<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Industri Keuangan RI Rentan Kejahatan Siber, Ini Buktinya</title><description>Industri Keuangan Indonesia rentan terhadap kejahatan siber.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/31/320/2947109/industri-keuangan-ri-rentan-kejahatan-siber-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/12/31/320/2947109/industri-keuangan-ri-rentan-kejahatan-siber-ini-buktinya"/><item><title>Industri Keuangan RI Rentan Kejahatan Siber, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/12/31/320/2947109/industri-keuangan-ri-rentan-kejahatan-siber-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/12/31/320/2947109/industri-keuangan-ri-rentan-kejahatan-siber-ini-buktinya</guid><pubDate>Minggu 31 Desember 2023 04:16 WIB</pubDate><dc:creator>Fadila Nur Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/30/320/2947109/industri-keuangan-ri-rentan-kejahatan-siber-ini-buktinya-OMnBPWNnf6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kejahatan siber ancam industri keuangan Indonesia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/30/320/2947109/industri-keuangan-ri-rentan-kejahatan-siber-ini-buktinya-OMnBPWNnf6.jpg</image><title>Kejahatan siber ancam industri keuangan Indonesia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wMy8xLzE3MzE1Mi81L3g4cGJlb2Q=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Industri Keuangan Indonesia rentan terhadap kejahatan siber. Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sepanjang 2023, ada 151,4 juta kasus terkait dengan anomali trafik internet di Indonesia.

BACA JUGA:
3 Tantangan Besar Industri Keuangan RI&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Direktur Keamanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata BSSN Edit Prima mengatakan, tren anomali trafik internet Indonesia menunjukkan angka yang fantastis terutama pada 2021 sebanyak 1,6 miliar kejadian.

BACA JUGA:
Jaga Industri Keuangan, Polisi Wajib Melek Industri Pasar Modal

Adapun sektor keuangan menempati urutan ketiga setelah administrasi pemerintahan dan energi, sebagai sektor yang paling banyak mengalami anomali internet.
&amp;ldquo;Serangan ransomware masih menjadi ancaman di sektor keuangan pada tahun 2023 dan BSSN mencatat dari 160 juta anomali malware, sebanyak 966,533 terindikasi ransomware,&amp;rdquo; ujarnya.
Sektor keuangan modern saat ini bergantung pada pemanfaatan teknologi dan platform digital. Dampak serta risiko yang ditimbulkan atas ketergantungan tersebut membuka peluang ancaman siber seperti pencurian data, peretasan terhadap sistem, dan pelumpuhan seluruh sistem operasional jasa penyedia layanan keuangan.
Sebab itu, perlu adanya kerangka kerja untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi risiko keamanan informasi di lembaga penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran (PIP).
Baca Selengkapnya:&amp;nbsp;Kejahatan Siber Ancam Industri Keuangan, BSSN: Ada 151,4 Juta Kejadian Selama 2023</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wMy8xLzE3MzE1Mi81L3g4cGJlb2Q=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Industri Keuangan Indonesia rentan terhadap kejahatan siber. Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sepanjang 2023, ada 151,4 juta kasus terkait dengan anomali trafik internet di Indonesia.

BACA JUGA:
3 Tantangan Besar Industri Keuangan RI&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Direktur Keamanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata BSSN Edit Prima mengatakan, tren anomali trafik internet Indonesia menunjukkan angka yang fantastis terutama pada 2021 sebanyak 1,6 miliar kejadian.

BACA JUGA:
Jaga Industri Keuangan, Polisi Wajib Melek Industri Pasar Modal

Adapun sektor keuangan menempati urutan ketiga setelah administrasi pemerintahan dan energi, sebagai sektor yang paling banyak mengalami anomali internet.
&amp;ldquo;Serangan ransomware masih menjadi ancaman di sektor keuangan pada tahun 2023 dan BSSN mencatat dari 160 juta anomali malware, sebanyak 966,533 terindikasi ransomware,&amp;rdquo; ujarnya.
Sektor keuangan modern saat ini bergantung pada pemanfaatan teknologi dan platform digital. Dampak serta risiko yang ditimbulkan atas ketergantungan tersebut membuka peluang ancaman siber seperti pencurian data, peretasan terhadap sistem, dan pelumpuhan seluruh sistem operasional jasa penyedia layanan keuangan.
Sebab itu, perlu adanya kerangka kerja untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi risiko keamanan informasi di lembaga penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran (PIP).
Baca Selengkapnya:&amp;nbsp;Kejahatan Siber Ancam Industri Keuangan, BSSN: Ada 151,4 Juta Kejadian Selama 2023</content:encoded></item></channel></rss>
