<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Kehilangan Nilai Ekonomi hingga Rp551 Triliun/Tahun akibat Food Waste</title><description>Bappenas mencatat Indonesia kehilangan nilai ekonomi sekitar Rp 213 hingga 551 triliun per tahun akibat Food Loss and Waste.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/27/320/2945575/ri-kehilangan-nilai-ekonomi-hingga-rp551-triliun-tahun-akibat-food-waste</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/27/320/2945575/ri-kehilangan-nilai-ekonomi-hingga-rp551-triliun-tahun-akibat-food-waste"/><item><title>RI Kehilangan Nilai Ekonomi hingga Rp551 Triliun/Tahun akibat Food Waste</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/27/320/2945575/ri-kehilangan-nilai-ekonomi-hingga-rp551-triliun-tahun-akibat-food-waste</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/27/320/2945575/ri-kehilangan-nilai-ekonomi-hingga-rp551-triliun-tahun-akibat-food-waste</guid><pubDate>Rabu 27 Desember 2023 13:31 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/27/320/2945575/ri-kehilangan-nilai-ekonomi-hingga-rp551-triliun-tahun-akibat-food-waste-139zWzbTaM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sampah makanan bikin Indonesia kehilangan nilai ekonomi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/27/320/2945575/ri-kehilangan-nilai-ekonomi-hingga-rp551-triliun-tahun-akibat-food-waste-139zWzbTaM.jpg</image><title>Sampah makanan bikin Indonesia kehilangan nilai ekonomi (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMi8xLzE3NDU1Ny81L3g4cTVtdTE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash;  Bappenas mencatat Indonesia kehilangan nilai ekonomi sekitar Rp 213 hingga 551 triliun per tahun akibat Food Loss and Waste (FLW) pada 2000 hingga 2019 yang mencapai 23-48 juta ton per tahun. Jumlah rupiah yang hilang akibat FLW itu setara dengan 4-5% Produk Domestik Bruto Indonesia per tahun.
Untuk itu, Anggota Komisi IV DPR Ravindra Airlangga mendorong seluruh pihak bisa berkolaborasi dalam menyelamatkan pangan akibat FLW. Menurut Ravindra, data menunjukkan titik kritis FLW terjadi pada sektor konsumsi, yakni food waste di angka 5-19 juta ton per tahun.

BACA JUGA:
Sampah Makanan Jadi Masalah di Dunia, Termasuk RI


Angka ini, mayoritas disumbang sektor tanaman pangan, terutama dari jenis padi-padian sebesar 12-21 juta ton per tahun. Selain itu, sektor hortikultura jenis sayuran menjadi pangan paling tidak efisien karena angka kehilangannya mencapai 62,8% dari seluruh suplai domestik sayur-sayuran yang ada di Indonesia.

&quot;Butuh kolaborasi seluruh pihak, bukan hanya pemerintah maupun NGO (Lembaga Swadaya Masyarakat), tapi juga keterlibatan masyarakat untuk mengurangi angka food waste ini. Sangat sayang jika sebagian masyarakat membutuhkan makanan yang bergizi untuk menyambut bonus demografi Indonesia Emas, tapi angka food waste masih besar,&quot; tutur Ravindra, Rabu (27/12/2023).

BACA JUGA:
Rumah Tangga di Uni Eropa Buang Sampah Makanan 70 Kg per Orang pada 2020


Anggota BKSAP DPR ini mengatakan, selain potensi kehilangan nilai ekonomi, timbulan FWLW juga berpotensi membuat masyarakat kehilangan asupan gizi memadai. Tercatat, food loss and waste mengakibatkan hilangnya sejumlah kandungan energi yang dibutuhkan generasi Indonesia. Antara lain, energi, protein, vitamin A, dan Zat Besi.
&quot;Saya kira perlu gerakan yang masif untuk edukasi kepada masyarakat  terkait pencegahan food loss and waste. Sebab, pada kenyataannya potensi  food waste ini ada di lingkup terkecil di lingkungan keluarga yang  kurang memperhatikan cara yang benar memperlakukan makanan,&quot; ujarnya.
Ravindra juga mendorong munculnya lebih banyak usaha yang membutuhkan  bahan baku sisa makanan. Saat ini, sudah mulai bermunculan start-up  yang memanfaatkan sisa makanan untuk digunakan dalam budidaya Black  Soldier Fly (BSF). Dari larva yang dihasilkan itu bisa diolah menjadi  feed untuk peternakan yang memiliki nilai protein tinggi.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMi8xLzE3NDU1Ny81L3g4cTVtdTE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash;  Bappenas mencatat Indonesia kehilangan nilai ekonomi sekitar Rp 213 hingga 551 triliun per tahun akibat Food Loss and Waste (FLW) pada 2000 hingga 2019 yang mencapai 23-48 juta ton per tahun. Jumlah rupiah yang hilang akibat FLW itu setara dengan 4-5% Produk Domestik Bruto Indonesia per tahun.
Untuk itu, Anggota Komisi IV DPR Ravindra Airlangga mendorong seluruh pihak bisa berkolaborasi dalam menyelamatkan pangan akibat FLW. Menurut Ravindra, data menunjukkan titik kritis FLW terjadi pada sektor konsumsi, yakni food waste di angka 5-19 juta ton per tahun.

BACA JUGA:
Sampah Makanan Jadi Masalah di Dunia, Termasuk RI


Angka ini, mayoritas disumbang sektor tanaman pangan, terutama dari jenis padi-padian sebesar 12-21 juta ton per tahun. Selain itu, sektor hortikultura jenis sayuran menjadi pangan paling tidak efisien karena angka kehilangannya mencapai 62,8% dari seluruh suplai domestik sayur-sayuran yang ada di Indonesia.

&quot;Butuh kolaborasi seluruh pihak, bukan hanya pemerintah maupun NGO (Lembaga Swadaya Masyarakat), tapi juga keterlibatan masyarakat untuk mengurangi angka food waste ini. Sangat sayang jika sebagian masyarakat membutuhkan makanan yang bergizi untuk menyambut bonus demografi Indonesia Emas, tapi angka food waste masih besar,&quot; tutur Ravindra, Rabu (27/12/2023).

BACA JUGA:
Rumah Tangga di Uni Eropa Buang Sampah Makanan 70 Kg per Orang pada 2020


Anggota BKSAP DPR ini mengatakan, selain potensi kehilangan nilai ekonomi, timbulan FWLW juga berpotensi membuat masyarakat kehilangan asupan gizi memadai. Tercatat, food loss and waste mengakibatkan hilangnya sejumlah kandungan energi yang dibutuhkan generasi Indonesia. Antara lain, energi, protein, vitamin A, dan Zat Besi.
&quot;Saya kira perlu gerakan yang masif untuk edukasi kepada masyarakat  terkait pencegahan food loss and waste. Sebab, pada kenyataannya potensi  food waste ini ada di lingkup terkecil di lingkungan keluarga yang  kurang memperhatikan cara yang benar memperlakukan makanan,&quot; ujarnya.
Ravindra juga mendorong munculnya lebih banyak usaha yang membutuhkan  bahan baku sisa makanan. Saat ini, sudah mulai bermunculan start-up  yang memanfaatkan sisa makanan untuk digunakan dalam budidaya Black  Soldier Fly (BSF). Dari larva yang dihasilkan itu bisa diolah menjadi  feed untuk peternakan yang memiliki nilai protein tinggi.
</content:encoded></item></channel></rss>
