<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lampaui Target, Realisasi PNBP Tembus Rp605,9 Triliun di 2023</title><description>Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2023 mencapai Rp605,9 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/02/320/2948542/lampaui-target-realisasi-pnbp-tembus-rp605-9-triliun-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/02/320/2948542/lampaui-target-realisasi-pnbp-tembus-rp605-9-triliun-di-2023"/><item><title>Lampaui Target, Realisasi PNBP Tembus Rp605,9 Triliun di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/02/320/2948542/lampaui-target-realisasi-pnbp-tembus-rp605-9-triliun-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/02/320/2948542/lampaui-target-realisasi-pnbp-tembus-rp605-9-triliun-di-2023</guid><pubDate>Selasa 02 Januari 2024 19:01 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/02/320/2948542/lampaui-target-realisasi-pnbp-tembus-rp605-9-triliun-di-2023-swImGJFmyJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Realisasi PNBP 2023 lampaui target (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/02/320/2948542/lampaui-target-realisasi-pnbp-tembus-rp605-9-triliun-di-2023-swImGJFmyJ.jpg</image><title>Realisasi PNBP 2023 lampaui target (Foto: Instagram)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi8xLzE3NTQxNi81L3g4cXN2dWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2023 mencapai Rp605,9 triliun. Angka tersebut naik 1,7% dibandingkan PNBP tahun lalu yang capai Rp595,6 triliun.
&amp;ldquo;Penerimaan yang ketiga yang tadi juga kinerjanya sangat baik, PNBP kita naik secara signifikan mencapai Rp605,9 triliun,&amp;rdquo; kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers Kinerja dan Realisasi APBN di Jakarta, Selasa (2/1/2024).

BACA JUGA:
Penerimaan Pajak Tembus Rp1.869,2 Triliun, 108,8% dari Target APBN 2023


Dalam data yang dipaparkan Sri Mulyani, angka Rp605,9 triliun ini merupakan 137,3% dari target APBN awal yang sebesar Rp441,4 triliun dan naik 117,5 % dari target Peraturan Presiden (Perpres) 75/2023 yang sebesar Rp 515,8 triliun.
&amp;ldquo;Target APBN dibuat konservatif karena kita tahu bahwa PBNP itu banyak dipengaruhi oleh penerimaan sumber daya alam yang harga komoditasnya jatuh dan memang benar tadi coal jatuh, CPO jatuh, dan jatuhnya double digit atau dalam banget, coal tadi kan 60%, CPO 18%,&amp;rdquo; jelas Sri Mulyani.

BACA JUGA:
Realisasi APBN 2023 Tembus Rp3.121 Triliun, Defisit Rp347,6 Triliun


Dilihat dari penyumbang PNBP, sumber daya alam (SDA) minyak dan gas (migas) tercatat menurun 21,5% menjadi Rp116,8 triliun, jika dibandingkan tahun sebelumnya Rp148,7 triliun.
Sementara untuk SDA non migas naik 15% dari Rp120,1 triliun pada 2022 menjadi Rp138 triliun pada 2023.
Sri Mulyani juga mengakui kinerja PNBP yang tumbuh ini disebabkan  oleh upaya menaikkan tarif royalti batu bara. Langkah ini merupakan  amanat dari PP No. 26 Tahun 2022.
&quot;Naiknya tarif royaltinya waktu itu banyak suara. Harga batu bara  tinggi kita dapat dari pajak maupun PNBP, kita yang kita collect,&quot;  ungkapnya.

Kemudian, royalti ini juga meningkatkan setoran dividen BUMN terutama perbankan dan nonperbankan.
Sepanjang 2023, penerimaan dari kekayaan negara dipisahkan (KND)  tercatat mengalami pertumbuhan 102,1% menjadi Rp 82,1 triliun pada 2023.
Adapun pendapatan SDA non migas juga meningkat tipis 15% menjadi  Rp138 triliun. PNBP migas mengalami kontraksi sebesar 21,5% menjadi  Rp116,8 triliun pada 2023.
Penerimaan yang juga susut adalah PNBP lainnya yang turun 8,5%  menjadi Rp179,6 triliun pada akhir 2023. Pendapatan BLU juga tercatat  turun tipis 0,5% menjadi Rp89,4 triliun pada 2023.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi8xLzE3NTQxNi81L3g4cXN2dWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2023 mencapai Rp605,9 triliun. Angka tersebut naik 1,7% dibandingkan PNBP tahun lalu yang capai Rp595,6 triliun.
&amp;ldquo;Penerimaan yang ketiga yang tadi juga kinerjanya sangat baik, PNBP kita naik secara signifikan mencapai Rp605,9 triliun,&amp;rdquo; kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers Kinerja dan Realisasi APBN di Jakarta, Selasa (2/1/2024).

BACA JUGA:
Penerimaan Pajak Tembus Rp1.869,2 Triliun, 108,8% dari Target APBN 2023


Dalam data yang dipaparkan Sri Mulyani, angka Rp605,9 triliun ini merupakan 137,3% dari target APBN awal yang sebesar Rp441,4 triliun dan naik 117,5 % dari target Peraturan Presiden (Perpres) 75/2023 yang sebesar Rp 515,8 triliun.
&amp;ldquo;Target APBN dibuat konservatif karena kita tahu bahwa PBNP itu banyak dipengaruhi oleh penerimaan sumber daya alam yang harga komoditasnya jatuh dan memang benar tadi coal jatuh, CPO jatuh, dan jatuhnya double digit atau dalam banget, coal tadi kan 60%, CPO 18%,&amp;rdquo; jelas Sri Mulyani.

BACA JUGA:
Realisasi APBN 2023 Tembus Rp3.121 Triliun, Defisit Rp347,6 Triliun


Dilihat dari penyumbang PNBP, sumber daya alam (SDA) minyak dan gas (migas) tercatat menurun 21,5% menjadi Rp116,8 triliun, jika dibandingkan tahun sebelumnya Rp148,7 triliun.
Sementara untuk SDA non migas naik 15% dari Rp120,1 triliun pada 2022 menjadi Rp138 triliun pada 2023.
Sri Mulyani juga mengakui kinerja PNBP yang tumbuh ini disebabkan  oleh upaya menaikkan tarif royalti batu bara. Langkah ini merupakan  amanat dari PP No. 26 Tahun 2022.
&quot;Naiknya tarif royaltinya waktu itu banyak suara. Harga batu bara  tinggi kita dapat dari pajak maupun PNBP, kita yang kita collect,&quot;  ungkapnya.

Kemudian, royalti ini juga meningkatkan setoran dividen BUMN terutama perbankan dan nonperbankan.
Sepanjang 2023, penerimaan dari kekayaan negara dipisahkan (KND)  tercatat mengalami pertumbuhan 102,1% menjadi Rp 82,1 triliun pada 2023.
Adapun pendapatan SDA non migas juga meningkat tipis 15% menjadi  Rp138 triliun. PNBP migas mengalami kontraksi sebesar 21,5% menjadi  Rp116,8 triliun pada 2023.
Penerimaan yang juga susut adalah PNBP lainnya yang turun 8,5%  menjadi Rp179,6 triliun pada akhir 2023. Pendapatan BLU juga tercatat  turun tipis 0,5% menjadi Rp89,4 triliun pada 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
