<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penduduk Muslim Dunia Habiskan USD2,29 Triliun untuk Belanja Produk Halal</title><description>Departemen Ekonomi dan Turisme Dubai-Uni Emirat Arab telah mengumumkan hasil dari SGIE 2023/2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/26/320/2945210/penduduk-muslim-dunia-habiskan-usd2-29-triliun-untuk-belanja-produk-halal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/26/320/2945210/penduduk-muslim-dunia-habiskan-usd2-29-triliun-untuk-belanja-produk-halal"/><item><title>Penduduk Muslim Dunia Habiskan USD2,29 Triliun untuk Belanja Produk Halal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/26/320/2945210/penduduk-muslim-dunia-habiskan-usd2-29-triliun-untuk-belanja-produk-halal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/26/320/2945210/penduduk-muslim-dunia-habiskan-usd2-29-triliun-untuk-belanja-produk-halal</guid><pubDate>Selasa 26 Desember 2023 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/26/320/2945210/penduduk-muslim-dunia-habiskan-usd2-29-triliun-untuk-belanja-produk-halal-KSszONll99.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Belanja Produk Halal Tembus USD2,29 Triliun. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/26/320/2945210/penduduk-muslim-dunia-habiskan-usd2-29-triliun-untuk-belanja-produk-halal-KSszONll99.JPG</image><title>Belanja Produk Halal Tembus USD2,29 Triliun. (Foto: Freepik)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMi8xLzE3NDAzOS81L3g4cHU3YjQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Departemen Ekonomi dan Turisme Dubai-Uni Emirat Arab telah mengumumkan hasil dari State of The Global Islamic Economy Report (SGIE) 2023/2024.

Laporan SGIE tahun ini diproduksi oleh DinarStandard, sebuah firma penasehat dan riset yang berbasis di Amerika Serikat (AS).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Restoran Halal Ramah Muslim di Bali, Bisa Makan Kenyang Tanpa Worry

&quot;Laporan tahun ini mengindikasikan bahwa penduduk Muslim dunia menghabiskan USD2,29 triliun di 2022 untuk makanan, farmasi, kosmetik, pakaian sopan, travel, dan media,&quot; ujar CEO dan Managing Director DinarStandard Rafiuddin Shikoh dalam Webinar di Jakarta, Selasa (26/12/2023).

Aset keuangan syariah diprakirakan telah menyentuh USD3,96 triliun di 2021 dan akan tumbuh ke USD5,96 triliun di 2026.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Perdagangan Halal RI Turun 16,35% hingga Oktober 2023

Investasi di perusahaan-perusahaan terkait ekonomi syariah juga telah meningkat signifikan, mencapai USD25,9 miliar di 2022-2023, melambangkan 128% pertumbuhan tahunan (yea-on-year/yoy). Sebesar lebih dari 55% investasi berada di dalam kategori keuangan syariah, sementara media menarik 19,2%, travel 13,1%, dan makanan halal 8,5%.

&quot;Data-data ini menunjukkan merger dan akuisisi yang dilakukan korporat, investasi modal ventura di start-up teknologi, dan investasi ekuitas swasta,&quot; tambah Rafiuddin.



Impor produk halal oleh negara anggota OIC diperkirakan tumbuh di level 7,6% CAGR ke USD492 miliar di 2027, dengan USD359 miliar di 2022.



&quot;Impor oleh negara-negara anggota OIC melambangkan mayoritas perdagangan halal produk secara signifikan secara global, yang mencakup makanan dna minuman, fashion (pakaian dan alas sepatu), farmasi, dan kosmetik,&quot; pungkas Rafiuddin.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMi8xLzE3NDAzOS81L3g4cHU3YjQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Departemen Ekonomi dan Turisme Dubai-Uni Emirat Arab telah mengumumkan hasil dari State of The Global Islamic Economy Report (SGIE) 2023/2024.

Laporan SGIE tahun ini diproduksi oleh DinarStandard, sebuah firma penasehat dan riset yang berbasis di Amerika Serikat (AS).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Restoran Halal Ramah Muslim di Bali, Bisa Makan Kenyang Tanpa Worry

&quot;Laporan tahun ini mengindikasikan bahwa penduduk Muslim dunia menghabiskan USD2,29 triliun di 2022 untuk makanan, farmasi, kosmetik, pakaian sopan, travel, dan media,&quot; ujar CEO dan Managing Director DinarStandard Rafiuddin Shikoh dalam Webinar di Jakarta, Selasa (26/12/2023).

Aset keuangan syariah diprakirakan telah menyentuh USD3,96 triliun di 2021 dan akan tumbuh ke USD5,96 triliun di 2026.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Perdagangan Halal RI Turun 16,35% hingga Oktober 2023

Investasi di perusahaan-perusahaan terkait ekonomi syariah juga telah meningkat signifikan, mencapai USD25,9 miliar di 2022-2023, melambangkan 128% pertumbuhan tahunan (yea-on-year/yoy). Sebesar lebih dari 55% investasi berada di dalam kategori keuangan syariah, sementara media menarik 19,2%, travel 13,1%, dan makanan halal 8,5%.

&quot;Data-data ini menunjukkan merger dan akuisisi yang dilakukan korporat, investasi modal ventura di start-up teknologi, dan investasi ekuitas swasta,&quot; tambah Rafiuddin.



Impor produk halal oleh negara anggota OIC diperkirakan tumbuh di level 7,6% CAGR ke USD492 miliar di 2027, dengan USD359 miliar di 2022.



&quot;Impor oleh negara-negara anggota OIC melambangkan mayoritas perdagangan halal produk secara signifikan secara global, yang mencakup makanan dna minuman, fashion (pakaian dan alas sepatu), farmasi, dan kosmetik,&quot; pungkas Rafiuddin.</content:encoded></item></channel></rss>
