<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita CEO Google Pernah PHK 12.000 Karyawan</title><description>Chief Executive Officer (CEO) Google Sundar Pichai menceritakan kisahnya melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/03/320/2948846/cerita-ceo-google-pernah-phk-12-000-karyawan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/03/320/2948846/cerita-ceo-google-pernah-phk-12-000-karyawan"/><item><title>Cerita CEO Google Pernah PHK 12.000 Karyawan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/03/320/2948846/cerita-ceo-google-pernah-phk-12-000-karyawan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/03/320/2948846/cerita-ceo-google-pernah-phk-12-000-karyawan</guid><pubDate>Rabu 03 Januari 2024 12:44 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/03/320/2948846/cerita-ceo-google-pernah-phk-12-000-karyawan-B9PP38rq5W.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Cerita Bos Google PHK besar-besaran karyawannya (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/03/320/2948846/cerita-ceo-google-pernah-phk-12-000-karyawan-B9PP38rq5W.jpeg</image><title>Cerita Bos Google PHK besar-besaran karyawannya (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOS80LzE1OTA1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Chief Executive Officer (CEO) Google Sundar Pichai menceritakan kisahnya melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran terhadap karyawannya. Dia mengatakan, hal ini dilakukan untuk mengambil keputusan yang terbaik bagi masa depan perusahaan.
Menurut Pichai, pertumbuhan sebuah perusahaan tidak akan bertahan selamanya. Bahkan untuk perusahaan sekelas Google yang memiliki nilai sebesar USD1,75 triliun atau setara dengan Rp26.993 triliun (Kurs Rp15.309 per USD), belum memiliki pertumbuhan selama pandemi. Hal itulah yang membuat Google harus memberhentikan 12.000 karyawannya.

BACA JUGA:
Nestle PHK Karyawan, Apa Penyebabnya?


&amp;ldquo;Kami mengambil serangkaian keputusan yang mungkin tepat jika tren ini terus berlanjut,&amp;rdquo; kata Pichai saat itu.
Dikutip dari situs Inc., Rabu (3/1/2024), Pichai juga menjelaskan mengenai dampak PHK terhadap perusahaan dan karyawan. Dia mengungkapkan, hal tersebut adalah kondisi yang sulit bagi perusahaan.

BACA JUGA:
Nestle PHK Karyawan, Sebut Kompensasi Lebih Tinggi dari Industri


&amp;ldquo;Ini sulit untuk dilalui oleh perusahaan mana pun,&amp;rdquo; kata Pichai.
Dia juga menyebutkan bahwa sejak didirikannya Google pada tahun 1998, melakukan PHK kepada 12.000 karyawan adalah salah satu momen terburuk. Pichai mengakui dampaknya bagi perusahaan adalah moral.
&quot;Di Google, kami belum pernah mengalami momen seperti itu selama 25 tahun terakhir,&amp;rdquo; ujarnya.
Meskipun begitu, Pichai meyakinkan bahwa keputusan tersebut sudah  biasa dilakukan oleh perusahaan. Menurutnya, Google bukanlah  satu-satunya perusahaan yang mengambil keputusan serupa.
Sebagai informasi, perusahaan besar lainnya juga pernah melakukan PHK  besar-besaran. Hal itu dilakukan oleh Microsoft yang pernah  memberhentikan 10.000 karyawannya, Meta memberhentikan 11.000 karyawan,  dan Amazon yang memberhentikan lebih dari 18.000 karyawannya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOS80LzE1OTA1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Chief Executive Officer (CEO) Google Sundar Pichai menceritakan kisahnya melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran terhadap karyawannya. Dia mengatakan, hal ini dilakukan untuk mengambil keputusan yang terbaik bagi masa depan perusahaan.
Menurut Pichai, pertumbuhan sebuah perusahaan tidak akan bertahan selamanya. Bahkan untuk perusahaan sekelas Google yang memiliki nilai sebesar USD1,75 triliun atau setara dengan Rp26.993 triliun (Kurs Rp15.309 per USD), belum memiliki pertumbuhan selama pandemi. Hal itulah yang membuat Google harus memberhentikan 12.000 karyawannya.

BACA JUGA:
Nestle PHK Karyawan, Apa Penyebabnya?


&amp;ldquo;Kami mengambil serangkaian keputusan yang mungkin tepat jika tren ini terus berlanjut,&amp;rdquo; kata Pichai saat itu.
Dikutip dari situs Inc., Rabu (3/1/2024), Pichai juga menjelaskan mengenai dampak PHK terhadap perusahaan dan karyawan. Dia mengungkapkan, hal tersebut adalah kondisi yang sulit bagi perusahaan.

BACA JUGA:
Nestle PHK Karyawan, Sebut Kompensasi Lebih Tinggi dari Industri


&amp;ldquo;Ini sulit untuk dilalui oleh perusahaan mana pun,&amp;rdquo; kata Pichai.
Dia juga menyebutkan bahwa sejak didirikannya Google pada tahun 1998, melakukan PHK kepada 12.000 karyawan adalah salah satu momen terburuk. Pichai mengakui dampaknya bagi perusahaan adalah moral.
&quot;Di Google, kami belum pernah mengalami momen seperti itu selama 25 tahun terakhir,&amp;rdquo; ujarnya.
Meskipun begitu, Pichai meyakinkan bahwa keputusan tersebut sudah  biasa dilakukan oleh perusahaan. Menurutnya, Google bukanlah  satu-satunya perusahaan yang mengambil keputusan serupa.
Sebagai informasi, perusahaan besar lainnya juga pernah melakukan PHK  besar-besaran. Hal itu dilakukan oleh Microsoft yang pernah  memberhentikan 10.000 karyawannya, Meta memberhentikan 11.000 karyawan,  dan Amazon yang memberhentikan lebih dari 18.000 karyawannya.</content:encoded></item></channel></rss>
