<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi 2023 Capai 2,61%, Terendah 20 Tahun Terakhir</title><description>Inflasi 2023 merupakan yang terendah selama 20 tahun terakhir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/02/320/2948365/inflasi-2023-capai-2-61-terendah-20-tahun-terakhir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/02/320/2948365/inflasi-2023-capai-2-61-terendah-20-tahun-terakhir"/><item><title>Inflasi 2023 Capai 2,61%, Terendah 20 Tahun Terakhir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/02/320/2948365/inflasi-2023-capai-2-61-terendah-20-tahun-terakhir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/02/320/2948365/inflasi-2023-capai-2-61-terendah-20-tahun-terakhir</guid><pubDate>Selasa 02 Januari 2024 13:58 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/02/320/2948365/inflasi-2023-capai-2-61-terendah-20-tahun-terakhir-nhLGzcCQzM.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi 2023 terendah selama 20 tahun terakhir (foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/02/320/2948365/inflasi-2023-capai-2-61-terendah-20-tahun-terakhir-nhLGzcCQzM.jpeg</image><title>Inflasi 2023 terendah selama 20 tahun terakhir (foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC8xLzE3Mjk2Ni81L3g4cDdnaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Inflasi 2023 merupakan yang terendah selama 20 tahun terakhir. Inflasi Indonesia pada akhir 2023 yang sebesar 2,61% merupakan inflasi yang terendah sepanjang 20 tahun terakhir.
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia A. Widyasanti mengatakan, perhitungan ini mengesampingkan pandemi covid yang terjadi pada periode 2021 hingga 2022. Dia pun menjelaskan lebih lanjut apa saja faktor pendorong inflasi tersebut.

BACA JUGA:
Biang Kerok Inflasi Desember 2023: Mahalnya Harga Cabai Merah, Beras hingga Emas


&quot;Perlu menjadi catatan kita bersama bahwa setelah terjadi shock seperti kenaikan bbm non subsidi, level IHK akan menjadi sangat tinggi seperti contoh pada tahun 2005 misalnya, seiring dengan kenaikan harga bbm tingkat inflasi relatif tinggi namun setelahnya pada tahun 2006 terjadi tingkat inflasi yang relatif rendah, ini yang kita sebut biasanya dengan istilah base effect,&quot; tuturnya dalam konferensi pers hari ini, Selasa (2/1/2024).
Dikatannya, pola ini ternyata sama terjadi pada 2008, 2013 dan 2014 pola yang sama ternyata terlihat pada 2 tahun terakhir 2022 dan 2023. Amalia bilang, kenaikan harga bbm pada September 2023 lalu ternyata memberikan tekanan inflasi pada tahun 2022 yang kemudian di tahun 2023 ini diikuti dengan inflasi yang relatif rendah.

BACA JUGA:
Inflasi Desember 2023 Capai 0,41%, Sepanjang 2023 Tembus 2,6%


&quot;Ini yang kita sebut juga dengan base effect. Inflasi tahun 2023 selain tadi terdampak oleh base effect juga terpengaruh oleh fenomena el nino yang mendorong inflasi volatile food terutama beras. Tetapi sekali lagi dengan koordinasi yang intensif dari beberapa stakeholder tekanan eksternal dan fenomena el nino ini ternyata dikendalikan dengan pengendalian yang baik di sisi supply sehingga dengan menjaga sisi supply yang lebih baik tekanan inflasi menjadi bisa lebih terjaga,&quot; paparnya.
Lebih lanjut Amalia merincikan, berdasarkan kelompok pengeluaran inflasi tahuanan terbesar terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yaitu sebesar 6,18% dan memberikan andil inflasi sebesar 1,60% terhadap inflasi umum.
Komoditas yang memberikan andil inflasi kelompok ini adalah beras  dengan andil inflasi sebesar 0,53%, cabe merah dengan andil inflasi  0,24%, rokok kretek filter dengan andil 0,17%, cabai rawit dengan andil  inflasi 0,10% dan bawang putih dengan andil inflasi 0,08%.
Beberapa komoditas lainnya yang juga menjadi penyumbang terbesar  inflasi Desember 2023 yaitu emas perhiasan dengan andil 0,11%, dan tarif  angkutan udara dengan andil sebesar 0,08%.
Amalia menambahkan, berdasarkan sebaran inflasi tahunan menurut  wilayah, seluruh kota mengalami inflasi tahunan. Terdapat 50 kota alami  inflasi tahunan lebih tinggi dari inflasi nasional.
Katanya, jika kita bandingkan dengan tahun 2022 capaian ini cukup  baik mengingat pada tahun 2022 terdapat 63 kota mengalami inflasi  tahunan yang lebih tinggi dari inflasi nasional.
Sementara itu, menurut komponen inflasi tahunan pada Desember sebesar  2,61% ini didorong oleh inflasi seluruh komponen. Komponen inti  mengalami inflasi tahunan sebesar 1,80%, komponen ini beri andil 1,1%  komoditas yang dominan memberikan andil inflasi antara lain emas  perhiasan, biaya sewa rumah, biaya kontrak rumah, gula pasir dan upah  asisten rumah tangga.
Sedangkan untuk komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi  tahunan sebesar 1,72%, komponen ini memberikan andil sebesar 0,32%.  komoditas yang dominan memberikan andil inflasi selama setahun terakhir  adalah rokok kretek filter, tarif angkutan udara dan rokok putih.
&quot;Kemudian,komponen harga bergejolak mengalami inflasi 6,73%. Komponen  ini berikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan yakni sebesar 1,1%.  Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi selama setahun terakhir  adalah beras, cabe merah, cabe rawit, bawang putih dan daging ayam  ras,&quot; tutup Amalia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC8xLzE3Mjk2Ni81L3g4cDdnaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Inflasi 2023 merupakan yang terendah selama 20 tahun terakhir. Inflasi Indonesia pada akhir 2023 yang sebesar 2,61% merupakan inflasi yang terendah sepanjang 20 tahun terakhir.
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia A. Widyasanti mengatakan, perhitungan ini mengesampingkan pandemi covid yang terjadi pada periode 2021 hingga 2022. Dia pun menjelaskan lebih lanjut apa saja faktor pendorong inflasi tersebut.

BACA JUGA:
Biang Kerok Inflasi Desember 2023: Mahalnya Harga Cabai Merah, Beras hingga Emas


&quot;Perlu menjadi catatan kita bersama bahwa setelah terjadi shock seperti kenaikan bbm non subsidi, level IHK akan menjadi sangat tinggi seperti contoh pada tahun 2005 misalnya, seiring dengan kenaikan harga bbm tingkat inflasi relatif tinggi namun setelahnya pada tahun 2006 terjadi tingkat inflasi yang relatif rendah, ini yang kita sebut biasanya dengan istilah base effect,&quot; tuturnya dalam konferensi pers hari ini, Selasa (2/1/2024).
Dikatannya, pola ini ternyata sama terjadi pada 2008, 2013 dan 2014 pola yang sama ternyata terlihat pada 2 tahun terakhir 2022 dan 2023. Amalia bilang, kenaikan harga bbm pada September 2023 lalu ternyata memberikan tekanan inflasi pada tahun 2022 yang kemudian di tahun 2023 ini diikuti dengan inflasi yang relatif rendah.

BACA JUGA:
Inflasi Desember 2023 Capai 0,41%, Sepanjang 2023 Tembus 2,6%


&quot;Ini yang kita sebut juga dengan base effect. Inflasi tahun 2023 selain tadi terdampak oleh base effect juga terpengaruh oleh fenomena el nino yang mendorong inflasi volatile food terutama beras. Tetapi sekali lagi dengan koordinasi yang intensif dari beberapa stakeholder tekanan eksternal dan fenomena el nino ini ternyata dikendalikan dengan pengendalian yang baik di sisi supply sehingga dengan menjaga sisi supply yang lebih baik tekanan inflasi menjadi bisa lebih terjaga,&quot; paparnya.
Lebih lanjut Amalia merincikan, berdasarkan kelompok pengeluaran inflasi tahuanan terbesar terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yaitu sebesar 6,18% dan memberikan andil inflasi sebesar 1,60% terhadap inflasi umum.
Komoditas yang memberikan andil inflasi kelompok ini adalah beras  dengan andil inflasi sebesar 0,53%, cabe merah dengan andil inflasi  0,24%, rokok kretek filter dengan andil 0,17%, cabai rawit dengan andil  inflasi 0,10% dan bawang putih dengan andil inflasi 0,08%.
Beberapa komoditas lainnya yang juga menjadi penyumbang terbesar  inflasi Desember 2023 yaitu emas perhiasan dengan andil 0,11%, dan tarif  angkutan udara dengan andil sebesar 0,08%.
Amalia menambahkan, berdasarkan sebaran inflasi tahunan menurut  wilayah, seluruh kota mengalami inflasi tahunan. Terdapat 50 kota alami  inflasi tahunan lebih tinggi dari inflasi nasional.
Katanya, jika kita bandingkan dengan tahun 2022 capaian ini cukup  baik mengingat pada tahun 2022 terdapat 63 kota mengalami inflasi  tahunan yang lebih tinggi dari inflasi nasional.
Sementara itu, menurut komponen inflasi tahunan pada Desember sebesar  2,61% ini didorong oleh inflasi seluruh komponen. Komponen inti  mengalami inflasi tahunan sebesar 1,80%, komponen ini beri andil 1,1%  komoditas yang dominan memberikan andil inflasi antara lain emas  perhiasan, biaya sewa rumah, biaya kontrak rumah, gula pasir dan upah  asisten rumah tangga.
Sedangkan untuk komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi  tahunan sebesar 1,72%, komponen ini memberikan andil sebesar 0,32%.  komoditas yang dominan memberikan andil inflasi selama setahun terakhir  adalah rokok kretek filter, tarif angkutan udara dan rokok putih.
&quot;Kemudian,komponen harga bergejolak mengalami inflasi 6,73%. Komponen  ini berikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan yakni sebesar 1,1%.  Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi selama setahun terakhir  adalah beras, cabe merah, cabe rawit, bawang putih dan daging ayam  ras,&quot; tutup Amalia.</content:encoded></item></channel></rss>
