<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alam Ganjar Bicara Gagasan Menuju Indonesia Emas 2045</title><description>Putra tunggal Ganjar Pranowo, Alam Ganjar menghadiri kegiatan Ruang Temu Alam 'Gen Z - Bicara Gagasan dan Kreatifitas'</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/28/320/2946314/alam-ganjar-bicara-gagasan-menuju-indonesia-emas-2045</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/28/320/2946314/alam-ganjar-bicara-gagasan-menuju-indonesia-emas-2045"/><item><title>Alam Ganjar Bicara Gagasan Menuju Indonesia Emas 2045</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/28/320/2946314/alam-ganjar-bicara-gagasan-menuju-indonesia-emas-2045</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/28/320/2946314/alam-ganjar-bicara-gagasan-menuju-indonesia-emas-2045</guid><pubDate>Kamis 28 Desember 2023 17:35 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/28/320/2946314/alam-ganjar-bicara-gagasan-menuju-indonesia-emas-2045-fIcWPh1nlT.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Alam Ganjar Bicara Gagasan Menuju Indonesia Emas 2045. (Foto: Timses Ganjar Mahfud)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/28/320/2946314/alam-ganjar-bicara-gagasan-menuju-indonesia-emas-2045-fIcWPh1nlT.JPG</image><title>Alam Ganjar Bicara Gagasan Menuju Indonesia Emas 2045. (Foto: Timses Ganjar Mahfud)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yOC8xLzE3NTU2NC81L3g4cXh6YnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Putra tunggal Ganjar Pranowo, Alam Ganjar menghadiri kegiatan Ruang Temu Alam 'Gen Z - Bicara Gagasan dan Kreatifitas' di Unknown Coffee, Pulut, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (28/12/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Alam menyampaikan gagasannya mengenai Indonesia emas 2045.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Penuh Gagasan, Alam Ganjar Bicara Indonesia Emas 2045 di Karanganyar&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurutnya, Indonesia emas bukan lagi soal optimisme atau pesimisme. Bonus demografi merupakan sebuah pencapaian konkret bagaimana Indonesia bisa sampai pada titik keemasan menuju negara berdaulat.

Alam Ganjar menilai, dengan adanya bonus demografi, maka akan meningkatkan kebutuhan tenaga kerja. Sehingga, keterbukaan lapangan kerja pun juga harus ada.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Alumni dan Aktivis GMNI Resmi Dukung Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024

&quot;Nah, ini tugas pemangku kebijakan dalam menyediakan pelayanan dan akses yang baik agar suatu saat Indonesia bisa mencapai ke tujuan pembangunannya,&quot; kata Alam Ganjar dalam pernyataan tertulis.

Menurutnya, ada sejumlah hal yang harus dipersiapkan, salah satunya softskill dan pendidikan karakter.

Dengan skill set seperti itu, tentu jadi modal dasar bagaimana masyarakat bisa berkembang.



&quot;Selain soft skill ada hal lain yang perlu ditingkatkan, yakni pendidikan karakter karena anak muda sifatnya dinamis sehingga prinsipnya masih mencari. Harusnya sudah tertanam dari awal jadi dasar untuk berfikir melalui prinsip. Dampaknya ke keputusan lapangan kerja, politik dan lain sebagainya,&quot; sambung Alam.



Alam pun menyampaikan persoalan yang kerap kali dihadapi pemuda. Sebab, dirinya menilai seringkali gagasan berakhir dengan angan-angan karena idealisme tinggi, Alam mengungkapkan butuh aksi yang konkret dalam menangkap peluang.



&quot;Gak usah muluk-muluk untuk menciptakan hal besar, mulai dari hal kecil dari apa yang kita punya dan kita lakukan secara konsisten,&quot; pungkas Alam.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yOC8xLzE3NTU2NC81L3g4cXh6YnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Putra tunggal Ganjar Pranowo, Alam Ganjar menghadiri kegiatan Ruang Temu Alam 'Gen Z - Bicara Gagasan dan Kreatifitas' di Unknown Coffee, Pulut, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (28/12/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Alam menyampaikan gagasannya mengenai Indonesia emas 2045.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Penuh Gagasan, Alam Ganjar Bicara Indonesia Emas 2045 di Karanganyar&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurutnya, Indonesia emas bukan lagi soal optimisme atau pesimisme. Bonus demografi merupakan sebuah pencapaian konkret bagaimana Indonesia bisa sampai pada titik keemasan menuju negara berdaulat.

Alam Ganjar menilai, dengan adanya bonus demografi, maka akan meningkatkan kebutuhan tenaga kerja. Sehingga, keterbukaan lapangan kerja pun juga harus ada.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Alumni dan Aktivis GMNI Resmi Dukung Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024

&quot;Nah, ini tugas pemangku kebijakan dalam menyediakan pelayanan dan akses yang baik agar suatu saat Indonesia bisa mencapai ke tujuan pembangunannya,&quot; kata Alam Ganjar dalam pernyataan tertulis.

Menurutnya, ada sejumlah hal yang harus dipersiapkan, salah satunya softskill dan pendidikan karakter.

Dengan skill set seperti itu, tentu jadi modal dasar bagaimana masyarakat bisa berkembang.



&quot;Selain soft skill ada hal lain yang perlu ditingkatkan, yakni pendidikan karakter karena anak muda sifatnya dinamis sehingga prinsipnya masih mencari. Harusnya sudah tertanam dari awal jadi dasar untuk berfikir melalui prinsip. Dampaknya ke keputusan lapangan kerja, politik dan lain sebagainya,&quot; sambung Alam.



Alam pun menyampaikan persoalan yang kerap kali dihadapi pemuda. Sebab, dirinya menilai seringkali gagasan berakhir dengan angan-angan karena idealisme tinggi, Alam mengungkapkan butuh aksi yang konkret dalam menangkap peluang.



&quot;Gak usah muluk-muluk untuk menciptakan hal besar, mulai dari hal kecil dari apa yang kita punya dan kita lakukan secara konsisten,&quot; pungkas Alam.</content:encoded></item></channel></rss>
