quot; katanya, dikutip Senin, 25 Desember 2023.
Mulyanto menyebut peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga sehingga harus benar-benar dipahami dan menjadi momentum untuk mengevaluasi semua kesepakatan kerjasama dengan perusahaan China.
Baca selengkapnya: Pasca-Ledakan di ITSS, DPR Minta Audit Semua Smelter China di Indonesia&amp;nbsp;
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yNC8xLzE3NTQ1NS81L3g4cXVnZHk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah menghentikan sementara (moratorium) semua operasional smelter perusahaan asal China di Indonesia. Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mendesak pemerintah untuk mengaudit semua smelter tersebut secara ketat karena sering terjadi kecelakaan kerja.
Mulyanto meminta pemerintah mengaudit semua smelter China di Indonesia. Hal ini menyusul terjadinya ledakan hebat di smelter PT. Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), pada Minggu, 24 Desember 2023.

BACA JUGA:
Ledakan Smelter Milik ITSS, Buruh Singgung UU Omnibus Law

Audit harus dilakukan secara profesional, objektif dan menyeluruh terhadap aspek keamanan dan keselamatan kerja. Jangan sampai karena ada pertimbangan politik, Pemerintah mengabaikan aspek keamanan dan keselamatan kerja di perusahaan-perusahaan itu.

BACA JUGA:
Investigasi Ledakan Smelter ITSS, Kemenperin Bakal Turunkan Tim Penanganan Kecelakaan Kerja

Mulyanto mengaku sangat prihatin atas terjadinya kecelakaan kerja terjadi lagi di smelter perusahaan China. Kecelakaan kali ini menyebabkan paling sedikit 35 orang korban, dimana sebanyak 13 orang meninggal dunia.&quot;Ini ledakan terbesar dalam sejarah pengoperasian smelter milik perusahaan China di Indonesia. Pemerintah agar sungguh-sungguh untuk menindaklanjuti kasus ini. Kita perlu tahu apa penyebab dari ledakan smelter tersebut, apakah karena faktor lemahnya keandalan pabrik, murni faktor kelalaian manusia, atau ada sebab-sebab lain. Pemerintah bertanggung-jawab untuk mengusut tuntas kasus ini,&quot; katanya, dikutip Senin, 25 Desember 2023.
Mulyanto menyebut peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga sehingga harus benar-benar dipahami dan menjadi momentum untuk mengevaluasi semua kesepakatan kerjasama dengan perusahaan China.
Baca selengkapnya: Pasca-Ledakan di ITSS, DPR Minta Audit Semua Smelter China di Indonesia&amp;nbsp;
</content:encoded></item></channel></rss>
