<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis Global Menghantui, Investasi Cold Storage Jadi Solusi?</title><description>Krisis global masih menghantui akibat belum pulihnya sebagian negara di dunia pasca pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/28/320/2946375/krisis-global-menghantui-investasi-cold-storage-jadi-solusi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/28/320/2946375/krisis-global-menghantui-investasi-cold-storage-jadi-solusi"/><item><title>Krisis Global Menghantui, Investasi Cold Storage Jadi Solusi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/28/320/2946375/krisis-global-menghantui-investasi-cold-storage-jadi-solusi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/28/320/2946375/krisis-global-menghantui-investasi-cold-storage-jadi-solusi</guid><pubDate>Kamis 28 Desember 2023 19:20 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amirah Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/28/320/2946375/krisis-global-menghantui-investasi-cold-storage-jadi-solusi-J8kDNfoWDY.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Investasi Cold Storage Jadi Solusi Investor untuk Jangka Panjang. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/28/320/2946375/krisis-global-menghantui-investasi-cold-storage-jadi-solusi-J8kDNfoWDY.JPG</image><title>Investasi Cold Storage Jadi Solusi Investor untuk Jangka Panjang. (Foto: Freepik)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yNC8xLzE3NTQ2MS81L3g4cXVuYmc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;



&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi8zNC8xNzUzODQvNS94OHFzZ3U3&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Krisis global masih menghantui akibat belum pulihnya sebagian negara di dunia pasca pandemi Covid-19. Adapun investasi penyimpanan bertemperatur rendah (cold storage) menjadi solusi yang baik untuk dunia.

Investasi cold storage menawarkan investasi jangka panjang di Asia Pasifik karena memberikan potensi imbal hasil yang menarik dan stabil serta memiliki tingkat sewa lebih tinggi dibandingkan dengan kelas aset lainnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Investasi Sektor Properti Diprediksi Melambat Jelang Pemilu 2024

Selain itu, perjanjian sewa yang menarik, di mana sewa biasanya lebih tinggi daripada fasilitas logistik dan industri standar dan jangka waktu sewa lebih lama, akan menarik investor yang berpikiran maju.

Menurut laporan JLL, nilai investasi pada cold storage di Asia Pasifik akan melampaui USD2 miliar hingga 2030, naik dari USD948 juta setara Rp14,5 triliun pada 2021 karena investor mencoba mendiversifikasi portofolio mereka seiring dengan memanfaatkan permintaan end-user untuk fasilitas yang lebih khusus.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Investasi yang Masuk ke IKN Capai Rp41,4 Triliun

Sektor ini dapat memenuhi tuntutan konsumen terhadap efisiensi dan mengatasi gangguan global telah mengancam beberapa rantai pasokan yang kuat. Investasi teknologi menjadi pertimbangan semakin penting bagi para investor yang membidik fasilitas penyimpanan dingin.

Kemajuan dalam otomatisasi, robotika, dan efisiensi energi dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi operasional fasilitas penyimpanan dingin dan membantu mengurangi biaya operator/penghuni seiring dengan peningkatan teknologi, menjadikannya lebih tangguh.

Senior Director, Supply Chain &amp;amp; Logistics Solutions, Asia Pasifik, JLL, Ben Horner mengatakan pada akhirnya akan lebih menguntungkan bagi investor dengan pengalaman khusus.

&quot;Bahkan, investasi cold storage memerlukan pemanahan yang mendalam dan lebih komplek terkait lingkungan dengan suhu terkontrol, logistik, dan kepatuhan regulasi,&quot; katanya dalam keterangan resmi, Kamis (28/12/2023).



Akibatnya, realitas operasional ini dapat berfungsi sebagai keunggulan kompetitif bagi investor yang memiliki pengetahuan tersebut, di sisi lain menciptakan penghalang bagi investor lainnya.



Namun investasi cold storage menurun pada 2021. Tapi JLL meyakini bahwa sejumlah faktor akan mendukung pemulihan investasi pada saat ini hingga tahun 2030.



Dia menyebut investor akan tertarik pada stabilitas yang lebih besar dari sektor ini dibandingkan dengan kelas aset lain.



&amp;ldquo;Investasi di cold storage telah menurun sejak tahun 2021 tetapi belum mencapai puncaknya. Sejumlah faktor, mulai dari perubahan struktural dalam pola konsumsi hingga pergeseran ke belanja online dan berbagai pengaruh makroekonomi, akan menopang pasar ini untuk pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan dari kelompok investor yang lebih terpilih,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yNC8xLzE3NTQ2MS81L3g4cXVuYmc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;



&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi8zNC8xNzUzODQvNS94OHFzZ3U3&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Krisis global masih menghantui akibat belum pulihnya sebagian negara di dunia pasca pandemi Covid-19. Adapun investasi penyimpanan bertemperatur rendah (cold storage) menjadi solusi yang baik untuk dunia.

Investasi cold storage menawarkan investasi jangka panjang di Asia Pasifik karena memberikan potensi imbal hasil yang menarik dan stabil serta memiliki tingkat sewa lebih tinggi dibandingkan dengan kelas aset lainnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Investasi Sektor Properti Diprediksi Melambat Jelang Pemilu 2024

Selain itu, perjanjian sewa yang menarik, di mana sewa biasanya lebih tinggi daripada fasilitas logistik dan industri standar dan jangka waktu sewa lebih lama, akan menarik investor yang berpikiran maju.

Menurut laporan JLL, nilai investasi pada cold storage di Asia Pasifik akan melampaui USD2 miliar hingga 2030, naik dari USD948 juta setara Rp14,5 triliun pada 2021 karena investor mencoba mendiversifikasi portofolio mereka seiring dengan memanfaatkan permintaan end-user untuk fasilitas yang lebih khusus.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Investasi yang Masuk ke IKN Capai Rp41,4 Triliun

Sektor ini dapat memenuhi tuntutan konsumen terhadap efisiensi dan mengatasi gangguan global telah mengancam beberapa rantai pasokan yang kuat. Investasi teknologi menjadi pertimbangan semakin penting bagi para investor yang membidik fasilitas penyimpanan dingin.

Kemajuan dalam otomatisasi, robotika, dan efisiensi energi dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi operasional fasilitas penyimpanan dingin dan membantu mengurangi biaya operator/penghuni seiring dengan peningkatan teknologi, menjadikannya lebih tangguh.

Senior Director, Supply Chain &amp;amp; Logistics Solutions, Asia Pasifik, JLL, Ben Horner mengatakan pada akhirnya akan lebih menguntungkan bagi investor dengan pengalaman khusus.

&quot;Bahkan, investasi cold storage memerlukan pemanahan yang mendalam dan lebih komplek terkait lingkungan dengan suhu terkontrol, logistik, dan kepatuhan regulasi,&quot; katanya dalam keterangan resmi, Kamis (28/12/2023).



Akibatnya, realitas operasional ini dapat berfungsi sebagai keunggulan kompetitif bagi investor yang memiliki pengetahuan tersebut, di sisi lain menciptakan penghalang bagi investor lainnya.



Namun investasi cold storage menurun pada 2021. Tapi JLL meyakini bahwa sejumlah faktor akan mendukung pemulihan investasi pada saat ini hingga tahun 2030.



Dia menyebut investor akan tertarik pada stabilitas yang lebih besar dari sektor ini dibandingkan dengan kelas aset lain.



&amp;ldquo;Investasi di cold storage telah menurun sejak tahun 2021 tetapi belum mencapai puncaknya. Sejumlah faktor, mulai dari perubahan struktural dalam pola konsumsi hingga pergeseran ke belanja online dan berbagai pengaruh makroekonomi, akan menopang pasar ini untuk pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan dari kelompok investor yang lebih terpilih,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
