<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Matangkan Sistem Digital Payment, Bayar Pajak hingga Tagihan Tapera Bisa Lewat Hp</title><description>Indonesia mematangkan platform digital payment sebagai alat pembayaran berbagai tagihan negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/04/320/2949519/ri-matangkan-sistem-digital-payment-bayar-pajak-hingga-tagihan-tapera-bisa-lewat-hp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/04/320/2949519/ri-matangkan-sistem-digital-payment-bayar-pajak-hingga-tagihan-tapera-bisa-lewat-hp"/><item><title>RI Matangkan Sistem Digital Payment, Bayar Pajak hingga Tagihan Tapera Bisa Lewat Hp</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/04/320/2949519/ri-matangkan-sistem-digital-payment-bayar-pajak-hingga-tagihan-tapera-bisa-lewat-hp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/04/320/2949519/ri-matangkan-sistem-digital-payment-bayar-pajak-hingga-tagihan-tapera-bisa-lewat-hp</guid><pubDate>Kamis 04 Januari 2024 14:42 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/04/320/2949519/ri-matangkan-sistem-digital-payment-bayar-pajak-hingga-tagihan-tapera-bisa-lewat-hp-iBciVx5TPg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI matangkan sistem pembayaran digital (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/04/320/2949519/ri-matangkan-sistem-digital-payment-bayar-pajak-hingga-tagihan-tapera-bisa-lewat-hp-iBciVx5TPg.jpg</image><title>RI matangkan sistem pembayaran digital (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMS80LzE3MDk4Ni81L3g4bzgxN2w=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Indonesia mematangkan platform digital payment sebagai alat pembayaran berbagai tagihan negara. Mulai dari pembayaran pajak hingga dan lain sebagainya.
&amp;ldquo;Dukungan dari Menteri Keuangan tentu akan memperlancar langkah kita dalam mempermudah masyarakat terutama terkait pembayaran digital,&amp;rdquo; ungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas dalam keterangan resminya, Kamis (4/1/2024).

BACA JUGA:
Penerimaan Pajak Tembus Rp1.869,2 Triliun, 108,8% dari Target APBN 2023


Azwar Anas menjelaskan digital payment menjadi bagian dari Digital Public Infrastructure yang menjadi fokus dalam digitalisasi pemerintah. Saat ini pembuatan platform digital payment tersebut juga menjadi fokus pembahasan bersama Menteri Keuangan.
Ke depannya, lewat platform digital payment tersebut, Anas mengatakan masyarakat bisa membayar berbagai jenis pajak, Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), dan lain sebagainya dilakukan dalam satu platform dan terhubung dengan berbagai jenis pembayaran digital.

BACA JUGA:
Pajak Gaji Buruh Berlaku Hari Ini 1 Januari 2024


&amp;ldquo;Target jangka menengahnya adalah layanan terintegrasi, akses yang bermakna, dan teknologi yang ramah pengguna,&amp;rdquo; ujar Menteri Anas.
Menteri Keuangan akan melakukan optimalisasi sistem pembayaran terpadu (payment gateway) yang terhubung ke seluruh layanan digital pemerintah. Optimalisasi ini untuk kemudahan dalam sistem pembayaran, yang terhubung dengan berbagai jenis jasa keuangan baik nasional dan internasional.
Empat langkah percepatan transformasi digital pemerintah telah  disiapkan. Pertama adalah satukan layanan menjadi satu portal publik dan  satu portal aparatur. Kedua, adalah percepat pembangunan layanan dan  sistem digital prioritas. Langkah ketiga adalah bangun dan perkuat  GovTech Indonesia. Serta, fokus kepada kemudahan layanan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, transformasi digital menjadi  salah satu kekuatan untuk mereformasi berbagai lini. &amp;ldquo;Sehingga orang  tidak punya pilihan. Ini yang akan mengubah institusi dan manusia,&amp;rdquo;  pungkas Sri Mulyani.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMS80LzE3MDk4Ni81L3g4bzgxN2w=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Indonesia mematangkan platform digital payment sebagai alat pembayaran berbagai tagihan negara. Mulai dari pembayaran pajak hingga dan lain sebagainya.
&amp;ldquo;Dukungan dari Menteri Keuangan tentu akan memperlancar langkah kita dalam mempermudah masyarakat terutama terkait pembayaran digital,&amp;rdquo; ungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas dalam keterangan resminya, Kamis (4/1/2024).

BACA JUGA:
Penerimaan Pajak Tembus Rp1.869,2 Triliun, 108,8% dari Target APBN 2023


Azwar Anas menjelaskan digital payment menjadi bagian dari Digital Public Infrastructure yang menjadi fokus dalam digitalisasi pemerintah. Saat ini pembuatan platform digital payment tersebut juga menjadi fokus pembahasan bersama Menteri Keuangan.
Ke depannya, lewat platform digital payment tersebut, Anas mengatakan masyarakat bisa membayar berbagai jenis pajak, Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), dan lain sebagainya dilakukan dalam satu platform dan terhubung dengan berbagai jenis pembayaran digital.

BACA JUGA:
Pajak Gaji Buruh Berlaku Hari Ini 1 Januari 2024


&amp;ldquo;Target jangka menengahnya adalah layanan terintegrasi, akses yang bermakna, dan teknologi yang ramah pengguna,&amp;rdquo; ujar Menteri Anas.
Menteri Keuangan akan melakukan optimalisasi sistem pembayaran terpadu (payment gateway) yang terhubung ke seluruh layanan digital pemerintah. Optimalisasi ini untuk kemudahan dalam sistem pembayaran, yang terhubung dengan berbagai jenis jasa keuangan baik nasional dan internasional.
Empat langkah percepatan transformasi digital pemerintah telah  disiapkan. Pertama adalah satukan layanan menjadi satu portal publik dan  satu portal aparatur. Kedua, adalah percepat pembangunan layanan dan  sistem digital prioritas. Langkah ketiga adalah bangun dan perkuat  GovTech Indonesia. Serta, fokus kepada kemudahan layanan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, transformasi digital menjadi  salah satu kekuatan untuk mereformasi berbagai lini. &amp;ldquo;Sehingga orang  tidak punya pilihan. Ini yang akan mengubah institusi dan manusia,&amp;rdquo;  pungkas Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
