<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Digital RI Diprediksi Tumbuh 8% di 2023, Ini Penopangnya</title><description>Ekonomi digital Indonesia diprediksi tumbuh 8% pada 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/29/320/2946592/ekonomi-digital-ri-diprediksi-tumbuh-8-di-2023-ini-penopangnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/29/320/2946592/ekonomi-digital-ri-diprediksi-tumbuh-8-di-2023-ini-penopangnya"/><item><title>Ekonomi Digital RI Diprediksi Tumbuh 8% di 2023, Ini Penopangnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/29/320/2946592/ekonomi-digital-ri-diprediksi-tumbuh-8-di-2023-ini-penopangnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/29/320/2946592/ekonomi-digital-ri-diprediksi-tumbuh-8-di-2023-ini-penopangnya</guid><pubDate>Jum'at 29 Desember 2023 10:32 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/29/320/2946592/ekonomi-digital-ri-diprediksi-tumbuh-8-di-2023-ini-penopangnya-XGCaKTHodc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi digital diprediksi tumbuh 8 persen (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/29/320/2946592/ekonomi-digital-ri-diprediksi-tumbuh-8-di-2023-ini-penopangnya-XGCaKTHodc.jpg</image><title>Ekonomi digital diprediksi tumbuh 8 persen (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi8xLzE3NTQxMi81L3g4cXN1ajU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Ekonomi digital Indonesia diprediksi tumbuh 8% pada 2023. Kepala Center of Digital Economy and SMEs INDEF, Eisha Maghfiruha Rachbini mengatakan proyeksi GMV Indonesia menjadi sebesar USD82 miliar (Google, Temasek, and Bain &amp;amp; Company, 2023).
Menurutnya, jika dibandingkan ASEAN-6, besaran ekonomi digital Indonesia merupakan kontributor terbesar, ditunjukkan dari nilai GMV tertinggi pada tahun 2023.

BACA JUGA:
Ekonomi Indonesia Dinilai Bergantung pada Perekonomian Global, Kok Bisa?


&quot;Sayangnya, selama 2023 ini, masih terjadi 'Winter Tech' yakni menurunnya investasi dan pendanaan khususnya di kawasan ASEAN terutama pada sektor E-Commerce,&quot; kata Eisha dalam keterangan resminya, Jumat (29/12/2023).
Lebih lanjut, Eisha menjelaskan UMKM Indonesia secara sektoral telah mendominasi sektor perdagangan dan ritel dengan porsi sebesar 63% dari total jumlah unit usaha UMKM (ADB, 2021). Dengan begitu, perkembangan ekonomi digital yang sangat pesat pada sektor perdagangan online atau e-commerce memberikan manfaat pada UMKM di sektor perdagangan dan ritel, melalui penggunaan platform ekonomi digital.

BACA JUGA:
Pemerintah Diminta Cepat Buat Aturan Atasi Krisis Ekonomi


Bahkan dari jumlah UMKM 64,5 juta di Indonesia, sejumlah 22 jutanya merupakan UMKM digital atau 33,6%. Dengan volume transaksi E commerce sebesar Rp3,48 juta dan nilai transaksi E commerce Rp476,3 triliun (naik 18,8% yoy). Pada 2024, UMKM digital ditargetkan berjumlah 30 juta.
Eisha menilai, untuk mendorong pertumbuhan sektor UMKM, Inklusi  keuangan merupakan kunci pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan menjadi  upaya pencapaian SDGs (World Bank, 2023). Tersedianya akses keuangan  dapat mendorong UMKM untuk melakukan kegiatan ekonomi produktif yang  mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Sebab bagi UMKM, dikatakan Eisha, kepemilikan modal menjadi faktor  yang dapat mendorong produksi dan output. Sayangnya, Alokasi pembiayaan  sektor perbankan ke UMKM Indonesia tergolong masih rendah dibanding  negara lain.
&quot;Namun masih terdapat tantangan berupa ketimpangan digital antar  wilayah di Indonesia, dan juga ketimpangan akses dan Penggunaan  infrastruktur digital antar Usaha Mikro, Kecil Menengah, dan Besar,&quot;  tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi8xLzE3NTQxMi81L3g4cXN1ajU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Ekonomi digital Indonesia diprediksi tumbuh 8% pada 2023. Kepala Center of Digital Economy and SMEs INDEF, Eisha Maghfiruha Rachbini mengatakan proyeksi GMV Indonesia menjadi sebesar USD82 miliar (Google, Temasek, and Bain &amp;amp; Company, 2023).
Menurutnya, jika dibandingkan ASEAN-6, besaran ekonomi digital Indonesia merupakan kontributor terbesar, ditunjukkan dari nilai GMV tertinggi pada tahun 2023.

BACA JUGA:
Ekonomi Indonesia Dinilai Bergantung pada Perekonomian Global, Kok Bisa?


&quot;Sayangnya, selama 2023 ini, masih terjadi 'Winter Tech' yakni menurunnya investasi dan pendanaan khususnya di kawasan ASEAN terutama pada sektor E-Commerce,&quot; kata Eisha dalam keterangan resminya, Jumat (29/12/2023).
Lebih lanjut, Eisha menjelaskan UMKM Indonesia secara sektoral telah mendominasi sektor perdagangan dan ritel dengan porsi sebesar 63% dari total jumlah unit usaha UMKM (ADB, 2021). Dengan begitu, perkembangan ekonomi digital yang sangat pesat pada sektor perdagangan online atau e-commerce memberikan manfaat pada UMKM di sektor perdagangan dan ritel, melalui penggunaan platform ekonomi digital.

BACA JUGA:
Pemerintah Diminta Cepat Buat Aturan Atasi Krisis Ekonomi


Bahkan dari jumlah UMKM 64,5 juta di Indonesia, sejumlah 22 jutanya merupakan UMKM digital atau 33,6%. Dengan volume transaksi E commerce sebesar Rp3,48 juta dan nilai transaksi E commerce Rp476,3 triliun (naik 18,8% yoy). Pada 2024, UMKM digital ditargetkan berjumlah 30 juta.
Eisha menilai, untuk mendorong pertumbuhan sektor UMKM, Inklusi  keuangan merupakan kunci pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan menjadi  upaya pencapaian SDGs (World Bank, 2023). Tersedianya akses keuangan  dapat mendorong UMKM untuk melakukan kegiatan ekonomi produktif yang  mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Sebab bagi UMKM, dikatakan Eisha, kepemilikan modal menjadi faktor  yang dapat mendorong produksi dan output. Sayangnya, Alokasi pembiayaan  sektor perbankan ke UMKM Indonesia tergolong masih rendah dibanding  negara lain.
&quot;Namun masih terdapat tantangan berupa ketimpangan digital antar  wilayah di Indonesia, dan juga ketimpangan akses dan Penggunaan  infrastruktur digital antar Usaha Mikro, Kecil Menengah, dan Besar,&quot;  tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
