<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sewa Mobil Listrik untuk Kendaraan Pejabat Kementerian BUMN, Erick Thohir: Hemat BBM 60%</title><description>Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) difasilitasi kendaraan listrik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/03/320/2949068/sewa-mobil-listrik-untuk-kendaraan-pejabat-kementerian-bumn-erick-thohir-hemat-bbm-60</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/03/320/2949068/sewa-mobil-listrik-untuk-kendaraan-pejabat-kementerian-bumn-erick-thohir-hemat-bbm-60"/><item><title>Sewa Mobil Listrik untuk Kendaraan Pejabat Kementerian BUMN, Erick Thohir: Hemat BBM 60%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/03/320/2949068/sewa-mobil-listrik-untuk-kendaraan-pejabat-kementerian-bumn-erick-thohir-hemat-bbm-60</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/03/320/2949068/sewa-mobil-listrik-untuk-kendaraan-pejabat-kementerian-bumn-erick-thohir-hemat-bbm-60</guid><pubDate>Rabu 03 Januari 2024 17:57 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/03/320/2949068/sewa-mobil-listrik-untuk-kendaraan-pejabat-kementerian-bumn-erick-thohir-hemat-bbm-60-1xWTxHVBFi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pejabat eselon I dan II Kementerian BUMN pakai kendaraan listrik (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/03/320/2949068/sewa-mobil-listrik-untuk-kendaraan-pejabat-kementerian-bumn-erick-thohir-hemat-bbm-60-1xWTxHVBFi.jpg</image><title>Pejabat eselon I dan II Kementerian BUMN pakai kendaraan listrik (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMS84LzE3NTM1MS81L3g4cXJkajI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) difasilitasi kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) sejak Rabu (03/01/2024). Namun semua kendaraan listrik ini bukan unit baru alias sewa.
Mobil electric vehicle itu sebagai kendaraan dinas dan dipandang menjadi langkah strategis dalam mendorong transisi energi di Tanah Air.

BACA JUGA:
Erick Thohir Ungkap Alasan Perombakan di Kementerian BUMN


Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan, langkah yang akan dilakukan untuk mengakselerasi transisi energi. Pertama, mengadopsi kendaraan listrik untuk seluruh pejabat Eselon I dan II Kementerian BUMN untuk menggunakan EV.
Selanjutnya, adopsi EV ini tidak hanya di tingkat kementerian, komitmen untuk menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional juga digaungkan di lingkup Dewan Direksi BUMN.

BACA JUGA:
79 Proyek Strategis BUMN Rampung, Erick Thohir: Sisa 9 Lagi


Langkah-langkah tersebut sejalan dengan amanat Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 2022, yakni tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Erick memastikan penggunaan EV secara langsung memberikan penghematan yang signifikan dibandingkan dengan kendaraan konvensional. Jika ditinjau dari pagu fasilitas SBM APBN untuk kendaraan listrik, terdapat penghematan sekitar 60 persen.
&amp;ldquo;Tadi pagi ada oleh-oleh untuk Eselon I, II pake mobil listrik. Ini kementerian pertama pakai mobil listrik, sebenarnya hemat BBM 60 persen, semuanya mobilnya baru,&amp;rdquo; papar Erick saat ditemui wartawan di tempat kerjanya, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2024).
Operasional, lanjut Erick Thohir, tidak terlepas dari kebijakan besar  Indonesia untuk memimpin di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Di  mana Indonesia saat ini sedang memacu transisi energi konvensional ke  EBT.
Salah satu program akselerasi EBT adalah diwujudkan lewat sistem kelistrikan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di IKN pemerintah membangun solar panel berkapasitas 50 MW dan akan  dikembangkan menjadi 80 MW. Artinya, IKN akan jadi kota pertama di  Indonesia yang sepenuhnya menggunakan listrik hijau.
Kemudian, pemerintah beberapa waktu lalu juga telah meresmikan PLTS  Terapung Cirata berkapasitas 192 MWp. Proyek yang dikerjasamakan dengan  Masdar itu menjadi PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara.
&quot;Sebenarnya 145 MW, tapi ada hitungannya itu 192 MW peak (MWp).  Dengan kelebaran 20 persen, itu bisa menuju 800 MW. Itu lumayan, belum  lagi hidronya,&quot; beber dia.
Secara garis besar, Erick menegaskan proyek energi baru dan  terbarukan harus punya manfaat yang besar bagi negara, utamanya menjaga  agar tarif listrik tidak memberatkan masyarakat.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMS84LzE3NTM1MS81L3g4cXJkajI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) difasilitasi kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) sejak Rabu (03/01/2024). Namun semua kendaraan listrik ini bukan unit baru alias sewa.
Mobil electric vehicle itu sebagai kendaraan dinas dan dipandang menjadi langkah strategis dalam mendorong transisi energi di Tanah Air.

BACA JUGA:
Erick Thohir Ungkap Alasan Perombakan di Kementerian BUMN


Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan, langkah yang akan dilakukan untuk mengakselerasi transisi energi. Pertama, mengadopsi kendaraan listrik untuk seluruh pejabat Eselon I dan II Kementerian BUMN untuk menggunakan EV.
Selanjutnya, adopsi EV ini tidak hanya di tingkat kementerian, komitmen untuk menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional juga digaungkan di lingkup Dewan Direksi BUMN.

BACA JUGA:
79 Proyek Strategis BUMN Rampung, Erick Thohir: Sisa 9 Lagi


Langkah-langkah tersebut sejalan dengan amanat Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 2022, yakni tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Erick memastikan penggunaan EV secara langsung memberikan penghematan yang signifikan dibandingkan dengan kendaraan konvensional. Jika ditinjau dari pagu fasilitas SBM APBN untuk kendaraan listrik, terdapat penghematan sekitar 60 persen.
&amp;ldquo;Tadi pagi ada oleh-oleh untuk Eselon I, II pake mobil listrik. Ini kementerian pertama pakai mobil listrik, sebenarnya hemat BBM 60 persen, semuanya mobilnya baru,&amp;rdquo; papar Erick saat ditemui wartawan di tempat kerjanya, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2024).
Operasional, lanjut Erick Thohir, tidak terlepas dari kebijakan besar  Indonesia untuk memimpin di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Di  mana Indonesia saat ini sedang memacu transisi energi konvensional ke  EBT.
Salah satu program akselerasi EBT adalah diwujudkan lewat sistem kelistrikan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di IKN pemerintah membangun solar panel berkapasitas 50 MW dan akan  dikembangkan menjadi 80 MW. Artinya, IKN akan jadi kota pertama di  Indonesia yang sepenuhnya menggunakan listrik hijau.
Kemudian, pemerintah beberapa waktu lalu juga telah meresmikan PLTS  Terapung Cirata berkapasitas 192 MWp. Proyek yang dikerjasamakan dengan  Masdar itu menjadi PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara.
&quot;Sebenarnya 145 MW, tapi ada hitungannya itu 192 MW peak (MWp).  Dengan kelebaran 20 persen, itu bisa menuju 800 MW. Itu lumayan, belum  lagi hidronya,&quot; beber dia.
Secara garis besar, Erick menegaskan proyek energi baru dan  terbarukan harus punya manfaat yang besar bagi negara, utamanya menjaga  agar tarif listrik tidak memberatkan masyarakat.</content:encoded></item></channel></rss>
