<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realisasi APBN 2023 Tembus Rp3.121 Triliun, Defisit Rp347,6 Triliun</title><description>Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa realisasi pembiayaan utang Rp347,6 triliun pada tahun 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/02/320/2948404/realisasi-apbn-2023-tembus-rp3-121-triliun-defisit-rp347-6-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/02/320/2948404/realisasi-apbn-2023-tembus-rp3-121-triliun-defisit-rp347-6-triliun"/><item><title>Realisasi APBN 2023 Tembus Rp3.121 Triliun, Defisit Rp347,6 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/02/320/2948404/realisasi-apbn-2023-tembus-rp3-121-triliun-defisit-rp347-6-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/02/320/2948404/realisasi-apbn-2023-tembus-rp3-121-triliun-defisit-rp347-6-triliun</guid><pubDate>Selasa 02 Januari 2024 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/02/320/2948404/realisasi-apbn-2023-tembus-rp3-121-triliun-defisit-rp347-6-triliun-SroKb6O6wE.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani bicara soal Realisasi APBN 2023 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/02/320/2948404/realisasi-apbn-2023-tembus-rp3-121-triliun-defisit-rp347-6-triliun-SroKb6O6wE.jfif</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani bicara soal Realisasi APBN 2023 (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMi80LzE3NTcwMi81L3g4cjJxdTA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa realisasi pembiayaan utang Rp347,6 triliun pada tahun 2023.
&quot;Ternyata realisasi defisit kita jauh lebih kecil yaitu Rp347,6 triliun, bayangkan hampir setengahnya dari original design, jadi defisit kita hanya 1,65% dari GDP,&quot; ungkap Sri dalam Konferensi Pers Kinerja dan Realisasi APBN di Jakarta, Selasa (2/1/2024).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Pastikan Gaji PNS Naik Mulai 1 Januari 2024

Pada waktu awal desain, lanjut dia, APBN KiTa defisit keseimbangan primernya di Rp156,81 triliun. Kemudian direvisi dengan Rp38,5 triliun, lebih rendah namun kita tutup dengan Rp92,2 triliun surplus.
&quot;Ini adalah surplus keseimbangan primer pertama kali sejak tahun 2012, jadi hampir 10 tahun lalu ini, sesuatu yang luar biasa,&quot; tuturnya.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Kita Mulai 2024 dengan Lebih Semangat

Adapun dari 2019 ke 2020, defisit melebar besar dari Rp348,7 triliun menjadi Rp947 triliun dari 2,2% dari GDP menjadi 6,4%.&quot;Ini karena pada saat covid 2020 pendapatan negara kita drop dari Rp1.960 triliun ke Rp1.647 triliun, pajak, PNBP, cukai semuanya mengalami penurunan, kepabeanan sih resilien tapi sama semua mengalami penurunan,&quot; jelasnya.
Jika dirincikan, pendapatan negara di 2023 terkumpul sebesar Rp2.774,3 triliun atau mencapai  112,6% dari target awal APBN tahun anggaran 2023 yang sebesar Rp2.463 triliun, sebelum direvisi pada pertengahan tahun menjadi Rp2.637,2 triliun pada Perpres 75/2023. Angka tersebut meningkat 5,3% yoy.
Kemudian, realisasi belanja negara tumbuh tipis sebesar 0,8% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Adapun, realisasi belanja negara telah mencapai Rp3.121,9 triliun atau mencapai 102% dari pagu 2023 atau 100,2% dari target Perpres 75/2023.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMi80LzE3NTcwMi81L3g4cjJxdTA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa realisasi pembiayaan utang Rp347,6 triliun pada tahun 2023.
&quot;Ternyata realisasi defisit kita jauh lebih kecil yaitu Rp347,6 triliun, bayangkan hampir setengahnya dari original design, jadi defisit kita hanya 1,65% dari GDP,&quot; ungkap Sri dalam Konferensi Pers Kinerja dan Realisasi APBN di Jakarta, Selasa (2/1/2024).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Pastikan Gaji PNS Naik Mulai 1 Januari 2024

Pada waktu awal desain, lanjut dia, APBN KiTa defisit keseimbangan primernya di Rp156,81 triliun. Kemudian direvisi dengan Rp38,5 triliun, lebih rendah namun kita tutup dengan Rp92,2 triliun surplus.
&quot;Ini adalah surplus keseimbangan primer pertama kali sejak tahun 2012, jadi hampir 10 tahun lalu ini, sesuatu yang luar biasa,&quot; tuturnya.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Kita Mulai 2024 dengan Lebih Semangat

Adapun dari 2019 ke 2020, defisit melebar besar dari Rp348,7 triliun menjadi Rp947 triliun dari 2,2% dari GDP menjadi 6,4%.&quot;Ini karena pada saat covid 2020 pendapatan negara kita drop dari Rp1.960 triliun ke Rp1.647 triliun, pajak, PNBP, cukai semuanya mengalami penurunan, kepabeanan sih resilien tapi sama semua mengalami penurunan,&quot; jelasnya.
Jika dirincikan, pendapatan negara di 2023 terkumpul sebesar Rp2.774,3 triliun atau mencapai  112,6% dari target awal APBN tahun anggaran 2023 yang sebesar Rp2.463 triliun, sebelum direvisi pada pertengahan tahun menjadi Rp2.637,2 triliun pada Perpres 75/2023. Angka tersebut meningkat 5,3% yoy.
Kemudian, realisasi belanja negara tumbuh tipis sebesar 0,8% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Adapun, realisasi belanja negara telah mencapai Rp3.121,9 triliun atau mencapai 102% dari pagu 2023 atau 100,2% dari target Perpres 75/2023.</content:encoded></item></channel></rss>
