<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Samcro Hyosung Adilestari Bidik Dana IPO Rp74,93 Miliar</title><description>PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Januari 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/03/278/2948829/samcro-hyosung-adilestari-bidik-dana-ipo-rp74-93-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/03/278/2948829/samcro-hyosung-adilestari-bidik-dana-ipo-rp74-93-miliar"/><item><title>Samcro Hyosung Adilestari Bidik Dana IPO Rp74,93 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/03/278/2948829/samcro-hyosung-adilestari-bidik-dana-ipo-rp74-93-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/03/278/2948829/samcro-hyosung-adilestari-bidik-dana-ipo-rp74-93-miliar</guid><pubDate>Rabu 03 Januari 2024 12:06 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/03/278/2948829/samcro-hyosung-adilestari-bidik-dana-ipo-rp74-93-miliar-PFukKSudbT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IPO Samcro Hyosung Adilestari (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/03/278/2948829/samcro-hyosung-adilestari-bidik-dana-ipo-rp74-93-miliar-PFukKSudbT.jpg</image><title>IPO Samcro Hyosung Adilestari (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Januari 2024. Emiten yang akan tercatat dengan kode ACRO ini memasang harga penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp108 per saham.
Adapun, perseroan telah memulai masa penawaran umum atau offering hingga 9 Januari 2024. Dalam aksi korporasi ini, perseroan menawarkan sebanyak 693,82 juta saham atau 20,00% dari modal ditempatkan dan disetor. Dengan harga yang ditetapkan, perseroan berpotensi meraup dana sebesar Rp74,93 miliar.

BACA JUGA:
IPO, Multi Spunindo Jaya Pasang Harga Rp300


Perseroan juga  akan mengalokasikan sebanyak-banyaknya 10,00% atau sebanyak 69,38 juta saham untuk program alokasi saham kepada karyawan Perseroan atau employee stock allocation atau (ESA).
Selain itu, perseroan juga mengadakan program pemberian opsi kepemilikan saham kepada manajemen dan karyawan atau management and employee stock option plan (MESOP) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 10,00% saham dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh atau sebanyak-banyaknya 346,91 juta saham.

BACA JUGA:
IPO, Manggung Polahraya Incar Dana Segar Rp76,25 Miliar 


Bersamaan dengan IPO, perseroan juga menerbitkan sebanyak 231,27 juta Waran Seri I atau sebanyak-banyaknya 8,33% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga pelaksanaan Rp186. Waran Seri I dapat dilaksanakan  setelah enam bulan sejak diterbitkan, sampai dengan satu hari kerja sebelum ulang tahun ke-2 pencatatan waran yang berlaku mulai 10 Juli 2024 sampai dengan 10 Januari 2026.
Adapun, perseroan akan menggunakan sebesar 30% dana hasil IPO untuk  pembelian mesin, dengan rincian sebesar 60% akan digunakan untuk  pembelian mesin dalam rangka pengembangan produk baru, serta sebesar 40%  digunakan untuk pembelian mesin dalam rangka peningkatan dan  otomatisasi proses produksi.
Kemudian, sebesar 10% akan digunakan perseroan untuk membayar  pinjaman Dollar AS dari PT Bank Woori Saudara 1906 Tbk. Lalu, sekitar  15% akan digunakan untuk sewa gudang dan kantor di Jawa Tengah dan Jawa  Timur, juga akan digunakan untuk membeli kendaraan operasional dan  peralatan gudang dan kantor di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sementara sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan,  termasuk untuk pembelian kebutuhan bahan baku dan membiayai kegiatan  operasional seperti biaya marketing, biaya SDM, biaya promosi, biaya  desain kemasan, biaya perbaikan, pemeliharaan mesin dan bangunan, serta  biaya overhead pabrik.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Januari 2024. Emiten yang akan tercatat dengan kode ACRO ini memasang harga penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp108 per saham.
Adapun, perseroan telah memulai masa penawaran umum atau offering hingga 9 Januari 2024. Dalam aksi korporasi ini, perseroan menawarkan sebanyak 693,82 juta saham atau 20,00% dari modal ditempatkan dan disetor. Dengan harga yang ditetapkan, perseroan berpotensi meraup dana sebesar Rp74,93 miliar.

BACA JUGA:
IPO, Multi Spunindo Jaya Pasang Harga Rp300


Perseroan juga  akan mengalokasikan sebanyak-banyaknya 10,00% atau sebanyak 69,38 juta saham untuk program alokasi saham kepada karyawan Perseroan atau employee stock allocation atau (ESA).
Selain itu, perseroan juga mengadakan program pemberian opsi kepemilikan saham kepada manajemen dan karyawan atau management and employee stock option plan (MESOP) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 10,00% saham dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh atau sebanyak-banyaknya 346,91 juta saham.

BACA JUGA:
IPO, Manggung Polahraya Incar Dana Segar Rp76,25 Miliar 


Bersamaan dengan IPO, perseroan juga menerbitkan sebanyak 231,27 juta Waran Seri I atau sebanyak-banyaknya 8,33% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga pelaksanaan Rp186. Waran Seri I dapat dilaksanakan  setelah enam bulan sejak diterbitkan, sampai dengan satu hari kerja sebelum ulang tahun ke-2 pencatatan waran yang berlaku mulai 10 Juli 2024 sampai dengan 10 Januari 2026.
Adapun, perseroan akan menggunakan sebesar 30% dana hasil IPO untuk  pembelian mesin, dengan rincian sebesar 60% akan digunakan untuk  pembelian mesin dalam rangka pengembangan produk baru, serta sebesar 40%  digunakan untuk pembelian mesin dalam rangka peningkatan dan  otomatisasi proses produksi.
Kemudian, sebesar 10% akan digunakan perseroan untuk membayar  pinjaman Dollar AS dari PT Bank Woori Saudara 1906 Tbk. Lalu, sekitar  15% akan digunakan untuk sewa gudang dan kantor di Jawa Tengah dan Jawa  Timur, juga akan digunakan untuk membeli kendaraan operasional dan  peralatan gudang dan kantor di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sementara sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan,  termasuk untuk pembelian kebutuhan bahan baku dan membiayai kegiatan  operasional seperti biaya marketing, biaya SDM, biaya promosi, biaya  desain kemasan, biaya perbaikan, pemeliharaan mesin dan bangunan, serta  biaya overhead pabrik.</content:encoded></item></channel></rss>
