<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Marak Serangan Siber, E-Commerce Wajib Amankan Data Pelanggan</title><description>Serangan siber maral mengintai para pengguna internet di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/29/320/2946847/marak-serangan-siber-e-commerce-wajib-amankan-data-pelanggan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/29/320/2946847/marak-serangan-siber-e-commerce-wajib-amankan-data-pelanggan"/><item><title>Marak Serangan Siber, E-Commerce Wajib Amankan Data Pelanggan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/29/320/2946847/marak-serangan-siber-e-commerce-wajib-amankan-data-pelanggan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/29/320/2946847/marak-serangan-siber-e-commerce-wajib-amankan-data-pelanggan</guid><pubDate>Jum'at 29 Desember 2023 17:10 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amirah Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/29/320/2946847/marak-serangan-siber-e-commerce-wajib-amankan-data-pelanggan-VDhpbu9Hos.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Marak serangan siber terhadap pengguna e-commerce (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/29/320/2946847/marak-serangan-siber-e-commerce-wajib-amankan-data-pelanggan-VDhpbu9Hos.jpg</image><title>Marak serangan siber terhadap pengguna e-commerce (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMS80LzE3MTk4My81L3g4b3FkdTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Serangan siber maral mengintai para pengguna internet di Indonesia. Terutama modus-modus yang memanfaatkan kelengahan masyarakat sebagai korban.
Seperti yang diungkapkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sepanjang 2022 telah terjadi 370,02 juta serangan siber. Jumlah ini meningkat 38,72 persen dibanding 2021 dan asal serangan didominasi dari dalam negeri sebanyak 84,86 juta1.

BACA JUGA:
Daftar 5 Kategori Produk Paling Laris di E-Commerce 2023


Dari sisi pemerintah, pentingnya perihal keamanan siber ini membuahkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang kini telah mencapai tahap finalisasi Rancangan Peraturan Pelaksanaan (RPP) PDP untuk segera diberlakukan dalam beberapa waktu mendatang. Peraturan ini turut bertujuan untuk mendorong kewaspadaan semua pihak, terlebih masyarakat yang rentan dijadikan target langsung berbagai bentuk serangan siber, contohnya melalui domain phishing.
Secara sederhana, domain phishing adalah metode pencurian data secara digital dengan menggunakan situs yang dipalsukan agar terlihat serupa aslinya dan meyakinkan. Para pengguna internet menjadi korban setelah mereka memberikan data-data penting, seperti identitas atau informasi perbankan melalui situs-situs tiruan tersebut. Dampaknya pun bermacam-macam mulai dari kehilangan uang, pemalsuan data diri hingga kehilangan akses ke perangkat pribadi.

BACA JUGA:
4 Tips Terhindar dari Penipuan E-Commerce


Siapa saja bisa menjadi korban phishing dan sebagai salah satu e-commerce Blibli sadar penuh akan hal ini sehingga mengambil langkah-langkah pengamanan aktif demi melindungi konsumen maupun karyawan. Salah satunya dengan membentuk dan mengoperasikan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) yang melakukan take down atau pencekalan situs phishing. Situs-situs palsu tersebut terjaring saat mencoba menyerang karyawan Blibli maupun pelanggan agar  melakukan transaksi di situs palsu yang menggunakan nama Blibli namun dengan alamat domain yang mengecohkan atau bukan domain ofisial dari Blibli.
&amp;ldquo;Ada beberapa cara untuk melacak atau mendeteksi adanya domain phishing sebagai standar operasional kita, termasuk dengan menerima laporan dari pelanggan. Sepanjang 2023 hingga November kemarin, ada 360 lebih total situs palsu yang berhasil di-take down,&amp;rdquo; ungkap Head of of Infrastucture &amp;amp; Technical Support Ongkowijoyo, Jumat (29/12/2023).
&amp;ldquo;Berbagai langkah sertifikasi dan peningkatan standar keamanan  digital ini adalah bentuk komitmen Blibli memberikan pengalaman  bertransaksi yang aman dan nyaman kepada pelanggan, menjadi platform  ekosistem yang andal, tangguh dan dipercaya untuk berbagai kebutuhan,&amp;rdquo;  lanjutnya.
Penerapan mekanisme pengamanan digital yang komprehensif pun membuat  Blibli mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak. Dari beberapa aspek  penilaian, konsistensi dan implementasi yang berkelanjutan merupakan  yang utama.
Sebagai contoh, strategi Blibli dalam menjaga keamanan data maupun  transaksi juga melibatkan masyarakat sebagai pengguna. Sejumlah kampanye  edukasi untuk peningkatan kesadaran dan kewaspadaan pelanggan pun  diselenggarakan.
Semua langkah di atas merupakan wujud komitmen menjaga dan  meningkatkan keamanan digital platformnya secara menyeluruh,  berdampingan dengan implementasi teknologi pintar di semua sektor  omnichannel agar pelayanan yang diberikan kepada pelanggan bisa lebih  personal dan diandalkan, serta memenuhi semua kebutuhan masyarakat  dengan solusi yang tepat.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMS80LzE3MTk4My81L3g4b3FkdTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Serangan siber maral mengintai para pengguna internet di Indonesia. Terutama modus-modus yang memanfaatkan kelengahan masyarakat sebagai korban.
Seperti yang diungkapkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sepanjang 2022 telah terjadi 370,02 juta serangan siber. Jumlah ini meningkat 38,72 persen dibanding 2021 dan asal serangan didominasi dari dalam negeri sebanyak 84,86 juta1.

BACA JUGA:
Daftar 5 Kategori Produk Paling Laris di E-Commerce 2023


Dari sisi pemerintah, pentingnya perihal keamanan siber ini membuahkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang kini telah mencapai tahap finalisasi Rancangan Peraturan Pelaksanaan (RPP) PDP untuk segera diberlakukan dalam beberapa waktu mendatang. Peraturan ini turut bertujuan untuk mendorong kewaspadaan semua pihak, terlebih masyarakat yang rentan dijadikan target langsung berbagai bentuk serangan siber, contohnya melalui domain phishing.
Secara sederhana, domain phishing adalah metode pencurian data secara digital dengan menggunakan situs yang dipalsukan agar terlihat serupa aslinya dan meyakinkan. Para pengguna internet menjadi korban setelah mereka memberikan data-data penting, seperti identitas atau informasi perbankan melalui situs-situs tiruan tersebut. Dampaknya pun bermacam-macam mulai dari kehilangan uang, pemalsuan data diri hingga kehilangan akses ke perangkat pribadi.

BACA JUGA:
4 Tips Terhindar dari Penipuan E-Commerce


Siapa saja bisa menjadi korban phishing dan sebagai salah satu e-commerce Blibli sadar penuh akan hal ini sehingga mengambil langkah-langkah pengamanan aktif demi melindungi konsumen maupun karyawan. Salah satunya dengan membentuk dan mengoperasikan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) yang melakukan take down atau pencekalan situs phishing. Situs-situs palsu tersebut terjaring saat mencoba menyerang karyawan Blibli maupun pelanggan agar  melakukan transaksi di situs palsu yang menggunakan nama Blibli namun dengan alamat domain yang mengecohkan atau bukan domain ofisial dari Blibli.
&amp;ldquo;Ada beberapa cara untuk melacak atau mendeteksi adanya domain phishing sebagai standar operasional kita, termasuk dengan menerima laporan dari pelanggan. Sepanjang 2023 hingga November kemarin, ada 360 lebih total situs palsu yang berhasil di-take down,&amp;rdquo; ungkap Head of of Infrastucture &amp;amp; Technical Support Ongkowijoyo, Jumat (29/12/2023).
&amp;ldquo;Berbagai langkah sertifikasi dan peningkatan standar keamanan  digital ini adalah bentuk komitmen Blibli memberikan pengalaman  bertransaksi yang aman dan nyaman kepada pelanggan, menjadi platform  ekosistem yang andal, tangguh dan dipercaya untuk berbagai kebutuhan,&amp;rdquo;  lanjutnya.
Penerapan mekanisme pengamanan digital yang komprehensif pun membuat  Blibli mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak. Dari beberapa aspek  penilaian, konsistensi dan implementasi yang berkelanjutan merupakan  yang utama.
Sebagai contoh, strategi Blibli dalam menjaga keamanan data maupun  transaksi juga melibatkan masyarakat sebagai pengguna. Sejumlah kampanye  edukasi untuk peningkatan kesadaran dan kewaspadaan pelanggan pun  diselenggarakan.
Semua langkah di atas merupakan wujud komitmen menjaga dan  meningkatkan keamanan digital platformnya secara menyeluruh,  berdampingan dengan implementasi teknologi pintar di semua sektor  omnichannel agar pelayanan yang diberikan kepada pelanggan bisa lebih  personal dan diandalkan, serta memenuhi semua kebutuhan masyarakat  dengan solusi yang tepat.</content:encoded></item></channel></rss>
