<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dana Rights Issue Capai Rp51,4 Triliun pada 2023</title><description>Dana penambahan modal dengan skema Rights Issue di Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus Rp51,4 triliun sepanjang 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/31/278/2947630/dana-rights-issue-capai-rp51-4-triliun-pada-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/31/278/2947630/dana-rights-issue-capai-rp51-4-triliun-pada-2023"/><item><title>Dana Rights Issue Capai Rp51,4 Triliun pada 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/31/278/2947630/dana-rights-issue-capai-rp51-4-triliun-pada-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/31/278/2947630/dana-rights-issue-capai-rp51-4-triliun-pada-2023</guid><pubDate>Minggu 31 Desember 2023 17:36 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/31/278/2947630/dana-rights-issue-capai-rp51-4-triliun-pada-2023-1OIEvAeQSw.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Dana rights issue capai Rp51,4 triliun pada 2023. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/31/278/2947630/dana-rights-issue-capai-rp51-4-triliun-pada-2023-1OIEvAeQSw.JPG</image><title>Dana rights issue capai Rp51,4 triliun pada 2023. (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;



JAKARTA - Dana penambahan modal dengan skema Rights Issue di Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus Rp51,4 triliun sepanjang 2023.

BEI mencatat jumlah tersebut dilakukan oleh 28 perusahaan publik dengan berbagai macam tujuan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

OJK Tekankan Pentingnya Literasi Masyarakat soal Keuangan Digital

&amp;ldquo;Per tanggal 29 Desember 2023 telah terdapat 28 perusahaan tercatat yang telah menerbitkan right issue dengan total nilai Rp51,4 triliun,&amp;rdquo; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan, dikuti Minggu (31/12/2023).

Aksi korporasi ini diproyeksikan masih akan berlanjut pada awal 2024. Pasalnya, terdapat emiten yang masih antre untuk menerbitkan saham baru.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Waktu Debt Collector Datang ke Rumah Diatur OJK

Nyoman menerangkan pihaknya mengantongi 24 perusahaan tercatat yang masuk dalam pipeline penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
Nyoman merinci sebagian besar korporasi yang berada dalam antrean merupakan perusahaan sektor konsumer, terdiri dari 8 konsumer siklikal, dan 4 non-siklikal.



Berikutnya terdapat 5 perusahaan dari sektor keuangan, dan 4 emiten dari sektor energi.



Selanjutnya sebanyak 1 perusahaan masing-masing mewakili sektor bahan baku, infrastruktur, dan transportasi-logistik yang juga siap menambah modal baru.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;



JAKARTA - Dana penambahan modal dengan skema Rights Issue di Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus Rp51,4 triliun sepanjang 2023.

BEI mencatat jumlah tersebut dilakukan oleh 28 perusahaan publik dengan berbagai macam tujuan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

OJK Tekankan Pentingnya Literasi Masyarakat soal Keuangan Digital

&amp;ldquo;Per tanggal 29 Desember 2023 telah terdapat 28 perusahaan tercatat yang telah menerbitkan right issue dengan total nilai Rp51,4 triliun,&amp;rdquo; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan, dikuti Minggu (31/12/2023).

Aksi korporasi ini diproyeksikan masih akan berlanjut pada awal 2024. Pasalnya, terdapat emiten yang masih antre untuk menerbitkan saham baru.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Waktu Debt Collector Datang ke Rumah Diatur OJK

Nyoman menerangkan pihaknya mengantongi 24 perusahaan tercatat yang masuk dalam pipeline penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
Nyoman merinci sebagian besar korporasi yang berada dalam antrean merupakan perusahaan sektor konsumer, terdiri dari 8 konsumer siklikal, dan 4 non-siklikal.



Berikutnya terdapat 5 perusahaan dari sektor keuangan, dan 4 emiten dari sektor energi.



Selanjutnya sebanyak 1 perusahaan masing-masing mewakili sektor bahan baku, infrastruktur, dan transportasi-logistik yang juga siap menambah modal baru.</content:encoded></item></channel></rss>
