<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tekan Emisi Karbon, KAI Pasang PLTS di 40 Stasiun dan 2 Balai Yasa</title><description>PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI meresmikan penggunaan  Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solar panel di 40 stasiun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/28/320/2946044/tekan-emisi-karbon-kai-pasang-plts-di-40-stasiun-dan-2-balai-yasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/28/320/2946044/tekan-emisi-karbon-kai-pasang-plts-di-40-stasiun-dan-2-balai-yasa"/><item><title>Tekan Emisi Karbon, KAI Pasang PLTS di 40 Stasiun dan 2 Balai Yasa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/28/320/2946044/tekan-emisi-karbon-kai-pasang-plts-di-40-stasiun-dan-2-balai-yasa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/28/320/2946044/tekan-emisi-karbon-kai-pasang-plts-di-40-stasiun-dan-2-balai-yasa</guid><pubDate>Kamis 28 Desember 2023 10:12 WIB</pubDate><dc:creator>Zuhirna Wulan Dilla</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/28/320/2946044/tekan-emisi-karbon-kai-pasang-plts-di-40-stasiun-dan-2-balai-yasa-OpiuxQX4vJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KAI pasang PLTS di 40 stasiun dan 2 balai yasa (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/28/320/2946044/tekan-emisi-karbon-kai-pasang-plts-di-40-stasiun-dan-2-balai-yasa-OpiuxQX4vJ.jpg</image><title>KAI pasang PLTS di 40 stasiun dan 2 balai yasa (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMy8xLzE3NTQyOS81L3g4cXRqMzk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI meresmikan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solar panel di 40 stasiun dan 2 balai yasa di Balai Yasa Manggarai, Jakarta Selatan.
Pada 2023 ini, KAI telah melakukan implementasi solar panel di 40 stasiun dengan total kapasitas 1.072,5 kWp berkontribusi rata-rata sebesar 49,63 % dari kebutuhan listrik bangunan, serta 2 balai yasa dengan total kapasitas 594,6 kWp berkontribusi rata-rata sebesar 39% dari kebutuhan listrik bangunan.

BACA JUGA:
PLTS di IKN Sudah Bisa Digunakan Mulai Juli 2024


&amp;ldquo;Implementasi PLTS di lingkungan KAI ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk turut serta menghijaukan Indonesia melalui Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Langkah ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah untuk mengurangi gas rumah kaca menuju Net Zero Emission di tahun 2060,&amp;rdquo; kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo saat ditemui Jakarta, Kamis (28/12/2023).
Daftar 40 stasiun yang sudah dipasang PLTS yaitu Stasiun Pasarsenen, Tanjungpriok, Depok, Citayam, Jakartakota, Duri, Serpong, Parungpanjang, Cikini, Bogor, Gondangdia, Juanda, Manggabesar, Sawahbesar, Cirebon, Cirebonprujakan, Brebes, Purwokerto, Kutoarjo, Kroya, Cilacap, Yogyakarta, Ketapang, Probolinggo, Jember, Rangkasbitung, Tangerang, Univ. Indonesia, Cawang, Semarang Tawang Bank Jateng, Semarang Poncol, Tegal, Pekalongan, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Malang, Bojonegoro, dan Wonokromo.
Adapun balai yasa atau bengkel kereta api milik KAI yang telah terpasang PLTS yaitu terdapat di Balai Yasa Manggarai, Jakarta Selatan.

BACA JUGA:
Indonesia Luncurkan PLTS Terapung Pertama di Waduk Cirata, Terbesar di Asia Tenggara


Saat ini pemasangan PLTS di Balai Yasa Yogyakarta Tahap I sudah selesai dengan kapasitas 33 kWp, untuk tahap selanjutnya pemasangan PLTS akan selesai pada bulan Maret 2024.
Untuk total kapasitas PLTS di 40 stasiun di atas yaitu 1.072,5 kWp. Kapasitas ini beragam di masing-masing stasiun, terbesar yakni di Stasiun Pasarsenen dengan 88,0 kWp, sedangkan yang terkecil di Stasiun Probolinggo dengan 6,0 kWp.
Sementara total kapasitas PLTS di 2 balai yasa tersebut yaitu 594,6 kWp. Rinciannya, 252,0 kWp di Balai Yasa Manggarai dan 342,6 di Balai Yasa Yogyakarta.
&quot;Instalasi solar panel di 40 stasiun dibagi menjadi 2 tahapan  pekerjaan yaitu instalasi PLTS di 15 stasiun dan instalasi PLTS di 25  stasiun dengan masing masing pekerjaan dilakukan dalam waktu 90 hari  kalender. Adapun pembangunan solar panel di Balai Yasa Manggarai  dilakukan dalam waktu 90 hari kalender, serta solar panel Balai Yasa  Yogyakarta ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari,&quot; kata Didiek.
PLTS 40 stasiun periode bulan November &amp;ndash; Desember sudah mengurangi  emisi gas karbon sebesar 48,21 ton atau setara menanam pohon sebanyak 66  pohon. Adapun PLTS Balai Yasa Mangarai periode bulan November &amp;ndash;  Desember sudah mengurangi emisi gas karbon sebesar 9,29 ton atau setara  menanam pohon sebanyak 13 pohon.
Sistem PLTS yang dibangun KAI ini menggunakan sistem On Grid di mana  sistem PLTS terhubung dengan jaringan listrik PLN sehingga listrik pada  bangunan aset KAI tetap andal dalam melayani kebutuhan pelanggan KAI.
&quot;Sistem PLTS yang terpasang sudah terhubung dengan jaringan internet  sehingga energi yang dihasilkan oleh PLTS dapat dimonitor secara  realtime melalui komputer ataupun aplikasi pada perangkat handphone,&quot;  lanjut Didiek.
Pembangunan solar panel ini melanjutkan roadmap implementasi solar  panel KAI. Setelah sebelumnya dilakukan implementasi PLTS pada Stasiun  Gambir dengan daya 40,5 kWp, Stasiun Garut dengan daya 60 kWp, Gedung  Jakarta Railway Center dengan daya 40 kWp dan Gedung LRT Jabodebek 60  kWp.
Ke depan, KAI akan memperbanyak implementasi PLTS secara bertahap  pada tahun 2024 di aset bangunan KAI baik di bangunan stasiun, balai  yasa, kantor, maupun di Griya Karya.
&amp;ldquo;KAI konsisten mengaplikasikan ESG di perusahaan dengan harapan akan  terwujud bisnis yang berkelanjutan. Dengan demikian, KAI dapat terus  memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggannya,&amp;rdquo; tutup Didiek.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMy8xLzE3NTQyOS81L3g4cXRqMzk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI meresmikan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solar panel di 40 stasiun dan 2 balai yasa di Balai Yasa Manggarai, Jakarta Selatan.
Pada 2023 ini, KAI telah melakukan implementasi solar panel di 40 stasiun dengan total kapasitas 1.072,5 kWp berkontribusi rata-rata sebesar 49,63 % dari kebutuhan listrik bangunan, serta 2 balai yasa dengan total kapasitas 594,6 kWp berkontribusi rata-rata sebesar 39% dari kebutuhan listrik bangunan.

BACA JUGA:
PLTS di IKN Sudah Bisa Digunakan Mulai Juli 2024


&amp;ldquo;Implementasi PLTS di lingkungan KAI ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk turut serta menghijaukan Indonesia melalui Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Langkah ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah untuk mengurangi gas rumah kaca menuju Net Zero Emission di tahun 2060,&amp;rdquo; kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo saat ditemui Jakarta, Kamis (28/12/2023).
Daftar 40 stasiun yang sudah dipasang PLTS yaitu Stasiun Pasarsenen, Tanjungpriok, Depok, Citayam, Jakartakota, Duri, Serpong, Parungpanjang, Cikini, Bogor, Gondangdia, Juanda, Manggabesar, Sawahbesar, Cirebon, Cirebonprujakan, Brebes, Purwokerto, Kutoarjo, Kroya, Cilacap, Yogyakarta, Ketapang, Probolinggo, Jember, Rangkasbitung, Tangerang, Univ. Indonesia, Cawang, Semarang Tawang Bank Jateng, Semarang Poncol, Tegal, Pekalongan, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Malang, Bojonegoro, dan Wonokromo.
Adapun balai yasa atau bengkel kereta api milik KAI yang telah terpasang PLTS yaitu terdapat di Balai Yasa Manggarai, Jakarta Selatan.

BACA JUGA:
Indonesia Luncurkan PLTS Terapung Pertama di Waduk Cirata, Terbesar di Asia Tenggara


Saat ini pemasangan PLTS di Balai Yasa Yogyakarta Tahap I sudah selesai dengan kapasitas 33 kWp, untuk tahap selanjutnya pemasangan PLTS akan selesai pada bulan Maret 2024.
Untuk total kapasitas PLTS di 40 stasiun di atas yaitu 1.072,5 kWp. Kapasitas ini beragam di masing-masing stasiun, terbesar yakni di Stasiun Pasarsenen dengan 88,0 kWp, sedangkan yang terkecil di Stasiun Probolinggo dengan 6,0 kWp.
Sementara total kapasitas PLTS di 2 balai yasa tersebut yaitu 594,6 kWp. Rinciannya, 252,0 kWp di Balai Yasa Manggarai dan 342,6 di Balai Yasa Yogyakarta.
&quot;Instalasi solar panel di 40 stasiun dibagi menjadi 2 tahapan  pekerjaan yaitu instalasi PLTS di 15 stasiun dan instalasi PLTS di 25  stasiun dengan masing masing pekerjaan dilakukan dalam waktu 90 hari  kalender. Adapun pembangunan solar panel di Balai Yasa Manggarai  dilakukan dalam waktu 90 hari kalender, serta solar panel Balai Yasa  Yogyakarta ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari,&quot; kata Didiek.
PLTS 40 stasiun periode bulan November &amp;ndash; Desember sudah mengurangi  emisi gas karbon sebesar 48,21 ton atau setara menanam pohon sebanyak 66  pohon. Adapun PLTS Balai Yasa Mangarai periode bulan November &amp;ndash;  Desember sudah mengurangi emisi gas karbon sebesar 9,29 ton atau setara  menanam pohon sebanyak 13 pohon.
Sistem PLTS yang dibangun KAI ini menggunakan sistem On Grid di mana  sistem PLTS terhubung dengan jaringan listrik PLN sehingga listrik pada  bangunan aset KAI tetap andal dalam melayani kebutuhan pelanggan KAI.
&quot;Sistem PLTS yang terpasang sudah terhubung dengan jaringan internet  sehingga energi yang dihasilkan oleh PLTS dapat dimonitor secara  realtime melalui komputer ataupun aplikasi pada perangkat handphone,&quot;  lanjut Didiek.
Pembangunan solar panel ini melanjutkan roadmap implementasi solar  panel KAI. Setelah sebelumnya dilakukan implementasi PLTS pada Stasiun  Gambir dengan daya 40,5 kWp, Stasiun Garut dengan daya 60 kWp, Gedung  Jakarta Railway Center dengan daya 40 kWp dan Gedung LRT Jabodebek 60  kWp.
Ke depan, KAI akan memperbanyak implementasi PLTS secara bertahap  pada tahun 2024 di aset bangunan KAI baik di bangunan stasiun, balai  yasa, kantor, maupun di Griya Karya.
&amp;ldquo;KAI konsisten mengaplikasikan ESG di perusahaan dengan harapan akan  terwujud bisnis yang berkelanjutan. Dengan demikian, KAI dapat terus  memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggannya,&amp;rdquo; tutup Didiek.</content:encoded></item></channel></rss>
