<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Indonesia Dinilai Bergantung pada Perekonomian Global, Kok Bisa?</title><description>Ekonomi Indonesia dinilai sangat bergantung pada perekonomian global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/29/320/2946574/ekonomi-indonesia-dinilai-bergantung-pada-perekonomian-global-kok-bisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/29/320/2946574/ekonomi-indonesia-dinilai-bergantung-pada-perekonomian-global-kok-bisa"/><item><title>Ekonomi Indonesia Dinilai Bergantung pada Perekonomian Global, Kok Bisa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/29/320/2946574/ekonomi-indonesia-dinilai-bergantung-pada-perekonomian-global-kok-bisa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/29/320/2946574/ekonomi-indonesia-dinilai-bergantung-pada-perekonomian-global-kok-bisa</guid><pubDate>Jum'at 29 Desember 2023 09:52 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/29/320/2946574/ekonomi-indonesia-dinilai-bergantung-pada-perekonomian-global-kok-bisa-9IdTfwhLXt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI bergantung pada perekonomian global (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/29/320/2946574/ekonomi-indonesia-dinilai-bergantung-pada-perekonomian-global-kok-bisa-9IdTfwhLXt.jpg</image><title>Ekonomi RI bergantung pada perekonomian global (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi8xLzE3NTQxMi81L3g4cXN1ajU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Ekonomi Indonesia dinilai sangat bergantung pada perekonomian global. Assosiciate Researcher INDEF Asmiati Malik mengatakan, hal itu ditandai dengan beragamnya investasi yang masuk di samping impor barang industri dari luar negeri dan juga ekspor Indonesia ke pasar international.
DIa menilai, dewasa ini telah terjadi pergeseran pemain ekonomi global dari yang semula berorientasi ke ekonomi Barat menjadi Asia Centered Economy. Hal itu ditandai dengan kemampuan China bersama Korea Selatan yang unggul dalam merebut pasar ekspor mobil. Sehingga mampu menggeser peran Jepang dan Jerman yang menurun, serta macetnya industri mobil Amerika Serikat.

BACA JUGA:
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,3% di 2023 Capai Target?


&quot;Dari perspektif politik global ada peristiwa politik utama di Asia terutama Pemilu di Taiwan, India dan Indonesia. Pemilu Taiwan berpengaruh terhadap aliansi strategisnya dengan USA, dan hubungannya dengan China. India dengan penduduknya yang besar, dan jika partai berkuasa BJP menang, akan mempengaruhi konstalasi politik bagi kawasan,&quot; jelas Asmiati dalam Diskusi Publik &quot;Evaluasi dan Perspektif Ekonom Perempuan terhadap Perekonomian Nasional&quot;, Kamis (28/12/2023).

BACA JUGA:
Korupsi Hambat Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 


Selain itu ada juga risiko skenario geopolitik dari sisi militer, terutama konflik di Myanmar serta melimpahnya pengungsi rohingya yang juga berpengaruh terhadap Indonesia.
&quot;Ancaman agresi China ke Taiwan, Konflik Gaza, dan berlanjutnya perang Rusia &amp;ndash; Ukraine. Jika Ukraine menang, maka akan terjadi penguatan aliansi NATO yang otomatis akan meningkatkan ketegangan dengan Rusia bersama China,&quot; terangnya.
&quot;Namun jika Rusia menang, akan meningkatkan kontrol Rusia terhadap  Laut Hitam dan Laut Arctic, yang berpengaruh terhadap kebijakan politik  ke belahan dunia Timur,&quot; lanjut Asmiati.
Sementara itu dari perspektif ekonomi, Asmiati menilai kenaikan suku  bunga global akan meningkatkan resesi dunia, meningkatkan eskalasi  perang dagang, sektor pertanian Asia yang terancam panen padinya oleh El  Nino yang berkepanjangan serta lainnya.
Begitu pula risiko kerusakan lingkungan di mana suhu pemanasan global  dalam 20 tahun ke depan diperkirakan meningkat di atas 1,5 derajat C  menuju 2.0 derajat Celcius. &quot;Jika terjadi, risiko amat besar akan  menimpa produksi pertanian dan pangan, dan dampaknya pada pertumbuhan  GDP global.&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi8xLzE3NTQxMi81L3g4cXN1ajU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Ekonomi Indonesia dinilai sangat bergantung pada perekonomian global. Assosiciate Researcher INDEF Asmiati Malik mengatakan, hal itu ditandai dengan beragamnya investasi yang masuk di samping impor barang industri dari luar negeri dan juga ekspor Indonesia ke pasar international.
DIa menilai, dewasa ini telah terjadi pergeseran pemain ekonomi global dari yang semula berorientasi ke ekonomi Barat menjadi Asia Centered Economy. Hal itu ditandai dengan kemampuan China bersama Korea Selatan yang unggul dalam merebut pasar ekspor mobil. Sehingga mampu menggeser peran Jepang dan Jerman yang menurun, serta macetnya industri mobil Amerika Serikat.

BACA JUGA:
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,3% di 2023 Capai Target?


&quot;Dari perspektif politik global ada peristiwa politik utama di Asia terutama Pemilu di Taiwan, India dan Indonesia. Pemilu Taiwan berpengaruh terhadap aliansi strategisnya dengan USA, dan hubungannya dengan China. India dengan penduduknya yang besar, dan jika partai berkuasa BJP menang, akan mempengaruhi konstalasi politik bagi kawasan,&quot; jelas Asmiati dalam Diskusi Publik &quot;Evaluasi dan Perspektif Ekonom Perempuan terhadap Perekonomian Nasional&quot;, Kamis (28/12/2023).

BACA JUGA:
Korupsi Hambat Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 


Selain itu ada juga risiko skenario geopolitik dari sisi militer, terutama konflik di Myanmar serta melimpahnya pengungsi rohingya yang juga berpengaruh terhadap Indonesia.
&quot;Ancaman agresi China ke Taiwan, Konflik Gaza, dan berlanjutnya perang Rusia &amp;ndash; Ukraine. Jika Ukraine menang, maka akan terjadi penguatan aliansi NATO yang otomatis akan meningkatkan ketegangan dengan Rusia bersama China,&quot; terangnya.
&quot;Namun jika Rusia menang, akan meningkatkan kontrol Rusia terhadap  Laut Hitam dan Laut Arctic, yang berpengaruh terhadap kebijakan politik  ke belahan dunia Timur,&quot; lanjut Asmiati.
Sementara itu dari perspektif ekonomi, Asmiati menilai kenaikan suku  bunga global akan meningkatkan resesi dunia, meningkatkan eskalasi  perang dagang, sektor pertanian Asia yang terancam panen padinya oleh El  Nino yang berkepanjangan serta lainnya.
Begitu pula risiko kerusakan lingkungan di mana suhu pemanasan global  dalam 20 tahun ke depan diperkirakan meningkat di atas 1,5 derajat C  menuju 2.0 derajat Celcius. &quot;Jika terjadi, risiko amat besar akan  menimpa produksi pertanian dan pangan, dan dampaknya pada pertumbuhan  GDP global.&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
