<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cabai Merah hingga Beras Jadi Biang Kerok Inflasi Desember 2023</title><description>BPS melaporkan pendorong inflasi bulanan (month to month/MoM) yang sebesar 0,41% pada Desember 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/02/320/2948382/cabai-merah-hingga-beras-jadi-biang-kerok-inflasi-desember-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/02/320/2948382/cabai-merah-hingga-beras-jadi-biang-kerok-inflasi-desember-2023"/><item><title>Cabai Merah hingga Beras Jadi Biang Kerok Inflasi Desember 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/02/320/2948382/cabai-merah-hingga-beras-jadi-biang-kerok-inflasi-desember-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/02/320/2948382/cabai-merah-hingga-beras-jadi-biang-kerok-inflasi-desember-2023</guid><pubDate>Selasa 02 Januari 2024 14:18 WIB</pubDate><dc:creator>Meliana Tesa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/02/320/2948382/cabai-merah-hingga-beras-jadi-biang-kerok-inflasi-desember-2023-5PzcFLXU9n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cabai jadi penumbang Inflasi di Desember (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/02/320/2948382/cabai-merah-hingga-beras-jadi-biang-kerok-inflasi-desember-2023-5PzcFLXU9n.jpg</image><title>Cabai jadi penumbang Inflasi di Desember (Foto: MPI)</title></images><description>


JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pendorong inflasi bulanan (month to month/MoM) yang sebesar 0,41% pada Desember 2023 didominasi oleh cabai merah.
BPS menyatakan terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan dari 116,08 pada November 2023 menjadi 116,56 pada Desember 2023.

BACA JUGA:
Kejar Target Indonesia Emas 2045, BPS Lakukan Ini

&amp;ldquo;Komoditas penyumbang utama inflasi adalah cabai merah dengan andil inflasi sebesar 0,06%,&amp;rdquo; kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS, Jakarta dikutip Antara, Selasa (2/1/2024).
Komoditas penyumbang utama lainnya ialah bawang merah dengan andil inflasi sebesar 0,04%, tomat 0,03%. cabai rawit 0,02%, beras 0,02%, serta telur ayam ras dengan andil inflasi sebesar 0,02%.

BACA JUGA:
BPS: Impor RI Tembus USD19,59 Miliar pada November 2023

Berdasarkan catatan tersebut, inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada Desember 2023 sebesar 1,07% dengan memberikan andil inflasi 0,29%.&amp;ldquo;Selain itu, terdapat komoditas di luar kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang juga memberikan andil signifikan terhadap inflasi secara MoM, antara lain tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,05%, emas perhiasan 0,02%, serta komoditas rekreasi 0,01%,&amp;rdquo; ungkap Amalia.
Secara wilayah, ada 85 dari 90 kota yang mengalami inflasi dengan 33 kota di antaranya memiliki inflasi lebih tinggi dari inflasi nasional, sedangkan 5 kota lainnya mengalami deflasi dan seluruh kota tersebut berada di Pulau Sumatera.
Kota dengan inflasi tertinggi secara MoM ialah Kota Ternate yang didorong komoditas penyumbang inflasi ikan segar sebesar 0,58%, cabai rawit 0,33%, cabai merah 0,24%, bawang merah 0,13%, tomat 0,11%, serta tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,03%.
Di Pulau Sumatera, Kota Medan memilik inflasi tertinggi 0,66%, dan Kota Meulaboh  mengalami deflasi terdalam secara nasional sebesar 0,67%.
Sementara itu di kota-kota wilayah pulau lainnya secara keseluruhan mengalami inflasi. Mulai dari Kota Sumenep 0,71%, Kudu 0,15%, Maumere 0,61%, Kota Mataram 0,29%, Pontianak 0,66%, Banjarmasin sebesar 0,12%. Kemudian juga di Kota Gorontalo 1,32%, Kota Palu 0,13%, dan Kota Sorong 0,23%.</description><content:encoded>


JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pendorong inflasi bulanan (month to month/MoM) yang sebesar 0,41% pada Desember 2023 didominasi oleh cabai merah.
BPS menyatakan terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan dari 116,08 pada November 2023 menjadi 116,56 pada Desember 2023.

BACA JUGA:
Kejar Target Indonesia Emas 2045, BPS Lakukan Ini

&amp;ldquo;Komoditas penyumbang utama inflasi adalah cabai merah dengan andil inflasi sebesar 0,06%,&amp;rdquo; kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS, Jakarta dikutip Antara, Selasa (2/1/2024).
Komoditas penyumbang utama lainnya ialah bawang merah dengan andil inflasi sebesar 0,04%, tomat 0,03%. cabai rawit 0,02%, beras 0,02%, serta telur ayam ras dengan andil inflasi sebesar 0,02%.

BACA JUGA:
BPS: Impor RI Tembus USD19,59 Miliar pada November 2023

Berdasarkan catatan tersebut, inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada Desember 2023 sebesar 1,07% dengan memberikan andil inflasi 0,29%.&amp;ldquo;Selain itu, terdapat komoditas di luar kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang juga memberikan andil signifikan terhadap inflasi secara MoM, antara lain tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,05%, emas perhiasan 0,02%, serta komoditas rekreasi 0,01%,&amp;rdquo; ungkap Amalia.
Secara wilayah, ada 85 dari 90 kota yang mengalami inflasi dengan 33 kota di antaranya memiliki inflasi lebih tinggi dari inflasi nasional, sedangkan 5 kota lainnya mengalami deflasi dan seluruh kota tersebut berada di Pulau Sumatera.
Kota dengan inflasi tertinggi secara MoM ialah Kota Ternate yang didorong komoditas penyumbang inflasi ikan segar sebesar 0,58%, cabai rawit 0,33%, cabai merah 0,24%, bawang merah 0,13%, tomat 0,11%, serta tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,03%.
Di Pulau Sumatera, Kota Medan memilik inflasi tertinggi 0,66%, dan Kota Meulaboh  mengalami deflasi terdalam secara nasional sebesar 0,67%.
Sementara itu di kota-kota wilayah pulau lainnya secara keseluruhan mengalami inflasi. Mulai dari Kota Sumenep 0,71%, Kudu 0,15%, Maumere 0,61%, Kota Mataram 0,29%, Pontianak 0,66%, Banjarmasin sebesar 0,12%. Kemudian juga di Kota Gorontalo 1,32%, Kota Palu 0,13%, dan Kota Sorong 0,23%.</content:encoded></item></channel></rss>
