<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Cetak Rekor IPO Tertinggi Sepanjang Sejarah pada 2023</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup tahun 2023 dengan pencapaian rekor tertinggi initial public offering (IPO) tahunan sepanjang sejarah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/29/278/2946676/bei-cetak-rekor-ipo-tertinggi-sepanjang-sejarah-pada-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/29/278/2946676/bei-cetak-rekor-ipo-tertinggi-sepanjang-sejarah-pada-2023"/><item><title>BEI Cetak Rekor IPO Tertinggi Sepanjang Sejarah pada 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/29/278/2946676/bei-cetak-rekor-ipo-tertinggi-sepanjang-sejarah-pada-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/29/278/2946676/bei-cetak-rekor-ipo-tertinggi-sepanjang-sejarah-pada-2023</guid><pubDate>Jum'at 29 Desember 2023 13:19 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/29/278/2946676/bei-cetak-rekor-ipo-tertinggi-sepanjang-sejarah-pada-2023-fHLeig45PE.JPG" expression="full" type="image/jpeg">BEI cetak rekor IPO sepanjang sejarah. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/29/278/2946676/bei-cetak-rekor-ipo-tertinggi-sepanjang-sejarah-pada-2023-fHLeig45PE.JPG</image><title>BEI cetak rekor IPO sepanjang sejarah. (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup tahun 2023 dengan pencapaian rekor tertinggi initial public offering (IPO) tahunan sepanjang sejarah. Tercatat 79 emiten baru mencatatkan saham di pasar modal Indonesia.
Adapun rekor tahunan terakhir terjadi pada tahun 1990 saat pencatatan saham tahunan BEI menembus angka 66 emiten.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

OJK Tetapkan Aturan Waktu untuk Debt Collector Datang ke Rumah

&amp;ldquo;BEI terus berupaya menjaring calon perusahaan tercatat, seperti memberikan edukasi terkait IPO dalam bentuk seminar, coaching clinic, masterclass, one-on-one, baik di pusat atau di daerah melalui Kantor Perwakilan BEI,&amp;rdquo; kata Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam Konferensi Pers, Jumat (29/12/2023).
Realisasi tersebut juga mampu melampauai target tahunan BEI sebanyak 57 perusahaan. Secara persentase, capaian ini meningkat 138,59% dari target tahunan bursa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BEI: Jumlah Investor Syariah Tembus 130 Ribu di Kuartal III-2023

Menyusul tambahan ini maka BEI memiliki 903 perusahaan tercatat hingga akhir 2023, alias naik 9,45% dibandingkan akhir 2022 yang mencapai 825 perusahaan.Iman memaparkan pencapaian ini juga tercermin dari meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. Ini juga merupakan pencapaian terbesar bursa dalam menggaet korporasi agar mau melepas sahamnya ke publik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Jam-Jam yang Diperbolehkan OJK untuk Debt Collector Datang ke Rumah

Sejumlah faktor yang mendukung antara lain berakhirnya pandemi Covid-19, normalisasi jam perdagangan bursa, hingga kondisi makro yang cukup stabil.
Di tengah aktivitas listing perusahaan, terdapat satu emiten yang mengundurkan diri alias delisting secara sukarela yakni PT Tunas Ridean Tbk (TURI) pada 6 April 2023.
Dari sisi fundraising, nilai penghimpunan dana perusahaan melalui IPO menembus Rp54,14 triliun sepanjang 2023. Jumlah ini naik 63,76% dibandingkan akhir 2022 yang mencapai Rp33,06 triliun.
Berkat kinerja tersebut, kapitalisasi pasar atau market caps bursa juga ikut terdongkrak menemui level tertingginya. Menurut data RTI hingga Jumat, 22 Desember 2023 lalu, market caps bursa mencapai Rp11.680,5 triliun.
Adapun tiga emiten yang memiliki nilai fundraising terbesar antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp10,73 triliun, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) sebesar Rp10 triliun, dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) sebesar Rp9,06 triliun.</description><content:encoded>
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup tahun 2023 dengan pencapaian rekor tertinggi initial public offering (IPO) tahunan sepanjang sejarah. Tercatat 79 emiten baru mencatatkan saham di pasar modal Indonesia.
Adapun rekor tahunan terakhir terjadi pada tahun 1990 saat pencatatan saham tahunan BEI menembus angka 66 emiten.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

OJK Tetapkan Aturan Waktu untuk Debt Collector Datang ke Rumah

&amp;ldquo;BEI terus berupaya menjaring calon perusahaan tercatat, seperti memberikan edukasi terkait IPO dalam bentuk seminar, coaching clinic, masterclass, one-on-one, baik di pusat atau di daerah melalui Kantor Perwakilan BEI,&amp;rdquo; kata Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam Konferensi Pers, Jumat (29/12/2023).
Realisasi tersebut juga mampu melampauai target tahunan BEI sebanyak 57 perusahaan. Secara persentase, capaian ini meningkat 138,59% dari target tahunan bursa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BEI: Jumlah Investor Syariah Tembus 130 Ribu di Kuartal III-2023

Menyusul tambahan ini maka BEI memiliki 903 perusahaan tercatat hingga akhir 2023, alias naik 9,45% dibandingkan akhir 2022 yang mencapai 825 perusahaan.Iman memaparkan pencapaian ini juga tercermin dari meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. Ini juga merupakan pencapaian terbesar bursa dalam menggaet korporasi agar mau melepas sahamnya ke publik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Jam-Jam yang Diperbolehkan OJK untuk Debt Collector Datang ke Rumah

Sejumlah faktor yang mendukung antara lain berakhirnya pandemi Covid-19, normalisasi jam perdagangan bursa, hingga kondisi makro yang cukup stabil.
Di tengah aktivitas listing perusahaan, terdapat satu emiten yang mengundurkan diri alias delisting secara sukarela yakni PT Tunas Ridean Tbk (TURI) pada 6 April 2023.
Dari sisi fundraising, nilai penghimpunan dana perusahaan melalui IPO menembus Rp54,14 triliun sepanjang 2023. Jumlah ini naik 63,76% dibandingkan akhir 2022 yang mencapai Rp33,06 triliun.
Berkat kinerja tersebut, kapitalisasi pasar atau market caps bursa juga ikut terdongkrak menemui level tertingginya. Menurut data RTI hingga Jumat, 22 Desember 2023 lalu, market caps bursa mencapai Rp11.680,5 triliun.
Adapun tiga emiten yang memiliki nilai fundraising terbesar antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp10,73 triliun, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) sebesar Rp10 triliun, dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) sebesar Rp9,06 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
